Irman Gusman Serahkan Special Award, Hashim Tegaskan Komitmen Lingkungan
Jum'at, 12 Desember 2025 - 17:43 WIB
loading...
Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman menyerahkan Indonesia Ambassador Award kepada Hashim Djojohadikusumo, disaksikan Founder MarkPlus Hermawan Kertajaya serta Presiden IGCN Y.W. Junardy. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman menyerahkan "Indonesia Ambassador Award" kepada Hashim Djojohadikusumo . Pemberian penghargaan tersebut disaksikan Founder MarkPlus Hermawan Kertajaya serta Presiden IGCN Y.W. Junardy.
Penghargaan tersebut diberikan dalam The 20th MarkPlus Conference 2026, salah satu forum pemasaran terbesar di Asia Tenggara yang dihadiri ribuan peserta dan ratusan tokoh dari berbagai sektor.
Irman menyampaikan bahwa apresiasi ini diberikan atas peran strategis Hashim dalam diplomasi energi dan iklim Indonesia di tingkat global, terutama sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Climate Change and Energy di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, termasuk yang baru melanda lintas provinsi Sumbar, Sumut, dan Aceh, kontribusi Hashim menjadi semakin relevan.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor, Belasan Truk Bantuan Meluncur ke Sumatera
"Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu membaca perubahan zaman dan menjawabnya dengan langkah konkret. Kiprah Pak Hashim memperlihatkan komitmen nyata untuk memperkuat ketahanan iklim dan energi nasional," ujar Irman, dikutip Jumat (12/12/2025).
Hashim mengucapkan terima kasih kepada para sahabat dan seniornya. Hashim menyebut Irman Gusman sebagai sahabat dan Hermawan Kertajaya sebagai senior dalam dunia pemikiran dan pemasaran.
"Banyak yang bertanya kenapa Presiden Prabowo—kakak saya sendiri—menugaskan saya menjadi utusan Presiden untuk Climate Change and Energy. Karena beliau tahu, sudah puluhan tahun saya terlibat dalam program lingkungan, konservasi, dan heritage," ucap Hashim.
Ia menegaskan bahwa penunjukan tersebut adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo menjawab kritik publik terkait isu lingkungan dengan menempatkan figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam konservasi.
Hashim juga mengutip bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh sebagai contoh kerusakan hutan akibat ulah pihak tak bertanggung jawab. Ia menyebut kebutuhan anggaran pemulihan yang mencapai Rp51 triliun, termasuk perbaikan jembatan, jalan, lahan pertanian, serta rehabilitasi hutan.
Sebagai solusi global, Hashim menjelaskan keterlibatan Indonesia bersama Brasil dalam membangun Tropical Forest Forever Facility (TFFF)—dana multilateral untuk pemulihan dan perlindungan hutan tropis.
Penghargaan tersebut diberikan dalam The 20th MarkPlus Conference 2026, salah satu forum pemasaran terbesar di Asia Tenggara yang dihadiri ribuan peserta dan ratusan tokoh dari berbagai sektor.
Irman menyampaikan bahwa apresiasi ini diberikan atas peran strategis Hashim dalam diplomasi energi dan iklim Indonesia di tingkat global, terutama sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Climate Change and Energy di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, termasuk yang baru melanda lintas provinsi Sumbar, Sumut, dan Aceh, kontribusi Hashim menjadi semakin relevan.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor, Belasan Truk Bantuan Meluncur ke Sumatera
"Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu membaca perubahan zaman dan menjawabnya dengan langkah konkret. Kiprah Pak Hashim memperlihatkan komitmen nyata untuk memperkuat ketahanan iklim dan energi nasional," ujar Irman, dikutip Jumat (12/12/2025).
Hashim mengucapkan terima kasih kepada para sahabat dan seniornya. Hashim menyebut Irman Gusman sebagai sahabat dan Hermawan Kertajaya sebagai senior dalam dunia pemikiran dan pemasaran.
"Banyak yang bertanya kenapa Presiden Prabowo—kakak saya sendiri—menugaskan saya menjadi utusan Presiden untuk Climate Change and Energy. Karena beliau tahu, sudah puluhan tahun saya terlibat dalam program lingkungan, konservasi, dan heritage," ucap Hashim.
Ia menegaskan bahwa penunjukan tersebut adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo menjawab kritik publik terkait isu lingkungan dengan menempatkan figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam konservasi.
Hashim juga mengutip bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh sebagai contoh kerusakan hutan akibat ulah pihak tak bertanggung jawab. Ia menyebut kebutuhan anggaran pemulihan yang mencapai Rp51 triliun, termasuk perbaikan jembatan, jalan, lahan pertanian, serta rehabilitasi hutan.
Sebagai solusi global, Hashim menjelaskan keterlibatan Indonesia bersama Brasil dalam membangun Tropical Forest Forever Facility (TFFF)—dana multilateral untuk pemulihan dan perlindungan hutan tropis.
(zik)
Lihat Juga :