Cak Imin Minta Taubat Nasuha, Raja Juli: Beliau Sampaikan Minta Maaf kepada Saya
Kamis, 04 Desember 2025 - 17:32 WIB
loading...
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turut merespons pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin) mengenai taubat nasuha. Foto/YouTube SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turut merespons pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin) mengenai taubat nasuha. Raja Juli mengaku, Gus Imin telah meminta maaf atas pernyataan tersebut.
"Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin, beliau sampaikan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya," kata Raja Juli saat Raker bersama Komisi IV DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Atas dasar itu, Raja Juli menerima permohonan maaf Gus Imin. Pasalnya, ia menilai, Gus Imin telah gentle meminta maaf dan menjelaskan tak bermaksud menyerukan taubat agama.
Baca juga: Menhut Sebut Bencana Sumatera Terjadi karena Kombinasi Beberapa Faktor Saling Terkait
"Beliau secara gentle minta maaf. Dan saya kira saya terima maaf beliau, karena memang bukan itu maksud beliau, beliau mengatakan kepada saya," ucapnya.
Kendati demikian, Raja Juli mengingatkan bahwa sesama menteri harus kompak dan tak boleh mengeluarkan pernyataan saling mendiskreditkan. Ia menegaskan, semua menteri merupakan anak buah Presiden Prabowo Subianto.
"Dan sebagai sesama menteri, saya katakan kita harus kompak, nggak boleh lagi ada pernyataan-pernyataan yang justru saling mendiskreditkan kepada menteri kementerian yang lain," ujar Raja Juli.
"Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita," tambahnya.
Menutup respons tersebut, Raja Juli mengapresiasi pada Gus Imin. "Sekali lagi saya apresiasi ke Gus Imin mengatakan maaf kepada saya dengan pernyataan yang keliru ketika itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Cak Imin meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Cak Imin menilai kerusakan lingkungan dan bencana alam terjadi karena dua hal: pertama, kesalahan manusia sendiri; kedua, perencanaan dan antisipasi yang masih rendah. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bersama-sama melakukan perbaikan.
“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,” kata Cak Imin, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kunci dari taubatan nasuha adalah evaluasi total terhadap kebijakan yang ada dari semua aspek.
“Semua aspek, mulai dari cara kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat—kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga diberi kesabaran. Amin,” pungkasnya.
"Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin, beliau sampaikan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya," kata Raja Juli saat Raker bersama Komisi IV DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Atas dasar itu, Raja Juli menerima permohonan maaf Gus Imin. Pasalnya, ia menilai, Gus Imin telah gentle meminta maaf dan menjelaskan tak bermaksud menyerukan taubat agama.
Baca juga: Menhut Sebut Bencana Sumatera Terjadi karena Kombinasi Beberapa Faktor Saling Terkait
"Beliau secara gentle minta maaf. Dan saya kira saya terima maaf beliau, karena memang bukan itu maksud beliau, beliau mengatakan kepada saya," ucapnya.
Kendati demikian, Raja Juli mengingatkan bahwa sesama menteri harus kompak dan tak boleh mengeluarkan pernyataan saling mendiskreditkan. Ia menegaskan, semua menteri merupakan anak buah Presiden Prabowo Subianto.
"Dan sebagai sesama menteri, saya katakan kita harus kompak, nggak boleh lagi ada pernyataan-pernyataan yang justru saling mendiskreditkan kepada menteri kementerian yang lain," ujar Raja Juli.
"Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita," tambahnya.
Menutup respons tersebut, Raja Juli mengapresiasi pada Gus Imin. "Sekali lagi saya apresiasi ke Gus Imin mengatakan maaf kepada saya dengan pernyataan yang keliru ketika itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Cak Imin meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Cak Imin menilai kerusakan lingkungan dan bencana alam terjadi karena dua hal: pertama, kesalahan manusia sendiri; kedua, perencanaan dan antisipasi yang masih rendah. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bersama-sama melakukan perbaikan.
“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,” kata Cak Imin, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kunci dari taubatan nasuha adalah evaluasi total terhadap kebijakan yang ada dari semua aspek.
“Semua aspek, mulai dari cara kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat—kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga diberi kesabaran. Amin,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :