Peran Ngeri Dewi Astutik 'Mami' si Buronan Narkoba Rp5 Triliun
Rabu, 03 Desember 2025 - 14:29 WIB
loading...
Aparat akhirnya berhasil menangkap buronan Dewi Astutik alias Mami. Foto/Dok BNN
A
A
A
JAKARTA - Aparat akhirnya berhasil menangkap buronan Dewi Astutik alias Mami. Ia merupakan sosok yang dicari lantaran diduga kuat menjadi aktor di balik penyelundupan narkoba senilai Rp5 triliun.
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan peran ngeri dari 'Mami' Dewi. Perempuan itu ternyata juga menjadi buronan aparat penegak hukum Korea Selatan. Pasalnya, ia terlibat dalam pengendalian perdagangan narkotika jaringan Asia Timur, Tenggara, dan Afrika.
"Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan," kata Suyudi dikutip, Rabu (3/12/2025).
Baca juga: BNN: Dewi Astutik Terlibat Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama
“Mamix Dewi sendiri merupakan penyelundupan dua ton narkotika jenis sabu jaringan golden triangle. Ia ditangkap oleh petugas di wilayah Sihanoukville bagian barat negara Kamboja saat hendak masuk ke dalam salah satu loby hotel.
Selama penangkapan berlangsung, dilakukan sangat cepat hingga tanpa ada perlawanan dari pelaku itu sendiri. "Saat itu target berhasil diamankan ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki," kata dia.
Suyudi menambahkan, setelah diamankan Dewi langsung dipindahkan ke wilayah Phnom Penh untuk proses introgasi sebagai verifikasi identitas guna dilakukan pemulangan ke negara Indonesia.
"Dewi Astutik selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara," ucapnya.
Dewi Astutik alias Mami diketahui merupakan aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 lalu serta beberapa kasus besar tahun 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.
Dalam pengendalian Dewi, jejaring ini diketahui beraktivitas sebagai pengambil dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, dengan tujuan negara Asia Timur dan Asia Tenggara.
"Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia. Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," pungkasnya.
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan peran ngeri dari 'Mami' Dewi. Perempuan itu ternyata juga menjadi buronan aparat penegak hukum Korea Selatan. Pasalnya, ia terlibat dalam pengendalian perdagangan narkotika jaringan Asia Timur, Tenggara, dan Afrika.
"Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan," kata Suyudi dikutip, Rabu (3/12/2025).
Baca juga: BNN: Dewi Astutik Terlibat Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama
“Mamix Dewi sendiri merupakan penyelundupan dua ton narkotika jenis sabu jaringan golden triangle. Ia ditangkap oleh petugas di wilayah Sihanoukville bagian barat negara Kamboja saat hendak masuk ke dalam salah satu loby hotel.
Selama penangkapan berlangsung, dilakukan sangat cepat hingga tanpa ada perlawanan dari pelaku itu sendiri. "Saat itu target berhasil diamankan ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki," kata dia.
Suyudi menambahkan, setelah diamankan Dewi langsung dipindahkan ke wilayah Phnom Penh untuk proses introgasi sebagai verifikasi identitas guna dilakukan pemulangan ke negara Indonesia.
"Dewi Astutik selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara," ucapnya.
Dewi Astutik alias Mami diketahui merupakan aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 lalu serta beberapa kasus besar tahun 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.
Dalam pengendalian Dewi, jejaring ini diketahui beraktivitas sebagai pengambil dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, dengan tujuan negara Asia Timur dan Asia Tenggara.
"Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia. Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :