Green Merah Putih Minta Pemerintah Keluarkan Perpres Selamatkan Lingkungan
Selasa, 09 Desember 2025 - 16:54 WIB
loading...
Green Merah Putih meminta Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang partisipasi pihak swasta dalam masalah lingkungan hidup. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Organisasi pecinta lingkungan, Green Merah Putih meminta Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang partisipasi pihak swasta dalam masalah lingkungan hidup. Perpres ini dibutuhkan sebagai solusi untuk mengatasi kerusakan lingkungan hidup, sehingga bencana banjir dan longsor di Sumatera, tidak terulang kembali.
"Walaupun ada Perpres No 12 Tahun 2025 tapi itu hanya landasan dan tidak spesifik tentang Lingkungan Hidup tapi pemerintah terlihat punya niat. Untuk itu kami juga berharap ada perpres khusus untuk membuat semua pihak termasuk BUMN, Pemerintah Daerah dan Pihak Swasta lebih terlibat lebih banyak terhadap lingkungan hidup kita," kata Inisiator Green Merah Putih Fauzan Rachmansyah, Selasa (9/12/2025).
Fauzan menjelaskan, Green Merah Putih didirikan dari hasil diskusi dari para peserta yang berkumpul untuk mengubah pesimisme menjadi optimisme.
Baca juga: Menko Polkam Konsolidasikan TNI-Polri-BIN untuk Penanganan Pascabencana di Sumatera
"Pecinta lingkungan hidup dari lintas profesi berkumpul, ada dari pemuda, pengusaha, TNI, penerbang, influencer, seniman, dokter dan lain-lain. Hari ini kami mendirikan gerakan Green Merah Putih untuk bergerak lebih cepat dan fokus, serta menyarankan pemerintah membuat satu dasar hukum yang kuat dan slogan bersama untuk menjaga lingkungan hidup," ucapnya.
Fauzan menyebut, bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi pemicu bagi para aktivis lingkungan ini untuk bergerak menyelamatkan Indonesia dari berbagai bahaya bencana yang mungkin mengancam masa depan anak cucu kita.
Baca juga: Pemprov Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 22 Desember 2025
"Pesimisme di masyarakat yang terjadi karena bencana alam beberapa waktu ini akibat kurang perhatiannya terhadap lingkungan hidup. Jadi trigger kami untuk menyelamatkan lingkungan," ujarnya.
Fauzan menambahkan, aksi penyelamatan lingkungan juga bagian dari rencana menuju Indonesia Emas 2045. "Bayangan Indonesia Emas 2045 tidak akan lepas dari bayangan kita hidup dengan tidak ada polusi, tidak ada kekhawatiran akan bencana akibat kelalaian dan tidak ada sampah yang tidak terselesaikan," katanya.
"Walaupun ada Perpres No 12 Tahun 2025 tapi itu hanya landasan dan tidak spesifik tentang Lingkungan Hidup tapi pemerintah terlihat punya niat. Untuk itu kami juga berharap ada perpres khusus untuk membuat semua pihak termasuk BUMN, Pemerintah Daerah dan Pihak Swasta lebih terlibat lebih banyak terhadap lingkungan hidup kita," kata Inisiator Green Merah Putih Fauzan Rachmansyah, Selasa (9/12/2025).
Fauzan menjelaskan, Green Merah Putih didirikan dari hasil diskusi dari para peserta yang berkumpul untuk mengubah pesimisme menjadi optimisme.
Baca juga: Menko Polkam Konsolidasikan TNI-Polri-BIN untuk Penanganan Pascabencana di Sumatera
"Pecinta lingkungan hidup dari lintas profesi berkumpul, ada dari pemuda, pengusaha, TNI, penerbang, influencer, seniman, dokter dan lain-lain. Hari ini kami mendirikan gerakan Green Merah Putih untuk bergerak lebih cepat dan fokus, serta menyarankan pemerintah membuat satu dasar hukum yang kuat dan slogan bersama untuk menjaga lingkungan hidup," ucapnya.
Fauzan menyebut, bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi pemicu bagi para aktivis lingkungan ini untuk bergerak menyelamatkan Indonesia dari berbagai bahaya bencana yang mungkin mengancam masa depan anak cucu kita.
Baca juga: Pemprov Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 22 Desember 2025
"Pesimisme di masyarakat yang terjadi karena bencana alam beberapa waktu ini akibat kurang perhatiannya terhadap lingkungan hidup. Jadi trigger kami untuk menyelamatkan lingkungan," ujarnya.
Fauzan menambahkan, aksi penyelamatan lingkungan juga bagian dari rencana menuju Indonesia Emas 2045. "Bayangan Indonesia Emas 2045 tidak akan lepas dari bayangan kita hidup dengan tidak ada polusi, tidak ada kekhawatiran akan bencana akibat kelalaian dan tidak ada sampah yang tidak terselesaikan," katanya.
(cip)
Lihat Juga :