Anies: Sudah Waktunya Kita Mengakui Ini sebagai Bencana Nasional
Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:00 WIB
loading...
Anies Baswedan saat melihat lokasi bencana di sekitar Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Aceh. Foto/Tangkapan layar Instagram @aniesbaswedan
A
A
A
JAKARTA - Tokoh nasional Anies Baswedan menyebut sudah saatnya menetapkan banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sebagai bencana nasional . Hal itu disampaikan Anies setelah dirinya melihat langsung kondisi daerah bencana dan warga di pengungsian.
Menurut Anies, beberapa hari lalu dia keliling Aceh Tamiang, Langkat, dan Padang. Anies pun bertemu dengan warga di pengungsian.
"Saya duduk di tenda pengungsian. Ngobrol dengan para ibu yang kehilangan rumah, anak-anak yang belum bisa sekolah, bapak-bapak yang lahannya tertimbun oleh kayu dan lumpur," ujar Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, dikutip Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Minta Pengungsi Sabar, Prabowo: Maaf, Presiden Tidak Punya Tongkat Nabi Musa
Anies pun mendorong agar bencana di tiga provinsi tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. "Setelah melihat langsung, rasanya sulit menyebut ini sebagai bencana biasa yang bisa ditangani sendiri oleh daerah. Menurut saya, kita sudah waktunya mengakui ini sebagai bencana nasional. Ini soal keberanian bahwa skala kerusakan dan penderitaan sekarang memang butuh kekuatan negara," kata Anies.
Calon Presiden 2024 itu mengatakan, dengan status bencana nasional, pemerintah pusat punya ruang lebih besar untuk mengerahkan anggaran, personel, alat berat, dan program pemulihan tanpa ragu-ragu.
"Buat warga yang terdampak, apa bedanya? Kalau jadi bencana nasional statusnya, maka aliran logistik bisa lebih deras. Makanan, air bersih, obat-obatan, tenda, layanan kesehatan, sampai dukungan psikososial," ujarnya.
Baca Juga: Gun Gun Heryanto: Siapa Sebenarnya Juru Bicara Utama Penanganan Bencana Sumatera?
Selain itu, lanjut Anies, akses jalan yang putus lebih bisa cepat dibuka karena alat berat, TNI, dan semua instansi bisa digerakkan lebih masif. "Dan ke depan, program perbaikan rumah, sekolah, jalan, bantuan usaha kecil juga bisa lebih kuat karena dibiayai negara, bukan hanya mengandalkan APBD yang terbatas," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan biaya untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai sekitar Rp51,82 triliun. Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penangan bencana alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.
"Kemudian kami laporkan ini secara nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan penjumlahan dari 3 provinsi, estimasi yang diperlukan dana adalah Rp51,82 triliun," kata Suharyanto, dikutip Senin (8/12/2025).
Sementara, Presiden Prabowo Subianto berharap masyarakat bersabar karena semua upaya pemulihan membutuhkan proses yang tidak sebentar. Prabowo memastikan semua pihak bekerja keras memulihkan kondisi pascabencana.
"Tentunya kita butuh kesabaran dari bapak-bapak, ibu-Ibu sekalian. Karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua itu ya," kata Prabowo, Jumat (12/12/2025).
Menurut Anies, beberapa hari lalu dia keliling Aceh Tamiang, Langkat, dan Padang. Anies pun bertemu dengan warga di pengungsian.
"Saya duduk di tenda pengungsian. Ngobrol dengan para ibu yang kehilangan rumah, anak-anak yang belum bisa sekolah, bapak-bapak yang lahannya tertimbun oleh kayu dan lumpur," ujar Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, dikutip Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Minta Pengungsi Sabar, Prabowo: Maaf, Presiden Tidak Punya Tongkat Nabi Musa
Anies pun mendorong agar bencana di tiga provinsi tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. "Setelah melihat langsung, rasanya sulit menyebut ini sebagai bencana biasa yang bisa ditangani sendiri oleh daerah. Menurut saya, kita sudah waktunya mengakui ini sebagai bencana nasional. Ini soal keberanian bahwa skala kerusakan dan penderitaan sekarang memang butuh kekuatan negara," kata Anies.
Calon Presiden 2024 itu mengatakan, dengan status bencana nasional, pemerintah pusat punya ruang lebih besar untuk mengerahkan anggaran, personel, alat berat, dan program pemulihan tanpa ragu-ragu.
"Buat warga yang terdampak, apa bedanya? Kalau jadi bencana nasional statusnya, maka aliran logistik bisa lebih deras. Makanan, air bersih, obat-obatan, tenda, layanan kesehatan, sampai dukungan psikososial," ujarnya.
Baca Juga: Gun Gun Heryanto: Siapa Sebenarnya Juru Bicara Utama Penanganan Bencana Sumatera?
Selain itu, lanjut Anies, akses jalan yang putus lebih bisa cepat dibuka karena alat berat, TNI, dan semua instansi bisa digerakkan lebih masif. "Dan ke depan, program perbaikan rumah, sekolah, jalan, bantuan usaha kecil juga bisa lebih kuat karena dibiayai negara, bukan hanya mengandalkan APBD yang terbatas," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan biaya untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai sekitar Rp51,82 triliun. Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penangan bencana alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.
"Kemudian kami laporkan ini secara nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan penjumlahan dari 3 provinsi, estimasi yang diperlukan dana adalah Rp51,82 triliun," kata Suharyanto, dikutip Senin (8/12/2025).
Sementara, Presiden Prabowo Subianto berharap masyarakat bersabar karena semua upaya pemulihan membutuhkan proses yang tidak sebentar. Prabowo memastikan semua pihak bekerja keras memulihkan kondisi pascabencana.
"Tentunya kita butuh kesabaran dari bapak-bapak, ibu-Ibu sekalian. Karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua itu ya," kata Prabowo, Jumat (12/12/2025).
(zik)
Lihat Juga :