Kinerja Polisi Dinilai Moncer di 2025, Polri Presisi Terbukti Nyata
Minggu, 28 Desember 2025 - 17:37 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama mengungkap hasil kajian dan telaah mendalam terkait kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di tahun 2025. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Aktivis nasional yang juga Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama mengungkap hasil kajian dan telaah mendalam terkait kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di sepanjang 2025.
"Polri menunjukan kinerja positif dan capain sangat baik di berbagai bidang," ujar Sandri di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Baca juga: Dialog Kebangsaan PMPI-Polri, Transformasi Polri Presisi Songsong Indonesia Emas 2045
Aktivis berdarah Maluku itu mengungkapkan hasil analisis dan kajian Haidar Alwi Institut (HAI) terkait gebrakan penting Polri pada 2025 di berbagai sektor antara lain sektor kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, termasuk sektor ketahanan pangan.
Sandri yang juga fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai kinerja positif Polri di 2025 sangat linier dengan program Polri Presisi yang digaungkan Kapolri.
Polri telah menunjukkan fungsi dan kinerja maksimal baik dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum maupun pengayom dan pelindung dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
![Kinerja Polisi Dinilai Moncer di 2025, Polri Presisi Terbukti Nyata]()
Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama. Foto: Ist
"Bisa kami katakan bahwa Polri lebih banyak berbuat, lebih banyak mendengar, dan lebih banyak memberi solusi atas persoalan di masyarakat. Itu hasil kajian yang kami lakukan selama ini," katanya.
Sandri menjabarkan sejumlah kinerja Polri yang dapat dipotret secara garis besar.
1. Kamtibmas
1. Polri berhasil mewujudkan zero attack dari aktivitas terorisme. "Sudah tidak pernah lagi kita lihat terorisme di masa Kapolri Jenderal Sigit. Itu nyata prestasi Polri," kata Sandri.
2. Polri berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 31,43 persen dan tingkat fatalitas 53,42 persen dalam Operasi Ketupat 2025.
3. Polri sukses mengamankan (menangkap dan menyadarkan) 13.438 pelaku premanisme.
2. Penegakan Hukum
1. Polri sukses menindak 23.456 perkara kejahatan dengan barang bukti senilai Rp6,97 triliun.
2. Polri menindak 1.297 perkara judi online dengan barang bukti senilai Rp922,53 miliar.
3. Mengidentifikasi 325 kampung narkoba dan mentransformasi 145 di antaranya menjadi kampung bebas narkoba.
4. Polri memproses 13 perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan aset senilai Rp1,8 triliun.
3. Ketahanan Pangan
1. Polri mendirikan 139 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 430.000 penerima manfaat.
2. Melakukan penanaman jagung dengan total luas lahan 429.000 ha.
3. Melakukan panen raya jagung serentak kuartal I dan II 2025 dengan total 2,08-2,5 juta ton.
4. Keamanan Siber
1. Polri Membentuk Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) dan satgas optimalisasi penerimaan negara.
2. Membentuk Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri.
3. Mengembangkan pelayanan Super Apps Presisi dan Command Center.
5. Melaksanakan Misi Kemanusiaan
1. Melakukan kerja sama penegakan hukum lintas negara.
2. Membangun pusat misi internasional kawasan Asia Tenggara di Tangerang Selatan.
"Polri menunjukan kinerja positif dan capain sangat baik di berbagai bidang," ujar Sandri di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Baca juga: Dialog Kebangsaan PMPI-Polri, Transformasi Polri Presisi Songsong Indonesia Emas 2045
Aktivis berdarah Maluku itu mengungkapkan hasil analisis dan kajian Haidar Alwi Institut (HAI) terkait gebrakan penting Polri pada 2025 di berbagai sektor antara lain sektor kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, termasuk sektor ketahanan pangan.
Sandri yang juga fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai kinerja positif Polri di 2025 sangat linier dengan program Polri Presisi yang digaungkan Kapolri.
Polri telah menunjukkan fungsi dan kinerja maksimal baik dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum maupun pengayom dan pelindung dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama. Foto: Ist
"Bisa kami katakan bahwa Polri lebih banyak berbuat, lebih banyak mendengar, dan lebih banyak memberi solusi atas persoalan di masyarakat. Itu hasil kajian yang kami lakukan selama ini," katanya.
Sandri menjabarkan sejumlah kinerja Polri yang dapat dipotret secara garis besar.
1. Kamtibmas
1. Polri berhasil mewujudkan zero attack dari aktivitas terorisme. "Sudah tidak pernah lagi kita lihat terorisme di masa Kapolri Jenderal Sigit. Itu nyata prestasi Polri," kata Sandri.
2. Polri berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 31,43 persen dan tingkat fatalitas 53,42 persen dalam Operasi Ketupat 2025.
3. Polri sukses mengamankan (menangkap dan menyadarkan) 13.438 pelaku premanisme.
2. Penegakan Hukum
1. Polri sukses menindak 23.456 perkara kejahatan dengan barang bukti senilai Rp6,97 triliun.
2. Polri menindak 1.297 perkara judi online dengan barang bukti senilai Rp922,53 miliar.
3. Mengidentifikasi 325 kampung narkoba dan mentransformasi 145 di antaranya menjadi kampung bebas narkoba.
4. Polri memproses 13 perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan aset senilai Rp1,8 triliun.
3. Ketahanan Pangan
1. Polri mendirikan 139 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 430.000 penerima manfaat.
2. Melakukan penanaman jagung dengan total luas lahan 429.000 ha.
3. Melakukan panen raya jagung serentak kuartal I dan II 2025 dengan total 2,08-2,5 juta ton.
4. Keamanan Siber
1. Polri Membentuk Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) dan satgas optimalisasi penerimaan negara.
2. Membentuk Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri.
3. Mengembangkan pelayanan Super Apps Presisi dan Command Center.
5. Melaksanakan Misi Kemanusiaan
1. Melakukan kerja sama penegakan hukum lintas negara.
2. Membangun pusat misi internasional kawasan Asia Tenggara di Tangerang Selatan.
(jon)
Lihat Juga :