BEM PTNU Gelar Mukernas 2025, Presidium Nasional Tekankan Kolaborasi Gerakan
Rabu, 10 Desember 2025 - 18:07 WIB
loading...
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi (Baha) saat Mukernas 2025 di Kampus I UNU NTB, Mataram, Jumat (5/12/25). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
MATARAM - Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) menggelar Mukernas 2025 di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Jumat (5/12/25). Kegiatan bertajuk Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri ini dimulai dari penyambutan peserta, penampilan Gendang Beleq, hingga agenda internal organisasi.
Penampilan Gendang Beleq di pintu masuk memberikan nuansa penyambutan khas Lombok yang memperkuat kesan persaudaraan antarwilayah. Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars UNU NTB, serta pembacaan salawat Asghil secara bersama-sama. Baca juga: Diundang ke Istana, BEM PTNU Se-Nusantara Sampaikan Aspirasi Strategis Kebangsaan
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan launching portal berita BEM PTNU Se-Nusantara sebagai media resmi organisasi. Kehadiran portal tersebut, menjadi langkah baru dalam penguatan publikasi dan penyebaran informasi gerakan mahasiswa PTNU. Portal ini dirancang untuk memudahkan dokumentasi kegiatan serta memperluas jangkauan komunikasi nasional.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi (Baha) menilai seluruh rangkaian ini memberikan energi baru bagi arah gerakan mahasiswa PTNU. Ia menjelaskan bahwa kekayaan budaya yang dihadirkan dalam pembukaan mencerminkan karakter ke-NU-an yang menghargai keragaman. “Kita merayakan persatuan melalui tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain Mukernas, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) 2025 yang terbagi dalam empat kelas, yaitu Leadership dan Analisis Kebijakan Publik, Youth Entrepreneurship, Ketahanan Pangan, serta Media dan Influencer. Pelatihan tersebut dirancang untuk menguatkan kapasitas dan kemampuan adaptif mahasiswa.
Baha menilai PKMNU menjadi ruang penting untuk membangun kompetensi kader sesuai kebutuhan zaman. Ia menjelaskan mahasiswa perlu memahami isu publik, berani berinovasi, serta memiliki kreativitas dalam menghadapi tantangan generasi muda. “Setiap kelas pelatihan memberi bekal bagi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika nasional,” katanya.
Pada malam hari, peserta mengikuti gala dinner di Pendopo Wali Kota Mataram sebagai agenda silaturahmi antardelegasi. Suasana keakraban yang tercipta dalam kegiatan tersebut memperkuat jaringan gerakan mahasiswa PTNU secara nasional. “Forum informal selalu membantu memperkuat solidaritas. Kekuatan gerakan berawal dari hubungan yang saling percaya,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan field trip ke Desa Sade hingga Kuta Mandalika, yang memberikan pengalaman budaya serta wawasan pariwisata bagi peserta. Di Desa Sade, peserta mengenal tradisi masyarakat Sasak yang masih terjaga hingga kini. Bagi Baha, pengalaman tersebut memberi pelajaran tentang pentingnya merawat warisan leluhur.
Baha juga mengapresiasi kunjungan ke Mandalika yang memperlihatkan dinamika pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dapat belajar bagaimana pariwisata, ekonomi, dan modernisasi saling berkaitan. “Mahasiswa harus memahami perubahan agar mampu mengambil peran dalam pembangunan,” tegasnya. Baca juga: Komdigi: Scam Makin Berkembang, Gen Z Wajib Tingkatkan Literasi Digital
Seluruh proses Mukernas melahirkan semangat baru, kata Baha, bagi gerakan mahasiswa PTNU. Ia mendorong seluruh kader agar menjaga komitmen dan memperkuat jaringan kolaborasi antarwilayah. “Kita memiliki tugas besar untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Baha menegaskan Mukernas 2025 menjadi titik awal penguatan gerakan mahasiswa PTNU dengan arah yang semakin jelas. Ia percaya bahwa kolaborasi yang lahir selama kegiatan akan memberi dampak positif dalam kerja-kerja organisasi ke depan. “Ini saatnya mahasiswa PTNU menunjukkan kualitas dan dedikasi yang nyata,” tegasnya.
