Forum Rembuk Energi 2025, Ajak Anak Muda Terlibat dalam Isu Energi Nasional
Kamis, 11 Desember 2025 - 19:15 WIB
loading...
Satgas Hilirisasi Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak anak muda untuk terlibat dalam isu energi nasional.Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Satgas Hilirisasi Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak anak muda untuk terlibat dalam isu energi nasional . Ketahanan energi merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif generasi penerus.
Hal itu terungkap dalam forum Rembuk Energi dan Hilirisasi 2025 yang digelar Kementerian ESDM bersama Inisiatif Daulat Energi (IDE). Kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman publik, khususnya generasi muda, mengenai arah kebijakan energi nasional dan pengembangan hilirisasi sumber daya alam.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.
Baca juga: 8 Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 Ditetapkan Komisi XII DPR, Ini Daftarnya
Laode menilai kebijakan energi saat ini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga kesiapan ekosistem, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Laode juga menyinggung sejumlah agenda nasional, mulai dari target penambahan kapasitas pembangkit listrik, peningkatan rasio elektrifikasi, hingga pengembangan energi bersih dan bahan bakar ramah lingkungan.
“Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pemahaman generasi muda tentang struktur energi nasional dan bagaimana mereka dapat mengambil bagian,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Senior Director of Oil, Gas and Petrochemical Danantara Asset Management Wiko Migantoro menekankan pentingnya upaya untuk memperkenalkan ekosistem energi kepada generasi muda secara lebih komprehensif. Wiko menjelaskan rantai nilai energi masa depan menghadirkan peluang besar di bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan industri hijau.
Baca juga: Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Subroto 2025
“Anak muda perlu memahami bahwa hilirisasi bukan hanya tentang industri berat, tetapi juga ekosistem yang luas—mulai dari teknologi, riset, hingga pengembangan industri berkelanjutan,” ujar Wiko.
Wakil BP BUMN Tedi Baratha, menyoroti peran hilirisasi dalam membuka kesempatan bagi berbagai sektor pendukung, termasuk UMKM dan layanan berbasis komunitas. Menurutnya, partisipasi generasi muda menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program hilirisasi di masa depan. “Hilirisasi memberikan dampak nyata bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menciptakan ruang inovasi baru bagi anak muda,” kata Tedi.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah rencana dan kajian strategis untuk memperkuat sektor hilirisasi, termasuk penyusunan 18 dokumen pra-studi kelayakan yang akan menjadi panduan dalam memilih proyek prioritas di masa mendatang. Program ini mencakup penguatan rantai pasok energi, pengolahan mineral strategis, dan pengembangan industri berbasis energi terbarukan.
Dari perspektif pemberdayaan generasi muda, Advisor Committee Inisiatif Daulat Energi (IDE), Arief Rosyid, menekankan perlunya pendekatan yang komunikatif agar isu energi dan hilirisasi tidak terasa jauh dari keseharian anak muda. “Narasi hilirisasi harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Anak muda perlu melihat bahwa isu energi adalah bagian dari masa depan mereka,” ujarnya.
Berbeda dari konferensi pada umumnya, Rembuk Energi dan Festival Hilirisasi 2025 diadakan di POS Bloc Jakarta dengan pendekatan visual dan bahasa yang lebih dekat dengan anak muda. Peta potensi hilirisasi ditampilkan melalui dinding biru bergrafis cerah dengan tema “Negara Kita Kaya Banget!”, sementara langit-langit ruangan dipenuhi banner ilustratif yang menggambarkan produk hilirisasi seperti senar gitar, kabel PLN, hingga sarden.
Selain menghadirkan panelis dari sektor energi, acara ini juga melibatkan pelaku hilirisasi pangan. CEO Rumah Mocaf, Riza Azyumarridha, membagikan pengalaman mengembangkan tepung Mocaf dari singkong sebagai contoh bagaimana hilirisasi dapat mengubah nilai suatu komoditas sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
“Hilirisasi membuat produk yang dianggap biasa menjadi bernilai dan membuka peluang bagi petani untuk naik kelas,” ujar Riza.
Arief Rosyid menegaskan kembali pentingnya pelibatan generasi muda dalam agenda besar hilirisasi nasional. “Dengan contoh yang relevan bagi anak muda, kami berharap semakin banyak yang tergerak untuk mencari tahu, terlibat, dan mengambil peran untuk masa depan Indonesia,” katanya.
Hal itu terungkap dalam forum Rembuk Energi dan Hilirisasi 2025 yang digelar Kementerian ESDM bersama Inisiatif Daulat Energi (IDE). Kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman publik, khususnya generasi muda, mengenai arah kebijakan energi nasional dan pengembangan hilirisasi sumber daya alam.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.
Baca juga: 8 Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 Ditetapkan Komisi XII DPR, Ini Daftarnya
Laode menilai kebijakan energi saat ini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga kesiapan ekosistem, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Laode juga menyinggung sejumlah agenda nasional, mulai dari target penambahan kapasitas pembangkit listrik, peningkatan rasio elektrifikasi, hingga pengembangan energi bersih dan bahan bakar ramah lingkungan.
“Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pemahaman generasi muda tentang struktur energi nasional dan bagaimana mereka dapat mengambil bagian,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Senior Director of Oil, Gas and Petrochemical Danantara Asset Management Wiko Migantoro menekankan pentingnya upaya untuk memperkenalkan ekosistem energi kepada generasi muda secara lebih komprehensif. Wiko menjelaskan rantai nilai energi masa depan menghadirkan peluang besar di bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan industri hijau.
Baca juga: Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Subroto 2025
“Anak muda perlu memahami bahwa hilirisasi bukan hanya tentang industri berat, tetapi juga ekosistem yang luas—mulai dari teknologi, riset, hingga pengembangan industri berkelanjutan,” ujar Wiko.
Wakil BP BUMN Tedi Baratha, menyoroti peran hilirisasi dalam membuka kesempatan bagi berbagai sektor pendukung, termasuk UMKM dan layanan berbasis komunitas. Menurutnya, partisipasi generasi muda menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program hilirisasi di masa depan. “Hilirisasi memberikan dampak nyata bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menciptakan ruang inovasi baru bagi anak muda,” kata Tedi.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah rencana dan kajian strategis untuk memperkuat sektor hilirisasi, termasuk penyusunan 18 dokumen pra-studi kelayakan yang akan menjadi panduan dalam memilih proyek prioritas di masa mendatang. Program ini mencakup penguatan rantai pasok energi, pengolahan mineral strategis, dan pengembangan industri berbasis energi terbarukan.
Dari perspektif pemberdayaan generasi muda, Advisor Committee Inisiatif Daulat Energi (IDE), Arief Rosyid, menekankan perlunya pendekatan yang komunikatif agar isu energi dan hilirisasi tidak terasa jauh dari keseharian anak muda. “Narasi hilirisasi harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Anak muda perlu melihat bahwa isu energi adalah bagian dari masa depan mereka,” ujarnya.
Berbeda dari konferensi pada umumnya, Rembuk Energi dan Festival Hilirisasi 2025 diadakan di POS Bloc Jakarta dengan pendekatan visual dan bahasa yang lebih dekat dengan anak muda. Peta potensi hilirisasi ditampilkan melalui dinding biru bergrafis cerah dengan tema “Negara Kita Kaya Banget!”, sementara langit-langit ruangan dipenuhi banner ilustratif yang menggambarkan produk hilirisasi seperti senar gitar, kabel PLN, hingga sarden.
Selain menghadirkan panelis dari sektor energi, acara ini juga melibatkan pelaku hilirisasi pangan. CEO Rumah Mocaf, Riza Azyumarridha, membagikan pengalaman mengembangkan tepung Mocaf dari singkong sebagai contoh bagaimana hilirisasi dapat mengubah nilai suatu komoditas sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
“Hilirisasi membuat produk yang dianggap biasa menjadi bernilai dan membuka peluang bagi petani untuk naik kelas,” ujar Riza.
Arief Rosyid menegaskan kembali pentingnya pelibatan generasi muda dalam agenda besar hilirisasi nasional. “Dengan contoh yang relevan bagi anak muda, kami berharap semakin banyak yang tergerak untuk mencari tahu, terlibat, dan mengambil peran untuk masa depan Indonesia,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :