Penanganan Bencana Sumatera, Seskab Teddy Dinilai Tampil Menjawab Kebutuhan Publik
Selasa, 02 Desember 2025 - 06:38 WIB
loading...
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung posko pengungsian di Perumahan Kasai Permai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin, 1 Desember 2025. Foto/Instagram Sekretariat Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi figur penting dalam Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya, kata Iwan, dalam memainkan peran mengoordinasikan kementerian dan lembaga.
Menurut Iwan, pemerintahan Prabowo memerlukan sosok seperti Teddy. “Selain menjadi andalan Presiden Prabowo dalam mengoordinasikan program dan kementerian/lembaga, Teddy juga mahir dalam melaksanakan fungsi kejubiran saat mewakili Presiden,” kata Iwan, Senin (12/1/2025).
Dia juga melihat Teddy punya retorika yang bagus. Ditambah dengan wawasan yang dimiliki. “Selain retorika dan artikulasinya yang bagus, Teddy juga memiliki wawasan yang selalu bisa dia sesuaikan dengan situasi dan kondisi,” kata Iwan.
Baca juga: Seskab Teddy: Pemerintah Kerahkan 28 Helikopter ke Lokasi Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut
Ia pun memberikan contoh, dalam penanganan banjir di Aceh dan Sumatera. Pria berpangkat Letnan Kolonel itu ikut turun tangan untuk mempercepat penanganan banjir yang menelan ratusan korban jiwa tersebut.
“Publik memang mendesak dan menaruh harapan yang tinggi pada pemerintah pusat. Tampilnya Teddy kemarin menjawab itu,” ujar Iwan.
Diketahui, Seskab Teddy sebelumnya menyampaikan ke publik terkait pengiriman bantuan dan 28 helikopter ke lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Helikopter gabungan dari berbagai instansi itu untuk menyalurkan bantuan dan evakuasi korban bencana.
“28 helikopter gabungan ini berasal dari TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, kepolisian, BNPB dan Basarnas yang dikerahkan pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban bencana,” kata Teddy, Minggu 30 November 2025.
Selain itu, juga dilakukan modifikasi cuaca dalam 3 hari terakhir dan telah berhasil mengurangi curah hujan di seluruh provinsi yang terdampak. Ia pun memastikan pemerintah akan menangani evakuasi hingga pemulihan akses dengan baik.
“Pemerintah memastikan seluruh upaya penanganan berjalan dengan baik dan cepat, mulai dari evakuasi, pengiriman bantuan logistik, hingga pemulihan akses,” tuturnya.
Data sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data korban bencana banjir, dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hingga Senin 1 Desember 2025 pukul 18.45 WIB, jumlah korban meninggal tercatat 604 orang, sementara 464 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan jumlah korban luka mencapai 2.600 orang, warga terdampak sekitar 1,5 juta orang dan 570 ribu orang mengungsi.
Menurut Iwan, pemerintahan Prabowo memerlukan sosok seperti Teddy. “Selain menjadi andalan Presiden Prabowo dalam mengoordinasikan program dan kementerian/lembaga, Teddy juga mahir dalam melaksanakan fungsi kejubiran saat mewakili Presiden,” kata Iwan, Senin (12/1/2025).
Dia juga melihat Teddy punya retorika yang bagus. Ditambah dengan wawasan yang dimiliki. “Selain retorika dan artikulasinya yang bagus, Teddy juga memiliki wawasan yang selalu bisa dia sesuaikan dengan situasi dan kondisi,” kata Iwan.
Baca juga: Seskab Teddy: Pemerintah Kerahkan 28 Helikopter ke Lokasi Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut
Ia pun memberikan contoh, dalam penanganan banjir di Aceh dan Sumatera. Pria berpangkat Letnan Kolonel itu ikut turun tangan untuk mempercepat penanganan banjir yang menelan ratusan korban jiwa tersebut.
“Publik memang mendesak dan menaruh harapan yang tinggi pada pemerintah pusat. Tampilnya Teddy kemarin menjawab itu,” ujar Iwan.
Diketahui, Seskab Teddy sebelumnya menyampaikan ke publik terkait pengiriman bantuan dan 28 helikopter ke lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Helikopter gabungan dari berbagai instansi itu untuk menyalurkan bantuan dan evakuasi korban bencana.
“28 helikopter gabungan ini berasal dari TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, kepolisian, BNPB dan Basarnas yang dikerahkan pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban bencana,” kata Teddy, Minggu 30 November 2025.
Selain itu, juga dilakukan modifikasi cuaca dalam 3 hari terakhir dan telah berhasil mengurangi curah hujan di seluruh provinsi yang terdampak. Ia pun memastikan pemerintah akan menangani evakuasi hingga pemulihan akses dengan baik.
“Pemerintah memastikan seluruh upaya penanganan berjalan dengan baik dan cepat, mulai dari evakuasi, pengiriman bantuan logistik, hingga pemulihan akses,” tuturnya.
Data sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data korban bencana banjir, dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hingga Senin 1 Desember 2025 pukul 18.45 WIB, jumlah korban meninggal tercatat 604 orang, sementara 464 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan jumlah korban luka mencapai 2.600 orang, warga terdampak sekitar 1,5 juta orang dan 570 ribu orang mengungsi.
(rca)
Lihat Juga :