Penampilan Gendang Beleq di pintu masuk memberikan nuansa penyambutan khas Lombok yang memperkuat kesan persaudaraan antarwilayah. Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars UNU NTB, serta pembacaan salawat Asghil secara bersama-sama. Baca juga: Diundang ke Istana, BEM PTNU Se-Nusantara Sampaikan Aspirasi Strategis Kebangsaan
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan launching portal berita BEM PTNU Se-Nusantara sebagai media resmi organisasi. Kehadiran portal tersebut, menjadi langkah baru dalam penguatan publikasi dan penyebaran informasi gerakan mahasiswa PTNU. Portal ini dirancang untuk memudahkan dokumentasi kegiatan serta memperluas jangkauan komunikasi nasional.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi (Baha) menilai seluruh rangkaian ini memberikan energi baru bagi arah gerakan mahasiswa PTNU. Ia menjelaskan bahwa kekayaan budaya yang dihadirkan dalam pembukaan mencerminkan karakter ke-NU-an yang menghargai keragaman. “Kita merayakan persatuan melalui tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain Mukernas, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) 2025 yang terbagi dalam empat kelas, yaitu Leadership dan Analisis Kebijakan Publik, Youth Entrepreneurship, Ketahanan Pangan, serta Media dan Influencer. Pelatihan tersebut dirancang untuk menguatkan kapasitas dan kemampuan adaptif mahasiswa.
Baha menilai PKMNU menjadi ruang penting untuk membangun kompetensi kader sesuai kebutuhan zaman. Ia menjelaskan mahasiswa perlu memahami isu publik, berani berinovasi, serta memiliki kreativitas dalam menghadapi tantangan generasi muda. “Setiap kelas pelatihan memberi bekal bagi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika nasional,” katanya.
Pada malam hari, peserta mengikuti gala dinner di Pendopo Wali Kota Mataram sebagai agenda silaturahmi antardelegasi. Suasana keakraban yang tercipta dalam kegiatan tersebut memperkuat jaringan gerakan mahasiswa PTNU secara nasional. “Forum informal selalu membantu memperkuat solidaritas. Kekuatan gerakan berawal dari hubungan yang saling percaya,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan field trip ke Desa Sade hingga Kuta Mandalika, yang memberikan pengalaman budaya serta wawasan pariwisata bagi peserta. Di Desa Sade, peserta mengenal tradisi masyarakat Sasak yang masih terjaga hingga kini. Bagi Baha, pengalaman tersebut memberi pelajaran tentang pentingnya merawat warisan leluhur.
Baha juga mengapresiasi kunjungan ke Mandalika yang memperlihatkan dinamika pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dapat belajar bagaimana pariwisata, ekonomi, dan modernisasi saling berkaitan. “Mahasiswa harus memahami perubahan agar mampu mengambil peran dalam pembangunan,” tegasnya. Baca juga: Komdigi: Scam Makin Berkembang, Gen Z Wajib Tingkatkan Literasi Digital
Seluruh proses Mukernas melahirkan semangat baru, kata Baha, bagi gerakan mahasiswa PTNU. Ia mendorong seluruh kader agar menjaga komitmen dan memperkuat jaringan kolaborasi antarwilayah. “Kita memiliki tugas besar untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Baha menegaskan Mukernas 2025 menjadi titik awal penguatan gerakan mahasiswa PTNU dengan arah yang semakin jelas. Ia percaya bahwa kolaborasi yang lahir selama kegiatan akan memberi dampak positif dalam kerja-kerja organisasi ke depan. “Ini saatnya mahasiswa PTNU menunjukkan kualitas dan dedikasi yang nyata,” tegasnya.
(poe)
Lihat Juga :