Verrell Bramasta Soroti Dugaan Penyalahgunaan dan Pemotongan Dana Atlet Disabilitas
Minggu, 07 Desember 2025 - 15:28 WIB
loading...
Dugaan penyalahgunaan dan pemotongan dana atlet disabilitas di bawah struktur NPCI daerah mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari anggota Komisi X DPR Verrell Bramasta. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dugaan penyalahgunaan dan pemotongan dana atlet disabilitas di bawah struktur NPCI daerah mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari anggota Komisi X DPR Verrell Bramasta.
Dia mendesak pemerintah menindaklanjuti laporan serius terkait kasus tersebut. Dalam rapat Komisi X bersama Menpora Erick Thohir pada September 2025, Verrell mengungkap adanya 22 atlet disabilitas yang mengaku tidak menerima gaji, uang makan, serta menghadapi upaya pembungkaman ketika menuntut hak mereka.
Baca juga: Keren! Pembangunan Lapangan Squash di Kabupaten Bekasi Ramah Disabilitas
“Ini bukan sekadar soal administrasi. Ada dugaan abuse of power. Atlet yang sudah mengharumkan nama daerah justru diperlakukan tidak manusiawi,” tegas Verrell, Minggu (7/12/2025).
Perhatian Verrell terhadap dunia olahraga disabilitas bukan muncul karena sorotan publik semata. Jauh sebelum isu NPCI mencuat, dia sudah menerima audiensi dari para atlet NPCI Bekasi yang mengadukan gaji mereka yang tertunda berbulan-bulan, ketidakjelasan jabatan, hingga dugaan pemecatan sepihak.
Dari pertemuan itu, dia melihat langsung bagaimana ketimpangan perlindungan terhadap atlet disabilitas kerap terjadi secara sistemik.
Tidak hanya itu, Verrell juga menunjukkan upaya nyata dan perhatian penuh memajukan kesejahteraan bidang olahraga di Indonesia melalui penerimaan audiensi dari Andi Jerni, atlet kickboxing nasional. Hal ini untuk memperjuangkan secara berkelanjutan sekaligus memberi perhatian secara merata dan tidak hanya pada satu cabang, di mana khususnya memperlihatkan perhatian penuh pada cabang olahraga non-Olimpiade.
Konsistensi itu tidak berhenti di ruang rapat. Ketika menghadiri Fun Paralympic Karawang, Verrell ikut bermain tenis meja dan voli duduk bersama para atlet difabel. Dari pengalaman itu, dia mengaku baru merasakan langsung seberapa beratnya latihan dan teknik yang harus dikuasai para atlet.
Perjuangan atlet disabilitas tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Negara harus hadir bukan hanya saat mereka berdiri di podium membawa medali, tetapi terutama ketika hak-hak mereka terancam atau dirampas.
Verrell mendesak Kemenpora segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana, memastikan hak 22 atlet NPCI Bekasi dipenuhi, serta memperkuat mekanisme pengawasan agar praktik serupa tidak terus berulang di daerah lain.
"Olahraga bukan sekadar pertandingan tapi ruang martabat, keadilan, dan kesempatan. Kalau mereka bisa berjuang untuk Merah Putih, maka negara wajib berjuang untuk mereka juga,” ujarnya.
Dia mendesak pemerintah menindaklanjuti laporan serius terkait kasus tersebut. Dalam rapat Komisi X bersama Menpora Erick Thohir pada September 2025, Verrell mengungkap adanya 22 atlet disabilitas yang mengaku tidak menerima gaji, uang makan, serta menghadapi upaya pembungkaman ketika menuntut hak mereka.
Baca juga: Keren! Pembangunan Lapangan Squash di Kabupaten Bekasi Ramah Disabilitas
“Ini bukan sekadar soal administrasi. Ada dugaan abuse of power. Atlet yang sudah mengharumkan nama daerah justru diperlakukan tidak manusiawi,” tegas Verrell, Minggu (7/12/2025).
Perhatian Verrell terhadap dunia olahraga disabilitas bukan muncul karena sorotan publik semata. Jauh sebelum isu NPCI mencuat, dia sudah menerima audiensi dari para atlet NPCI Bekasi yang mengadukan gaji mereka yang tertunda berbulan-bulan, ketidakjelasan jabatan, hingga dugaan pemecatan sepihak.
Dari pertemuan itu, dia melihat langsung bagaimana ketimpangan perlindungan terhadap atlet disabilitas kerap terjadi secara sistemik.
Tidak hanya itu, Verrell juga menunjukkan upaya nyata dan perhatian penuh memajukan kesejahteraan bidang olahraga di Indonesia melalui penerimaan audiensi dari Andi Jerni, atlet kickboxing nasional. Hal ini untuk memperjuangkan secara berkelanjutan sekaligus memberi perhatian secara merata dan tidak hanya pada satu cabang, di mana khususnya memperlihatkan perhatian penuh pada cabang olahraga non-Olimpiade.
Konsistensi itu tidak berhenti di ruang rapat. Ketika menghadiri Fun Paralympic Karawang, Verrell ikut bermain tenis meja dan voli duduk bersama para atlet difabel. Dari pengalaman itu, dia mengaku baru merasakan langsung seberapa beratnya latihan dan teknik yang harus dikuasai para atlet.
Perjuangan atlet disabilitas tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Negara harus hadir bukan hanya saat mereka berdiri di podium membawa medali, tetapi terutama ketika hak-hak mereka terancam atau dirampas.
Verrell mendesak Kemenpora segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana, memastikan hak 22 atlet NPCI Bekasi dipenuhi, serta memperkuat mekanisme pengawasan agar praktik serupa tidak terus berulang di daerah lain.
"Olahraga bukan sekadar pertandingan tapi ruang martabat, keadilan, dan kesempatan. Kalau mereka bisa berjuang untuk Merah Putih, maka negara wajib berjuang untuk mereka juga,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :