Kisah Megawati Cari Jasad Korban Tsunami Aceh 2004 karena Permintaan Anak Buah
Jum'at, 19 Desember 2025 - 17:29 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut mencari jenazah korban tsunami Aceh 2004. Hal itu diungkapkan Megawati saat seminar Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta, Jumat (19/12/2025). Foto: Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku turut mencari jenazah korban tsunami Aceh 2004. Hal itu dilakukan karena dia diminta ikut mencari jasad korban oleh anak buahnya.
Megawati pun menuruti permintaan anak buahnya. Sebab, tindakan itu dinilai bisa memberikan semangat anak buahnya. Kisah itu diungkapkan Megawati saat memberi arahan dalam seminar bertajuk Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban yang digelar Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Megawati Minta Pemerintah Serius dalam Hadapi Bencana
"Ketika tsunami, saya ada 5 hari di sana. Dan saya diminta ikut mencari jenazah. Padahal, ibu kan mikir, waduh, kayak apa ya. Tapi, saya lakukan. Why? Why? Karena kalau merasa sebagai pemimpin, itu untuk membanggakan anak buah, memberikan semangatnya," ujar Megawati.
Kendati demikian, dia meminta Baguna PDIP tak hanya menyuruh-nyuruh ketika ada bencana. Dia meminta anggota Baguna PDIP bisa turun langsung ke lapangan.
"Siapa yang nggak pergi ke lapangan? Angkat tangan. Benar nih semua pergi ke lapangan? Karena apa? Kalau nggak mau ke lapangan saya pecat loh. Ibu kalau dalam hal ini galak. Untuk apa kamu jadi Baguna, karena saya buat Baguna untuk apa, untuk bencana," ungkap Megawati.
Kemudian, dia menuturkan kembali pengalaman mencari jasad korban tsunami. Dia mengeruk puing untuk mencari keberadaan jasad.
"Nah, tahu-tahu mereka itu ngomong begini, saya dengarkan ‘Ih kalau gitu yang tersangkut di atas pohon masih hidup atau tidak?’ Saya kan kaget. Ternyata ada orang tersangkut di pohon cemara. Nah itu terlewati oleh kita," katanya.
"Alhamdulillah orang itu masih hidup. Diberi Allah. Coba bayangkan. Ini nggak ngomong bohong. Karena saya ke situ," tambahnya.
Megawati pun mewanti-wanti agar para pendengung tak mempolitisasi ceritanya. "Nanti saja mungkin buzzer ah ibu sok saja mau cari nama. Tidak. Kalau ada buzzer ngomong gitu, kamu cari buzzernya siapa. Bilang sama dia, kamu punya kemanusiaan atau tidak. Perikemanusiaan kamu ke mana? Hanya jelek-jelekkan orang saja untuk mencari duit. Betul apa tidak?" kata Megawati.
Megawati pun menuruti permintaan anak buahnya. Sebab, tindakan itu dinilai bisa memberikan semangat anak buahnya. Kisah itu diungkapkan Megawati saat memberi arahan dalam seminar bertajuk Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban yang digelar Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Megawati Minta Pemerintah Serius dalam Hadapi Bencana
"Ketika tsunami, saya ada 5 hari di sana. Dan saya diminta ikut mencari jenazah. Padahal, ibu kan mikir, waduh, kayak apa ya. Tapi, saya lakukan. Why? Why? Karena kalau merasa sebagai pemimpin, itu untuk membanggakan anak buah, memberikan semangatnya," ujar Megawati.
Kendati demikian, dia meminta Baguna PDIP tak hanya menyuruh-nyuruh ketika ada bencana. Dia meminta anggota Baguna PDIP bisa turun langsung ke lapangan.
"Siapa yang nggak pergi ke lapangan? Angkat tangan. Benar nih semua pergi ke lapangan? Karena apa? Kalau nggak mau ke lapangan saya pecat loh. Ibu kalau dalam hal ini galak. Untuk apa kamu jadi Baguna, karena saya buat Baguna untuk apa, untuk bencana," ungkap Megawati.
Kemudian, dia menuturkan kembali pengalaman mencari jasad korban tsunami. Dia mengeruk puing untuk mencari keberadaan jasad.
"Nah, tahu-tahu mereka itu ngomong begini, saya dengarkan ‘Ih kalau gitu yang tersangkut di atas pohon masih hidup atau tidak?’ Saya kan kaget. Ternyata ada orang tersangkut di pohon cemara. Nah itu terlewati oleh kita," katanya.
"Alhamdulillah orang itu masih hidup. Diberi Allah. Coba bayangkan. Ini nggak ngomong bohong. Karena saya ke situ," tambahnya.
Megawati pun mewanti-wanti agar para pendengung tak mempolitisasi ceritanya. "Nanti saja mungkin buzzer ah ibu sok saja mau cari nama. Tidak. Kalau ada buzzer ngomong gitu, kamu cari buzzernya siapa. Bilang sama dia, kamu punya kemanusiaan atau tidak. Perikemanusiaan kamu ke mana? Hanya jelek-jelekkan orang saja untuk mencari duit. Betul apa tidak?" kata Megawati.
(jon)
Lihat Juga :