Pertemuan Sesepuh dan Mustasyar NU di Pesantren Tebuireng Selesai, Gus Yahya Terbuka untuk Islah
Sabtu, 06 Desember 2025 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pertemuan Masyayikh di Ponpes Tebuireng Diharapkan Mampu Selesaikan Konflik PBNU
“Semuanya telah saya jawab dengan tuntas. Dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari saudara Sumantri sebagai pemegang buku keuangan BPNU, serta penjelasan-penjelasan dari Pak Amin Said Husni,” jelasnya.
“Mohon dipertimbangkan tentang masa depan tatanan organisasi Nahdlatul Ulama ini. Supaya tatanan ini tidak runtuh di tengah jalan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa sejak awal NU didirikan dengan aturan dan struktur yang ketat. Bahkan Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, kata dia, tetap dibatasi wewenangnya oleh anggaran dasar.
“Maka mari kita berpikir tetap dengan betul agar tatanan ini tidak diruntuhkan dan membawa jam’iyah ini mundur 100 tahun,” tegasnya.
“Mau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan Rapat Harian Syuriyah itu sangat bermasalah. Membuat keputusan di luar wewenangnya. Jadi ini bermasalah. Semua ikutannya dari keputusan ini bermasalah semua,” tegasnya.
Ia juga mengkritisi rencana Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 yang disebut mendasarkan diri pada keputusan bermasalah itu.
“Semuanya telah saya jawab dengan tuntas. Dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari saudara Sumantri sebagai pemegang buku keuangan BPNU, serta penjelasan-penjelasan dari Pak Amin Said Husni,” jelasnya.
Menjaga Tatanan Organisasi
Gus Yahya dalam kesempatan itu menjelaskan kepada para kiai terkait masa depan tatanan organisasi NU. Ia menegaskan bahwa dirinya dan jajaran PBNU sejak awal berkhidmah dengan niat tulus. Sehingga penting menjaga struktur yang telah diwariskan para pendiri.“Mohon dipertimbangkan tentang masa depan tatanan organisasi Nahdlatul Ulama ini. Supaya tatanan ini tidak runtuh di tengah jalan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa sejak awal NU didirikan dengan aturan dan struktur yang ketat. Bahkan Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, kata dia, tetap dibatasi wewenangnya oleh anggaran dasar.
“Maka mari kita berpikir tetap dengan betul agar tatanan ini tidak diruntuhkan dan membawa jam’iyah ini mundur 100 tahun,” tegasnya.
Soal Risalah Rapat Syuriyah
Menanggapi pernyataan bahwa pertemuan di Tebuireng tidak memengaruhi Risalah Rapat Syuriyah, Gus Yahya menilai Rapat Harian Syuriyah justru sudah bermasalah sejak awal.“Mau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan Rapat Harian Syuriyah itu sangat bermasalah. Membuat keputusan di luar wewenangnya. Jadi ini bermasalah. Semua ikutannya dari keputusan ini bermasalah semua,” tegasnya.
Ia juga mengkritisi rencana Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 yang disebut mendasarkan diri pada keputusan bermasalah itu.
Lihat Juga :