DPR Desak Pemulihan Infrastruktur Dasar di Wilayah Bencana Sumatera: Setiap Jam Sangat Berarti bagi Keselamatan Warga

Kamis, 04 Desember 2025 - 09:00 WIB
loading...
DPR Desak Pemulihan...
Distribusi bantuan logistik ke Desa Kuala II, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto/Dok BNPB
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya mendesak pemerintah melakukan pemulihan infrastruktur dasar yang terdampak bencana Sumatera. Hal ini untuk mempercepat penyaluran logistik bantuan dan proses evakuasi.

Menurutnya, banyak daerah yang hingga saat ini masih terisolasi, sehingga menyulitkan masuknya logistik dan menghambat akses terhadap layanan kesehatan darurat. "Pemulihan infrastruktur dasar adalah kunci. Tanpa akses jalan dan jembatan yang memadai, upaya penyaluran bantuan dan evakuasi akan terhambat," ujar Danang dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (4/12/2025).

Danang meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan stakeholder terkait, bersama pemerintah daerah harus bergerak cepat, mendata kerusakan infrastruktur, mempercepat perbaikan jalur akses, serta memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan efektif.

Baca Juga: Terima Kunjungan Perantau Minang, Adityawarman: DPRD Siap Kolaborasi

Upaya pemulihan ini dinilai mendesak untuk meminimalkan korban. Dia juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan sistem mitigasi bencana ke depan, termasuk penyediaan sarana transportasi darurat yang dapat menjangkau wilayah sulit. "Kita tidak boleh kehilangan waktu. Setiap jam sangat berarti bagi keselamatan warga," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah masih sanggup menangani bencana banjir dan tanah longsor tiga wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Baca Juga: OK OCE Kemanusiaan Salurkan Bantuan Korban Bencana Sumatera

Prasetyo mengungkapkan Indonesia belum membuka peluang untuk bantuan internasional. Penegasan ini diungkapkannya ketika ditanya kemungkinan Indonesia menerima bantuan asing meski tidak menetapkan status bencana sebagai darurat nasional.

"Untuk sementara ini belum ya. Meskipun kami juga mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat. Baik yang mengucapkan keprihatinan maupun yang ingin memberikan bantuan, kami mengucapkan terima kasih," kata Prasetyo kepada awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Prasetyo kembali menegaskan bahwa pemerintah masih mampu menangani sendiri dengan sumber daya yang ada. "Kita merasa bahwa pemerintah, dalam hal ini kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi."

Prasetyo menegaskan bahwa Indonesia memiliki stok pangan yang cukup. Namun, distribusi terkendala lantaran sejumlah wilayah terisolasi. Selain itu, pemerintah terus melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan BBM segera terdistribusi ke seluruh wilayah.



"Termasuk harus menggunakan cara-cara yang mungkin tidak normal ya. Kan BBM bagaimana kita usahakan bisa dilakukan dropping dari udara karena memang menyesuaikan dengan kondisi bencana yang kita hadapi di lapangan," jelasnya.

Prasetyo juga memastikan, anggaran pemerintah untuk menangani bencana sangat cukup. Ada Dana Siap Pakai (DSP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi kesiapsiagaan kebencanaan. Totalnya, mencapai Rp 500 miliar lebih.

"Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung, apabila Dana Siap Pakai secara jumlah nominal itu perlu dilakukan penambahan, maka akan dilakukan penambahan. Dan ini juga termasuk berlaku kepada beberapa K/L terkait," tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Rekomendasi
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Infografis
133 Orang Tewas dalam...
133 Orang Tewas dalam 24 Jam di Wilayah Selatan Saat Gaza Membara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved