Kemenpora dan FAO Sepakati Pemberdayaan Anak Muda
Selasa, 23 Desember 2025 - 13:54 WIB
loading...
Kemenpora bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyelenggarakan Farmers’ Regeneration Summit di Jakarta sebagai puncak program Petani Keren. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyelenggarakan Farmers’ Regeneration Summit di Jakarta sebagai puncak program Petani Keren. Kegiatan ini sebuah inisiatif memberdayakan kapasitas pemuda dalam sistem pertanian inovatif dan kewirausahaan.
Farmers’ Regeneration Summit dibuka dengan peluncuran modul pembelajaran Petani Keren, kurikulum sesuai usia yang mencakup pemetaan keanekaragaman hayati pertanian lokal dan permintaan pasar, pertanian ramah lingkungan dan berteknologi canggih, hingga pengelolaan hasil panen menjadi produk bernilai tambah dan pengembangan agribisnis.
Baca juga: FAO Ungkap Fenomena Kenaikan Harga Pangan: Tak Cuma di Indonesia
Modul ini telah dilatihkan kepada 100 anak muda berusia 17-35 tahun di seluruh Indonesia yang banyak di antaranya telah menjadi agripreneur.
Modul lain yang diluncurkan yakni panduan Youth and United Nations Global Alliance tentang pertanian untuk anak berusia 7-17 tahun yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dengan dukungan organisasi pemuda World Food Forum Indonesia.
Dalam acara ini, FAO juga menyerahkan risalah kebijakan untuk menginformasikan pengambilan keputusan tentang regenerasi petani kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai dukungan terhadap visi Indonesia menuju swasembada pangan.
Hampir 80 persen petani Indonesia berusia 40 tahun ke atas menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sementara sekitar setengah dari pengangguran adalah anak muda berusia 15-29 tahun.
Selain peningkatan kapasitas anak muda di seluruh rantai nilai pertanian, ringkasan tersebut mendesak kolaborasi lintas sektor untuk memberi anak muda akses ke modal, lahan, dan penguatan koperasi.
"Regenerasi petani adalah isu lintas generasi dan lintas sektor. Kementerian Pemuda dan Olahraga percaya bahwa keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus didorong melalui pendekatan kewirausahaan dan kepemimpinan yang inovatif. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan upaya mengejar pertumbuhan ekonomi inklusif," ujar Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kementerian Pemuda dan Olahraga Esa Sukmawijaya, Senin (22/12/2025).
Selain modul pembelajaran, program Petani Keren juga telah mengembangkan model pertanian cerdas dan semi-intensif serta permakultur di Jakarta dan Lampung, menjadikannya wadah bagi anak muda untuk mempelajari sistem pertanian inovatif yang berkelanjutan.
“Kami berharap dapat mempromosikan lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda di sektor pertanian. Program Petani Keren telah mengubah persepsi peserta tentang citra petani tradisional, memungkinkan mereka untuk membayangkan diri mereka sebagai pengusaha dinamis dalam sektor pertanian modern,” ujar Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal.
Farmers’ Regeneration Summit yang diselenggarakan dengan dukungan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) dan Perkumpulan Warga Muda menghadirkan dialog kebijakan yang menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor dalam mempromosikan keterlibatan anak muda dalam sistem agripangan.
Pembicara terdiri dari pemangku kebijakan di kementerian dan anggota parlemen hingga perwakilan masyarakat dan sektor swasta. Klinik pelatihan juga diadakan untuk memberikan wawasan praktis kepada para agripreneur muda tentang model koperasi dan skema penggalangan dana.
“Koperasi dan lembaga ekonomi merupakan tulang punggung regenerasi petani. Penguatan koperasi dapat menjadi instrumen strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha pertanian dan daya tawar petani muda dalam sistem agripangan,” kata Managing Director ICCI Anis Saadah.
Inisiatif Petani Keren dimulai pada tahun 2024 di bawah modalitas Program Kerja Sama Teknis (Technical Cooperation Programme/TCP) FAO untuk menarik pemuda Indonesia ke bidang wirausaha tani, dengan dukungan pemerintah, Kwartis Nasional Gerakan Pramuka, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Farmers’ Regeneration Summit dibuka dengan peluncuran modul pembelajaran Petani Keren, kurikulum sesuai usia yang mencakup pemetaan keanekaragaman hayati pertanian lokal dan permintaan pasar, pertanian ramah lingkungan dan berteknologi canggih, hingga pengelolaan hasil panen menjadi produk bernilai tambah dan pengembangan agribisnis.
Baca juga: FAO Ungkap Fenomena Kenaikan Harga Pangan: Tak Cuma di Indonesia
Modul ini telah dilatihkan kepada 100 anak muda berusia 17-35 tahun di seluruh Indonesia yang banyak di antaranya telah menjadi agripreneur.
Modul lain yang diluncurkan yakni panduan Youth and United Nations Global Alliance tentang pertanian untuk anak berusia 7-17 tahun yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dengan dukungan organisasi pemuda World Food Forum Indonesia.
Dalam acara ini, FAO juga menyerahkan risalah kebijakan untuk menginformasikan pengambilan keputusan tentang regenerasi petani kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai dukungan terhadap visi Indonesia menuju swasembada pangan.
Hampir 80 persen petani Indonesia berusia 40 tahun ke atas menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sementara sekitar setengah dari pengangguran adalah anak muda berusia 15-29 tahun.
Selain peningkatan kapasitas anak muda di seluruh rantai nilai pertanian, ringkasan tersebut mendesak kolaborasi lintas sektor untuk memberi anak muda akses ke modal, lahan, dan penguatan koperasi.
"Regenerasi petani adalah isu lintas generasi dan lintas sektor. Kementerian Pemuda dan Olahraga percaya bahwa keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus didorong melalui pendekatan kewirausahaan dan kepemimpinan yang inovatif. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan upaya mengejar pertumbuhan ekonomi inklusif," ujar Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kementerian Pemuda dan Olahraga Esa Sukmawijaya, Senin (22/12/2025).
Selain modul pembelajaran, program Petani Keren juga telah mengembangkan model pertanian cerdas dan semi-intensif serta permakultur di Jakarta dan Lampung, menjadikannya wadah bagi anak muda untuk mempelajari sistem pertanian inovatif yang berkelanjutan.
“Kami berharap dapat mempromosikan lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda di sektor pertanian. Program Petani Keren telah mengubah persepsi peserta tentang citra petani tradisional, memungkinkan mereka untuk membayangkan diri mereka sebagai pengusaha dinamis dalam sektor pertanian modern,” ujar Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal.
Farmers’ Regeneration Summit yang diselenggarakan dengan dukungan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) dan Perkumpulan Warga Muda menghadirkan dialog kebijakan yang menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor dalam mempromosikan keterlibatan anak muda dalam sistem agripangan.
Pembicara terdiri dari pemangku kebijakan di kementerian dan anggota parlemen hingga perwakilan masyarakat dan sektor swasta. Klinik pelatihan juga diadakan untuk memberikan wawasan praktis kepada para agripreneur muda tentang model koperasi dan skema penggalangan dana.
“Koperasi dan lembaga ekonomi merupakan tulang punggung regenerasi petani. Penguatan koperasi dapat menjadi instrumen strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha pertanian dan daya tawar petani muda dalam sistem agripangan,” kata Managing Director ICCI Anis Saadah.
Inisiatif Petani Keren dimulai pada tahun 2024 di bawah modalitas Program Kerja Sama Teknis (Technical Cooperation Programme/TCP) FAO untuk menarik pemuda Indonesia ke bidang wirausaha tani, dengan dukungan pemerintah, Kwartis Nasional Gerakan Pramuka, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
(jon)
Lihat Juga :