PBNU Gelar Rapat Pleno 9 Desember, Bakal Tetapkan Pj Ketua Umum Baru

Jum'at, 05 Desember 2025 - 15:33 WIB
loading...
PBNU Gelar Rapat Pleno...
Ketua PBNU, Moh. Mukri menegaskan rapat pleno merupakan forum konstitusional untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan berjalan sesuai aturan organisasi. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Moh. Mukri menegaskan bahwa rapat pleno merupakan forum konstitusional yang penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan berjalan sesuai aturan organisasi.

Oleh karena itu, PBNU akan menggelar rapat pleno pada 9 Desember 2025 mendatang. Rapat ini akan dihadiri secara lengkap oleh unsur kepengurusan PBNU, yaitu Mustasyar, A’wan, Syuriyah, Tanfidziyah, serta seluruh pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom) PBNU.

Baca juga: Wasekjen PBNU: Gus Yahya Sudah Tak Berhak Mengatasnamakan PBNU

Mukri menegaskan bahwa keputusan Syuriah PBNU untuk memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum adalah keputusan final dan mengikat. Rapat pleno mendatang menjadi bagian dari tindak lanjut mekanisme organisasi sesuai amanat Syuriah PBNU.



“Insyaa Allah. Salah satu agendanya adalah penetapan Pj Ketum PBNU,” ujar Mukri dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan bahwa seluruh proses akan ditempuh dengan menjunjung tinggi nilai keulamaan, kehati-hatian, serta tata tertib organisasi.

Baca juga: Gus Yahya Sebut Rapat Pleno Syuriyah PBNU Terkait Penunjukan Pj Ketum Tak Sah

PBNU mengimbau seluruh warga Nahdliyin untuk tetap tenang, menjaga ukhuwah, dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan PBNU agar tidak terpengaruh spekulasi yang berkembang di ruang publik.

Dukung Rais Aam


Sementara itu, Forum Bhindereh Nusantara (FORBHINU) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Jajaran Syuriyah PBNU dalam menyikapi dinamika internal yang tengah berlangsung di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Sekjen FORBHINU Ahrori Dhofir menjelaskan bahwa Syuriyah PBNU adalah lembaga tertinggi yang diberi amanah dan otoritas oleh organisasi Jamiyah Nahdlatul Ulama. Karena itu, keputusan Syuriyah bersifat final dan tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun.

“Jika keputusan Syuriyah tidak konsisten, maka akan menjadi preseden buruk bagi roda organisasi Jamiyah Nahdlatul Ulama. Maka dari itu, kewibawaan Syuriyah harus dijaga dan dihormati oleh seluruh pihak,” ujar Ahrori.

Ia menyatakan bahwa FORBHINU mendukung penuh keputusan Syuriyah PBNU, termasuk rencana pengumuman Penjabat (PJ) Ketua Umum PBNU yang akan segera disampaikan dalam waktu dekat.

FORBHINU juga menyampaikan empat imbauan penting, yakni memohon kepada seluruh kiai dan ulama pengurus NU di semua tingkatan untuk selalu tunduk dan patuh kepada keputusan Syuriyah PBNU demi menjaga marwah organisasi.

Dua, mengajak para pengasuh pondok pesantren untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dan turut mengawal keputusan Syuriyah PBNU agar tidak terjadi kegaduhan yang tidak perlu.

Tiga, mengimbau seluruh warga NU di manapun berada agar tidak terprovokasi oleh kabar-kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Empat, menyerukan warga NU untuk tetap istiqomah berada di jalur Jamiyah Nahdlatul Ulama serta memperbanyak munajat kepada Allah SWT demi kemaslahatan organisasi.

“Dalam situasi seperti ini, ketenangan, kepatuhan, dan kebersamaan adalah kunci. Mari kita serahkan urusan organisasi kepada para ulama yang telah diberi amanah, sambil terus menjaga ukhuwah dan memohon perlindungan kepada Allah SWT,” tegas Ahrori.

FORBHINU memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses yang berlangsung sesuai dengan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
Akhir Tahun, Taiwan...
Akhir Tahun, Taiwan bakal Dapatkan HIMARS Baru dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved