Olimpiade dan Lomba PAI 2025 Ditutup, Sekjen Kemenag Dorong Penguatan Kurikulum Cinta
Rabu, 03 Desember 2025 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Guru-guru PAI diimbau untuk mengintegrasikan praktik langsung, mulai dari menjaga kebersihan hingga menggerakkan gerakan menanam pohon.
"Jika setiap siswa Muslim menanam satu pohon setiap tahun, maka Indonesia dapat menumbuhkan lebih dari 41 juta pohon yang berdampak luas bagi keberlanjutan lingkungan," katanya.
Selain itu, penguatan nasionalisme menjadi pilar yang tidak terpisahkan. Anak-anak yang belajar agama diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mencintai tanah air dan siap menjadi penjaga masa depan Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta dari seluruh provinsi termasuk dari wilayah yang terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Suyitno menilai kehadiran para finalis dari daerah tersebut adalah bentuk pengabdian yang luar biasa dan pantang menyerah. Suyitno juga mengajak untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air yang terdampak bencana banjir dan longsor khusunya di wilayah Sumatera.
Penutupan Olimpiade dan Semarak Lomba PAI 2025 ini sekaligus menandai komitmen bersama untuk memperkuat transformasi sosial menuju Indonesia Emas 2040.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, para guru, dan para peserta didik, kegiatan ini diyakini menjadi pijakan kuat dalam membentuk bangsa yang maju, berkarakter, dan bermoral kuat.
"Jika setiap siswa Muslim menanam satu pohon setiap tahun, maka Indonesia dapat menumbuhkan lebih dari 41 juta pohon yang berdampak luas bagi keberlanjutan lingkungan," katanya.
Selain itu, penguatan nasionalisme menjadi pilar yang tidak terpisahkan. Anak-anak yang belajar agama diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mencintai tanah air dan siap menjadi penjaga masa depan Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta dari seluruh provinsi termasuk dari wilayah yang terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Suyitno menilai kehadiran para finalis dari daerah tersebut adalah bentuk pengabdian yang luar biasa dan pantang menyerah. Suyitno juga mengajak untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air yang terdampak bencana banjir dan longsor khusunya di wilayah Sumatera.
Penutupan Olimpiade dan Semarak Lomba PAI 2025 ini sekaligus menandai komitmen bersama untuk memperkuat transformasi sosial menuju Indonesia Emas 2040.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, para guru, dan para peserta didik, kegiatan ini diyakini menjadi pijakan kuat dalam membentuk bangsa yang maju, berkarakter, dan bermoral kuat.
(shf)
Lihat Juga :