Profil Letjen TNI Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Dimutasi Jadi Staf Khusus KSAD karena Kasus Hukum
Minggu, 28 Desember 2025 - 08:21 WIB
loading...
Letjen TNI Widi Prasetijono dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD karena kasus hukum. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi terhadap 187 perwira tinggi (pati) di lingkungan TNI. Salah satunya Letjen TNI Widi Prasetijono.
Letjen TNI Widi yang sebelumnya menjabat sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan (Unhan) RI dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dia dimutasi karena menjalani proses hukum.
“Proses hukum,” bunyi keterangan tertulis dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang ditandatangani sejak 15 Desember 2025 dikutip SindoNews, Minggu (28/12/2025).
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus yang menjerat Jenderal Bintang Tiga tersebut berlangsung saat dia menduduki jabatan sebagai Pangdam IV/Diponegoro, Jawa Tengah.
Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan rotasi dan mutasi tersebut merupakan komitmen TNI dalam menjaga kualitas kepemimpinan dan kesinambungan organisasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya adaptif TNI dalam menghadapi dinamika serta tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks di matra darat, laut, dan udara.
Baca juga: 14 Pati TNI AD Dipindah Jadi Staf Khusus KSAD, Nomor 1 Ajudan Jokowi karena Proses Hukum
"Rotasi jabatan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan. Melalui regenerasi kepemimpinan, TNI memastikan setiap lini dipimpin oleh sosok yang tangguh, responsif, serta mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.
Total ada 187 Pati TNI masuk dalam daftar mutasi, rotasi, dan promosi jabatan. Mereka terdiri atas 109 Pati TNI Angkatan Darat (AD), 36 Pati TNI Angkatan Laut (AL), dan 42 Pati TNI Angkatan Udara (AU).
Profil Letjen TNI Widi Prasetijono
Letjen TNI Widi Prasetijono merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kesatuan Infanteri Kopassus. Jenderal TNI kelahiran Trenggalek, Jawa Timur 4 Juni 1971 ini merupakan Jenderal TNI yang memiliki karier cemerlang di militer.
Widi banyak menduduki banyak jabatan strategis selama berkarier di Korps Baret Merah Kopassus maupun di institusi TNI. Di antaranya, sebagai Danton Grup 2 Kopassus (1995). Pada 2003, Widi dipercaya menjabat sebagai Kasi Logistik Grup 1 Kopassus.
Selanjutnya, Danyon Yonif 400/Banteng Raiders periode 2009—2010. Selain itu, Widi juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta 2011—2012. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi Wali Kota Solo.
Kemudian, Widi ditunjuk menjadi Pabandya-1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad. Selanjutnya, pada awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Widi diangkat menjadi ajudan Presiden Jokowi.
Kariernya di dunia militer semakin cemerlang, Widi kemudian diangkat menjadi Komandan Rindam (Danrindam) III/Siliwangi pada 2016−2017, kemudian diangkat menjadi Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama pada 2017—2018. Selanjutnya, Widi diangkat menjadi Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma 2018—2020 hingga Kasdam IV/Diponegoro 2020—2022 hingga kembali ke Korps Baret Merah menjadi Danjen Kopassus.
Dari situ, dia diangkat menjadi Pangdam IV/Diponegoro periode pada 8 April 2022-24 Desember 2023. Setelah memimpin territorial, Widi mendapat promosi jabatan menjadi Dankodik TNI AD periode 2023-2024 sebelum akhirnya dinonjobkan menjadi Dosen Unhan RI.
Letjen TNI Widi yang sebelumnya menjabat sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan (Unhan) RI dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dia dimutasi karena menjalani proses hukum.
“Proses hukum,” bunyi keterangan tertulis dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang ditandatangani sejak 15 Desember 2025 dikutip SindoNews, Minggu (28/12/2025).
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus yang menjerat Jenderal Bintang Tiga tersebut berlangsung saat dia menduduki jabatan sebagai Pangdam IV/Diponegoro, Jawa Tengah.
Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan rotasi dan mutasi tersebut merupakan komitmen TNI dalam menjaga kualitas kepemimpinan dan kesinambungan organisasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya adaptif TNI dalam menghadapi dinamika serta tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks di matra darat, laut, dan udara.
Baca juga: 14 Pati TNI AD Dipindah Jadi Staf Khusus KSAD, Nomor 1 Ajudan Jokowi karena Proses Hukum
"Rotasi jabatan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan. Melalui regenerasi kepemimpinan, TNI memastikan setiap lini dipimpin oleh sosok yang tangguh, responsif, serta mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.
Total ada 187 Pati TNI masuk dalam daftar mutasi, rotasi, dan promosi jabatan. Mereka terdiri atas 109 Pati TNI Angkatan Darat (AD), 36 Pati TNI Angkatan Laut (AL), dan 42 Pati TNI Angkatan Udara (AU).
Profil Letjen TNI Widi Prasetijono
Letjen TNI Widi Prasetijono merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kesatuan Infanteri Kopassus. Jenderal TNI kelahiran Trenggalek, Jawa Timur 4 Juni 1971 ini merupakan Jenderal TNI yang memiliki karier cemerlang di militer.
Widi banyak menduduki banyak jabatan strategis selama berkarier di Korps Baret Merah Kopassus maupun di institusi TNI. Di antaranya, sebagai Danton Grup 2 Kopassus (1995). Pada 2003, Widi dipercaya menjabat sebagai Kasi Logistik Grup 1 Kopassus.
Selanjutnya, Danyon Yonif 400/Banteng Raiders periode 2009—2010. Selain itu, Widi juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta 2011—2012. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi Wali Kota Solo.
Kemudian, Widi ditunjuk menjadi Pabandya-1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad. Selanjutnya, pada awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Widi diangkat menjadi ajudan Presiden Jokowi.
Kariernya di dunia militer semakin cemerlang, Widi kemudian diangkat menjadi Komandan Rindam (Danrindam) III/Siliwangi pada 2016−2017, kemudian diangkat menjadi Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama pada 2017—2018. Selanjutnya, Widi diangkat menjadi Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma 2018—2020 hingga Kasdam IV/Diponegoro 2020—2022 hingga kembali ke Korps Baret Merah menjadi Danjen Kopassus.
Dari situ, dia diangkat menjadi Pangdam IV/Diponegoro periode pada 8 April 2022-24 Desember 2023. Setelah memimpin territorial, Widi mendapat promosi jabatan menjadi Dankodik TNI AD periode 2023-2024 sebelum akhirnya dinonjobkan menjadi Dosen Unhan RI.
(cip)
Lihat Juga :