Ogah Tanggapi Usulan Koalisi Permanen, Puan: Kita Masih Berduka
Senin, 08 Desember 2025 - 20:03 WIB
loading...
Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani enggan menanggapi usulan pembentukan koalisi permanen. Puan menyatakan bahwa saat ini belum saatnya membahas soal perpolitikan. Foto/Felldy Asyla Utama
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani enggan menanggapi usulan pembentukan koalisi permanen. Puan menyatakan bahwa saat ini belum saatnya membahas soal perpolitikan.
"Urusan politik masih jauh," kata Puan dalam konferensi pers di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).
Terlebih, kata dia, saat ini juga sejumlah wilayah Indonesia masih dilanda bencana alam. Oleh karenanya, Puan meminta semua pihak untuk fokus terlebih dahulu tentang penanganan kebencanaan.
"Sekarang kita masih berduka karena musibah sedang melanda saudara-saudara kita di Aceh, di Sumut, di Sumbar. Jadi lebih baik kita sama-sama berdoa dulu. Kemudian menyelesaikan permasalahan bencana ini," ujarnya.
Baca Juga: Di Depan Prabowo, Bahlil Usulkan Bentuk Koalisi Permanen: Jangan Koalisi On-off
Puan mengatakan, yang terpenting saat ini adalah kondisi Indonesia normal lagi. "Jadi kita bicarakan setelah kondisi dan situasi Indonesia kembali normal. Semuanya aman dan saudara kita pulih dan Indonesia normal lagi," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan koalisi permanen. Hal itu disampaikan Bahlil di depan Presiden Prabowo Subianto, saat berpidato di acara doa bersama dalam rangka Perayaan Puncak HUT ke-61 Golkar bertajuk, "Merajut Kebersamaan Membangun Indonesia Maju," di Istora Senayan, Jumat (5/12/2025).
Mulanya, Bahlil mengaku tak terasa satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, sudah banyak program yang sudah dan akan dieksekusi seperti, Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan dan energi.
"Kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden, menyangkut energi, sejak 2008 sampai 2024, belum pernah lifting kita mencapai target APBN. Di tahun 2025 insyaallah, Partai Golkar di bawah Presiden akan mewujudkan lifting kita akan melebihi target APBN. Bahkan solar, di tahun 2026, kita tidak akan lagi impor lagi," tutur Bahlil.
Ia berkata, masih banyak program kesejahteraan rakyat yang digagas Presiden Prabowo, seperti Sekolah Rakyat, hilirisasi produktif, reforma agraria, internet gratis. Menurutnya, pelaksanaan program itu harus membutuhkan stabilitas. "Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran. Perlu dikuatkan koalisi permanen. Jangan koalisi on-off, on-off. Jangan koalisi, di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang," ujar Bahlil.
Bahlik mengatakan, harus ada prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar. "Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng. Dan itu diperlukan gentlemen. Diperlukan gentlemen yang kuat."
"Urusan politik masih jauh," kata Puan dalam konferensi pers di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).
Terlebih, kata dia, saat ini juga sejumlah wilayah Indonesia masih dilanda bencana alam. Oleh karenanya, Puan meminta semua pihak untuk fokus terlebih dahulu tentang penanganan kebencanaan.
"Sekarang kita masih berduka karena musibah sedang melanda saudara-saudara kita di Aceh, di Sumut, di Sumbar. Jadi lebih baik kita sama-sama berdoa dulu. Kemudian menyelesaikan permasalahan bencana ini," ujarnya.
Baca Juga: Di Depan Prabowo, Bahlil Usulkan Bentuk Koalisi Permanen: Jangan Koalisi On-off
Puan mengatakan, yang terpenting saat ini adalah kondisi Indonesia normal lagi. "Jadi kita bicarakan setelah kondisi dan situasi Indonesia kembali normal. Semuanya aman dan saudara kita pulih dan Indonesia normal lagi," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan koalisi permanen. Hal itu disampaikan Bahlil di depan Presiden Prabowo Subianto, saat berpidato di acara doa bersama dalam rangka Perayaan Puncak HUT ke-61 Golkar bertajuk, "Merajut Kebersamaan Membangun Indonesia Maju," di Istora Senayan, Jumat (5/12/2025).
Mulanya, Bahlil mengaku tak terasa satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, sudah banyak program yang sudah dan akan dieksekusi seperti, Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan dan energi.
"Kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden, menyangkut energi, sejak 2008 sampai 2024, belum pernah lifting kita mencapai target APBN. Di tahun 2025 insyaallah, Partai Golkar di bawah Presiden akan mewujudkan lifting kita akan melebihi target APBN. Bahkan solar, di tahun 2026, kita tidak akan lagi impor lagi," tutur Bahlil.
Ia berkata, masih banyak program kesejahteraan rakyat yang digagas Presiden Prabowo, seperti Sekolah Rakyat, hilirisasi produktif, reforma agraria, internet gratis. Menurutnya, pelaksanaan program itu harus membutuhkan stabilitas. "Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran. Perlu dikuatkan koalisi permanen. Jangan koalisi on-off, on-off. Jangan koalisi, di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang," ujar Bahlil.
Bahlik mengatakan, harus ada prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar. "Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng. Dan itu diperlukan gentlemen. Diperlukan gentlemen yang kuat."
(zik)
Lihat Juga :