OSO Ajak Bahu-membahu Bantu Korban Bencana Sumatera
Jum'at, 05 Desember 2025 - 01:20 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyerukan kepada semua kader untuk membantu para korban banjir dan longsor di Aceh, Sumbar dan Sumut. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025). Kegiatan yang rencananya hingga Sabtu, 6 Desember 2025 itu dihadiri sejumlah elite DPP Hanura.
Mengawali pidato pembukaan Rakernas dan Bimtek, OSO menyampaikan dukacita atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dia menyerukan kepada semua kader untuk membantu dan mendoakan para korban bencana tersebut.
Baca juga: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Kapolri: Ada Bekas Potongan Gergaji Mesin!
Dia juga mengajak semua elemen bangsa bahu-membahu dalam membantu pemulihan dan penanganan pascabencana. Meski berharap pemerintah segera menetapkan status bencana nasional, OSO memahami kesulitan yang dihadapi negara.
“Kenapa tidak jadi status bencana nasional? Karena memang tidak gampang, ini soal kemampuan anggaran negara. Saya tidak menyalahkan, tapi kita dorong agar negara segera mengambil solusi lewat kebijakan dan keputusan yang tepat," ujarnya.
OSO mengungkapkan, pihaknya bersama seluruh kadernya telah menggalang donasi untuk korban bencana. Data terakhir, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp1,8 miliar, dan bantuan itu telah dibawa dan disalurkan oleh perwakilan DPP Hanura kepada para korban.
"Perwakilan kita telah berada di Sumatera, dan tengah melakukan berbagai upaya untuk membantu saudara-saudara kita. Kita memberikan bantuan dengan tulus, dan dari hati nurani," katanya.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 836 Meninggal, 518 Orang Masih Hilang
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017-2019 itu juga mengajak semua kader di daerah hingga ke ranting (kelurahan/desa), mendoakan para korban bencana, sekaligus bergerak menggalang bantuan. “Kami atas nama seluruh kader Partai Hanura, berbelasungkawa. Mari bergerak bersama, mari ajak semua rakyat peduli. Semua elemen harus bahu-membahu,” jelasnya.
OSO juga mengingatkan seluruh pihak harus fokus dan bersatu dalam membantu para korban. Dia meminta masyarakat tidak menilai peristiwa bencana ini secara parsial, karena pemerintah tidak mudah untuk mengambil keputusan.
"Kita tunggu saja, jangan ikut goyang-goyang, bikin pro dan kontra. Lagi ada bencana, tapi kok ramai bikin pro dan kontra. Kita serahkan kepada pemerintah. Kalau pemerintahnya berani, pasti berani ambil keputusan. Kita tunggu saja," tegasnya.
Dia berharap seluruh bantuan segera sampai ke daerah terdampak yang belum terjangkau. "Jangan sampai, korban bertambah bukan hanya karena banjir dan longsor, tapi akibat keterlambatan bantuan,” imbuhnya.
OSO menjelaskan, Rakernas dan Bimtek memiliki tujuan yang sama dengan tema, yakni memperkuat konsolidasi untuk mewujudkan daerah berdaya dan Indonesia sejahtera. “Saya bahagia yang sangat mendalam. Sahabat partai besar hingga kecil datang ke acara Hanura. Percayalah, hati nurani kita sama," kata OSO.
Diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Akbar Faisal, serta sejumlah pimpinan partai politik di Provinsi Jabar. Menurut OSO, Indonesia perlu partai untuk berkotribusi melalui sistem politik. Sebab, bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak kendala baik internal maupun khususnya eksternal.
"Saya dengan partai nonparlemen, 9 partai, menghimpun kekuatan, memperjuangkan hak-hak rakyat. Hanura punya tagline, berpihak kepada daerah, daerah makmur, Indonesia makmur. Mari sama-sama dengan partai lain bekerja sama bikin daerah makmur," tuturnya.
OSO melanjutkan, Hanura dan Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (Sekber GKSR) telah berkomitmen untuk memperjuangkan suara rakyat yang hilang pada pemilu, karena tidak terkonversi menjadi kursi di DPR RI. “Pada Pemilu 2024 ada 17 juta rakyat yang hilang. Padahal, mereka sudah datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyalurkan suara dalam pemilu, tapi suaranya jadi tidak berarti," ucapnya.
Dia mengatakan, agenda Rakernas dan Bimtek akan menjadi ajang konsolidasi ideologis dan organisatoris partai dalam menghadapi agenda politik nasional ke depan. Melalui agenda tersebut, Hanura ingin melakukan penajaman strategi pemenangan legislatif dan eksekutif di seluruh daerah, serta memperkuat visi perjuangan politik kader.
Dikatakan OSO, Bimtek juga digelar sebagai upaya dan standardisasi dan peningkatan kualitas kader legislatif, serta memastikan seluruh kader legislatif satu garis perjuangan partai dengan cita-cita rakyat. “Rakernas dan Bimtek akan menelurkan keputusan strategis, meningkatkan kualitas kader legislatif, yang mampu mengadvokasi rakyat secara nyata, dan tercipta soliditas nasional yang kokoh dari pusat sampai ranting,” pungkasnya.
Mengawali pidato pembukaan Rakernas dan Bimtek, OSO menyampaikan dukacita atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dia menyerukan kepada semua kader untuk membantu dan mendoakan para korban bencana tersebut.
Baca juga: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Kapolri: Ada Bekas Potongan Gergaji Mesin!
Dia juga mengajak semua elemen bangsa bahu-membahu dalam membantu pemulihan dan penanganan pascabencana. Meski berharap pemerintah segera menetapkan status bencana nasional, OSO memahami kesulitan yang dihadapi negara.
“Kenapa tidak jadi status bencana nasional? Karena memang tidak gampang, ini soal kemampuan anggaran negara. Saya tidak menyalahkan, tapi kita dorong agar negara segera mengambil solusi lewat kebijakan dan keputusan yang tepat," ujarnya.
OSO mengungkapkan, pihaknya bersama seluruh kadernya telah menggalang donasi untuk korban bencana. Data terakhir, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp1,8 miliar, dan bantuan itu telah dibawa dan disalurkan oleh perwakilan DPP Hanura kepada para korban.
"Perwakilan kita telah berada di Sumatera, dan tengah melakukan berbagai upaya untuk membantu saudara-saudara kita. Kita memberikan bantuan dengan tulus, dan dari hati nurani," katanya.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 836 Meninggal, 518 Orang Masih Hilang
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017-2019 itu juga mengajak semua kader di daerah hingga ke ranting (kelurahan/desa), mendoakan para korban bencana, sekaligus bergerak menggalang bantuan. “Kami atas nama seluruh kader Partai Hanura, berbelasungkawa. Mari bergerak bersama, mari ajak semua rakyat peduli. Semua elemen harus bahu-membahu,” jelasnya.
OSO juga mengingatkan seluruh pihak harus fokus dan bersatu dalam membantu para korban. Dia meminta masyarakat tidak menilai peristiwa bencana ini secara parsial, karena pemerintah tidak mudah untuk mengambil keputusan.
"Kita tunggu saja, jangan ikut goyang-goyang, bikin pro dan kontra. Lagi ada bencana, tapi kok ramai bikin pro dan kontra. Kita serahkan kepada pemerintah. Kalau pemerintahnya berani, pasti berani ambil keputusan. Kita tunggu saja," tegasnya.
Dia berharap seluruh bantuan segera sampai ke daerah terdampak yang belum terjangkau. "Jangan sampai, korban bertambah bukan hanya karena banjir dan longsor, tapi akibat keterlambatan bantuan,” imbuhnya.
OSO menjelaskan, Rakernas dan Bimtek memiliki tujuan yang sama dengan tema, yakni memperkuat konsolidasi untuk mewujudkan daerah berdaya dan Indonesia sejahtera. “Saya bahagia yang sangat mendalam. Sahabat partai besar hingga kecil datang ke acara Hanura. Percayalah, hati nurani kita sama," kata OSO.
Diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Akbar Faisal, serta sejumlah pimpinan partai politik di Provinsi Jabar. Menurut OSO, Indonesia perlu partai untuk berkotribusi melalui sistem politik. Sebab, bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak kendala baik internal maupun khususnya eksternal.
"Saya dengan partai nonparlemen, 9 partai, menghimpun kekuatan, memperjuangkan hak-hak rakyat. Hanura punya tagline, berpihak kepada daerah, daerah makmur, Indonesia makmur. Mari sama-sama dengan partai lain bekerja sama bikin daerah makmur," tuturnya.
OSO melanjutkan, Hanura dan Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (Sekber GKSR) telah berkomitmen untuk memperjuangkan suara rakyat yang hilang pada pemilu, karena tidak terkonversi menjadi kursi di DPR RI. “Pada Pemilu 2024 ada 17 juta rakyat yang hilang. Padahal, mereka sudah datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyalurkan suara dalam pemilu, tapi suaranya jadi tidak berarti," ucapnya.
Dia mengatakan, agenda Rakernas dan Bimtek akan menjadi ajang konsolidasi ideologis dan organisatoris partai dalam menghadapi agenda politik nasional ke depan. Melalui agenda tersebut, Hanura ingin melakukan penajaman strategi pemenangan legislatif dan eksekutif di seluruh daerah, serta memperkuat visi perjuangan politik kader.
Dikatakan OSO, Bimtek juga digelar sebagai upaya dan standardisasi dan peningkatan kualitas kader legislatif, serta memastikan seluruh kader legislatif satu garis perjuangan partai dengan cita-cita rakyat. “Rakernas dan Bimtek akan menelurkan keputusan strategis, meningkatkan kualitas kader legislatif, yang mampu mengadvokasi rakyat secara nyata, dan tercipta soliditas nasional yang kokoh dari pusat sampai ranting,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :