Dampak Bencana Sumatera 2025 Lebih Parah dari Tsunami 2004

Minggu, 07 Desember 2025 - 18:30 WIB
loading...
Dampak Bencana Sumatera...
Sejumlah tokoh yang pernah terlibat dalam Pemulihan Aceh-Nias menilai bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera pada akhir 2025 memiliki skala kerusakan yang melampaui tsunami Aceh 2004. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Sejumlah tokoh yang pernah terlibat dalam Pemulihan Aceh-Nias menilai bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera pada akhir 2025 memiliki skala kerusakan yang melampaui tsunami Aceh 2004.

Mantan Direktur Hubungan Luar Negeri dan Donor BRR Aceh-Nias Heru Prasetyo mengatakan, kompleksitas bencana kali ini jauh lebih berat. Sebab, yang dihadapi bukan bukan sekadar bencana alam, tetapi juga krisis lingkungan dan dampak berlapis lainnya.

Baca juga: Penanganan Bencana di Sumatera, Prabowo: Kita Hadapi Musibah dengan Solidaritas

“Bencana Sumatera ini merupakan kombinasi dari tsunami Aceh, Covid-19, Lapindo, dan perubahan iklim,” ujar Heru dalam Sarasehan Daring Pemulihan Andalas bertajuk Pembelajaran dari Aceh-Nias: Rekoleksi Pengetahuan di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

“Kita punya ide, pengalaman, dan pengetahuan. Yang belum kita punya hanya otoritas. Jika semua itu bisa diagregasi dalam satu platform dan diajukan kepada pemegang keputusan, hasilnya akan sangat berarti,” sambungnya.

Menurut dia, Topan Senyar yang memicu hujan ekstrem pada akhir November 2025 merusak parah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dengan kondisi lahan yang telah terdegradasi, banjir dan longsor meluas tak terkendali.

BNPB mencatat hampir 900 orang meninggal, lebih dari 500 orang hilang, dan jutaan warga mengungsi. Sejumlah kawasan masih kesulitan bantuan akibat padamnya listrik, jaringan komunikasi terputus, serta banyaknya jalan dan jembatan yang runtuh.

Mantan Deputi Kelembagaan dan SDM BRR Sudirman Said yang kini menjabat di PMI menuturkan cakupan kerusakan bencana Sumatera sangat luas. “Jika dipetakan, wilayah terdampak setara dengan Jawa-Madura-Bali. Ini sudah melampaui tsunami 2004,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
DPR: Blackout Sumatera...
DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Urgensi Green Campus...
Urgensi Green Campus di Tengah Krisis Ekologis
Tata Kelola Air Tanah...
Tata Kelola Air Tanah Berkelanjutan
BGN Suspend 492 SPPG...
BGN Suspend 492 SPPG di Sumatera yang Belum Daftar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Rekomendasi
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Berita Terkini
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved