Muhammad Iqbal: Pemerintah Harus Mengevaluasi Diri, Tim Medianya Kenapa Kalah Sama Influencer
Jum'at, 26 Desember 2025 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Seskab Teddy menegaskan pentingnya dukungan bersama dalam penanganan bencana di Sumatera dan Aceh. Dia mengajak seluruh pihak untuk menyebarkan energi positif dan optimisme warga yang terdampak.
Baca Juga: Seskab Teddy Informasikan Penanganan Bencana Sumatera, Pengamat: Jawab Keresahan Masyarakat
"Kalau niat bantu, ayo sama-sama. Hibur warga. Timbulkan optimisme. Bikin ketawa. Timbulkan senyum. Timbulkan keyakinan. Ayo kita saling bantu, saling jaga, saling dukung, sebarkan energi positif," ujarnya.
Teddy menyatakan sejak hari pertama bencana terjadi, pemerintah pusat langsung bergerak mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada, meski tanpa sorotan kamera. "Jadi satu, yang pertama mengenai anggapan bahwa pemerintah itu lambat. Saya mau cerita begini. Sejak tanggal 24 November, 25 November, 26 November, itu hujan di tiga lokasi," ungkap Teddy.
Dia menjelaskan, puncak hujan terjadi pada tanggal 25-26 November. Saat itu, Kepala BNPB langsung bergerak ke Sumatera Utara meski sebelumnya berada di Lumajang untuk menangani erupsi Gunung Semeru.
"Nah, yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama tanpa kamera," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Teddy, langsung melakukan komunikasi dengan para kepala daerah setempat pada hari kejadian. Komunikasi dengan dilakukan dengan Gubernur Sumatera Utara, Bupati Tapanuli Selatan, hingga Bupati Tapanuli Tengah. Hal itu untuk memastikan kondisi di lapangan dan kebutuhan penanganan darurat.
Baca Juga: Seskab Teddy Informasikan Penanganan Bencana Sumatera, Pengamat: Jawab Keresahan Masyarakat
"Kalau niat bantu, ayo sama-sama. Hibur warga. Timbulkan optimisme. Bikin ketawa. Timbulkan senyum. Timbulkan keyakinan. Ayo kita saling bantu, saling jaga, saling dukung, sebarkan energi positif," ujarnya.
Teddy menyatakan sejak hari pertama bencana terjadi, pemerintah pusat langsung bergerak mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada, meski tanpa sorotan kamera. "Jadi satu, yang pertama mengenai anggapan bahwa pemerintah itu lambat. Saya mau cerita begini. Sejak tanggal 24 November, 25 November, 26 November, itu hujan di tiga lokasi," ungkap Teddy.
Dia menjelaskan, puncak hujan terjadi pada tanggal 25-26 November. Saat itu, Kepala BNPB langsung bergerak ke Sumatera Utara meski sebelumnya berada di Lumajang untuk menangani erupsi Gunung Semeru.
"Nah, yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama tanpa kamera," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Teddy, langsung melakukan komunikasi dengan para kepala daerah setempat pada hari kejadian. Komunikasi dengan dilakukan dengan Gubernur Sumatera Utara, Bupati Tapanuli Selatan, hingga Bupati Tapanuli Tengah. Hal itu untuk memastikan kondisi di lapangan dan kebutuhan penanganan darurat.
Lihat Juga :