Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera, Megawati Perintahkan Pramono Sumbang Rp2 Miliar
Kamis, 18 Desember 2025 - 15:53 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk ikut serta dalam penggalangan donasi yang akan ditujukan bagi seluruh korban terdampak bencana alam di Sumatera. Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk ikut serta dalam penggalangan donasi yang akan ditujukan bagi seluruh korban terdampak bencana alam di Sumatera. Momen itu disampaikan Megawati saat menghadiri acara Peringatan Hari Ibu yang digelar DPP PDIP di Gedung Nyi Ageng Serang, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Mulanya, Megawati bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno naik ke panggung untuk membagikan bibit pohon asli Indonesia kepada kepala daerah perempuan kader PDIP. Usai pembagian bibit dan foto bersama, Rano Karno melontarkan celetukan bahwa Megawati akan bernyanyi.
"Dalam rangka hari ibu, Ibu Mega kita mau menyanyikan lagu. "Setuju, nggak? Setuju?" tanya Rano kepada hadirin yang hadir dalam ruang acara.
Baca juga: Pramono Usulkan PON 2028 di Jakarta: Namanya Mau PON NTT-NTB Monggo
Tak beberapa lama, Rano menyanyikan lagu berjudul Cinta Hampa. Megawati yang saat itu mengenakan baju kebaya merah, tidak langsung bernyanyi. Ia memilih mengambil pengeras suara untuk menyampaikan sepatah dua patah kata wejangan untuk perempuan.
Kemudian, Megawati menarik Rano Karno ke sampingnya. Ia mempertanyakan mengapa Rano Karno menyuruhnya bernyanyi, padahal ia tidak pernah bilang mau bernyanyi di atas panggung.
"Saya juga ini lagi mau nanya, ini enak aja. Apa namanya, kalau nembak itu apa?" kata Megawati.
Presiden kelima RI itu menyampaikan, ia hanya ingin bernyanyi jika Rano Karno menyumbang donasi yang besar untuk Sumatera. Menurutnya, uang donasi yang diberikan Rano sebesar Rp500 juta belum cukup besar. Ia ingin Rano menambah donasi hingga Rp1 miliar.
"Teruskan saya bisik-bisik kamu maunya mintanya donasinya berapa? Katanya tadi ya setengah M, ngapain setengah M, aku nggak mau nyanyi. Ayo ibu-ibu saya tantang tadi katanya Rp1 miliar," pinta Megawati.
Tak sampai di situ, Megawati ingin Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan donasi jauh lebih besar dibanding yang diberikan oleh wakilnya. "Tadi Pak Gubernur nelepon, Gubernur nyumbang Rp1 miliar," timpal Rano.
Megawati mengaku tak puas dengan nominal yang diberikan oleh Pramono. Di momen itu, dia pun memberikan perintah langsung yang ditujukan bagi Pramono.
"Oh, kalau gitu, masa Rp1 miliar? Kalau gitu saya bilang gini, ketua umum memerintahkan Gubernur DKI untuk nyumbangnya Rp2 M. Ayo nyanyi. Makanya jangan lemes jadi perempuan. Apalagi kalau saya nari, naik lagi (sumbangannya). Saya pintar nari, loh, " tutup Megawati.
Selanjutnya, Megawati bernyanyi di atas panggung bersama beberapa orang termasuk Rano. Lirik cinta hampa "Ibarat air di daun keladi" menggema di ruangan, diiringi musik gambang kromong.
Saat acara selesai, pembawa acara menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta pada akhirnya menyumbang Rp2 miliar untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Sehingga total donasi terkumpul mencapai Rp3,2 miliar.
Mulanya, Megawati bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno naik ke panggung untuk membagikan bibit pohon asli Indonesia kepada kepala daerah perempuan kader PDIP. Usai pembagian bibit dan foto bersama, Rano Karno melontarkan celetukan bahwa Megawati akan bernyanyi.
"Dalam rangka hari ibu, Ibu Mega kita mau menyanyikan lagu. "Setuju, nggak? Setuju?" tanya Rano kepada hadirin yang hadir dalam ruang acara.
Baca juga: Pramono Usulkan PON 2028 di Jakarta: Namanya Mau PON NTT-NTB Monggo
Tak beberapa lama, Rano menyanyikan lagu berjudul Cinta Hampa. Megawati yang saat itu mengenakan baju kebaya merah, tidak langsung bernyanyi. Ia memilih mengambil pengeras suara untuk menyampaikan sepatah dua patah kata wejangan untuk perempuan.
Kemudian, Megawati menarik Rano Karno ke sampingnya. Ia mempertanyakan mengapa Rano Karno menyuruhnya bernyanyi, padahal ia tidak pernah bilang mau bernyanyi di atas panggung.
"Saya juga ini lagi mau nanya, ini enak aja. Apa namanya, kalau nembak itu apa?" kata Megawati.
Presiden kelima RI itu menyampaikan, ia hanya ingin bernyanyi jika Rano Karno menyumbang donasi yang besar untuk Sumatera. Menurutnya, uang donasi yang diberikan Rano sebesar Rp500 juta belum cukup besar. Ia ingin Rano menambah donasi hingga Rp1 miliar.
"Teruskan saya bisik-bisik kamu maunya mintanya donasinya berapa? Katanya tadi ya setengah M, ngapain setengah M, aku nggak mau nyanyi. Ayo ibu-ibu saya tantang tadi katanya Rp1 miliar," pinta Megawati.
Tak sampai di situ, Megawati ingin Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan donasi jauh lebih besar dibanding yang diberikan oleh wakilnya. "Tadi Pak Gubernur nelepon, Gubernur nyumbang Rp1 miliar," timpal Rano.
Megawati mengaku tak puas dengan nominal yang diberikan oleh Pramono. Di momen itu, dia pun memberikan perintah langsung yang ditujukan bagi Pramono.
"Oh, kalau gitu, masa Rp1 miliar? Kalau gitu saya bilang gini, ketua umum memerintahkan Gubernur DKI untuk nyumbangnya Rp2 M. Ayo nyanyi. Makanya jangan lemes jadi perempuan. Apalagi kalau saya nari, naik lagi (sumbangannya). Saya pintar nari, loh, " tutup Megawati.
Selanjutnya, Megawati bernyanyi di atas panggung bersama beberapa orang termasuk Rano. Lirik cinta hampa "Ibarat air di daun keladi" menggema di ruangan, diiringi musik gambang kromong.
Saat acara selesai, pembawa acara menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta pada akhirnya menyumbang Rp2 miliar untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Sehingga total donasi terkumpul mencapai Rp3,2 miliar.
(rca)
Lihat Juga :