Lembaga dan Badan Otonom PBNU Serukan Kepatuhan pada AD/ART di Tengah Dinamika Internal
Selasa, 09 Desember 2025 - 21:42 WIB
loading...
Lembaga dan Banom NU menyerukan pentingnya menjaga keutuhan organisasi di tengah dinamika internal yang menguat menjelang pelaksanaan rapat pleno Syuriyah PBNU pada 9–10 Desember. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah lembaga dan badan otonom (banom) di bawah Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan pentingnya menjaga keutuhan organisasi di tengah dinamika internal yang menguat menjelang pelaksanaan rapat pleno Syuriyah PBNU pada 9-10 Desember 2025. Pleno tersebut menjadi sorotan karena salah satu agendanya adalah penetapan Pejabat Pelaksana Ketua Umum PBNU.
Forum Lembaga-Banom PBNU pada Senin (8/12/2025) merilis pernyataan bersama berisi lima poin sikap. Pernyataan itu disampaikan setelah mencermati perkembangan situasi internal, khususnya pascapertemuan para sesepuh dan mustasyar NU di Tebuireng, Jombang.
Dalam rilis tersebut, para pimpinan lembaga dan banom menegaskan komitmen untuk tetap tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta mengikuti fatwa para masyayikh yang disampaikan dalam pertemuan Tebuireng.
"Kami memohon kepada masyayikh, pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, dan semua pihak untuk menjaga keutuhan jam'iyah dan menghindari potensi dualisme. Karena itu, harus terus-menerus didorong musyawarah yang bermartabat," demikian salah satu isi rilis tersebut.
Forum itu juga menyatakan untuk tetap fokus bekerja secara profesional dalam menjalankan program lembaga dan banom masing-masing. Selain itu, mereka mengajak seluruh warga NU untuk berdoa agar organisasi terhindar dari fitnah dan perpecahan.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh 19 lembaga dan banom, antara lain Lembaga Pendidikan Ma’arif, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU), Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU), LAKPESDAM, LPBH, LESBUMI, LAZISNU, serta sejumlah badan otonom seperti IPNU, JATMAN, JQH NU, ISNU, Sarbumusi, Pagar Nusa, dan Serikat Nelayan NU.
Dikonfirmasi terpisah, Presiden Sarbumusi Irham Ali Saifuddin membenarkan rilis tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menghadiri pleno yang digelar hari ini.
"Tidak. Saya dan beberapa pimpinan badan otonom hari ini ziarah ke Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari dan para pendiri NU. Kami akan berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk keutuhan jam'iyyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih jauh dari pihak Syuriyah PBNU terkait agenda pleno maupun respons terhadap pernyataan forum lembaga dan banom tersebut. Namun, seruan agar menghindari dualisme dan mengedepankan musyawarah dinilai sebagai sinyal kuat bahwa ketegangan internal membutuhkan ruang dialog yang lebih luas agar tidak meluas menjadi perpecahan struktural di tubuh organisasi.
Forum Lembaga-Banom PBNU pada Senin (8/12/2025) merilis pernyataan bersama berisi lima poin sikap. Pernyataan itu disampaikan setelah mencermati perkembangan situasi internal, khususnya pascapertemuan para sesepuh dan mustasyar NU di Tebuireng, Jombang.
Dalam rilis tersebut, para pimpinan lembaga dan banom menegaskan komitmen untuk tetap tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta mengikuti fatwa para masyayikh yang disampaikan dalam pertemuan Tebuireng.
"Kami memohon kepada masyayikh, pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, dan semua pihak untuk menjaga keutuhan jam'iyah dan menghindari potensi dualisme. Karena itu, harus terus-menerus didorong musyawarah yang bermartabat," demikian salah satu isi rilis tersebut.
Forum itu juga menyatakan untuk tetap fokus bekerja secara profesional dalam menjalankan program lembaga dan banom masing-masing. Selain itu, mereka mengajak seluruh warga NU untuk berdoa agar organisasi terhindar dari fitnah dan perpecahan.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh 19 lembaga dan banom, antara lain Lembaga Pendidikan Ma’arif, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU), Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU), LAKPESDAM, LPBH, LESBUMI, LAZISNU, serta sejumlah badan otonom seperti IPNU, JATMAN, JQH NU, ISNU, Sarbumusi, Pagar Nusa, dan Serikat Nelayan NU.
Dikonfirmasi terpisah, Presiden Sarbumusi Irham Ali Saifuddin membenarkan rilis tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menghadiri pleno yang digelar hari ini.
"Tidak. Saya dan beberapa pimpinan badan otonom hari ini ziarah ke Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari dan para pendiri NU. Kami akan berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk keutuhan jam'iyyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih jauh dari pihak Syuriyah PBNU terkait agenda pleno maupun respons terhadap pernyataan forum lembaga dan banom tersebut. Namun, seruan agar menghindari dualisme dan mengedepankan musyawarah dinilai sebagai sinyal kuat bahwa ketegangan internal membutuhkan ruang dialog yang lebih luas agar tidak meluas menjadi perpecahan struktural di tubuh organisasi.
(abd)
Lihat Juga :