KPK-Kejagung Diminta Berantas Praktik Mafia Haji dan Umrah hingga Tuntas

Senin, 01 Desember 2025 - 19:56 WIB
loading...
KPK-Kejagung Diminta...
KPK dan Kejagung diminta untuk melakukan pemberantasan menyeluruh terhadap praktik mafia haji dan umrah. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk melakukan pemberantasan menyeluruh terhadap praktik mafia haji dan umrah. Sebab tindakan tersebut dinilai merugikan umat dan mencederai integritas penyelenggaraan ibadah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian mengatakan maraknya kasus penipuan dan penyalahgunaan wewenang dalam penyelenggaraan haji dan umrah telah menjadi masalah serius yang memerlukan respons cepat dan terukur dari aparat penegak hukum.

“Praktik mafia haji dan umrah bukan semata urusan penipuan finansial. Ini pelanggaran hukum berat karena merampas harapan umat yang menabung bertahun-tahun untuk beribadah,” tegasnya di Jakarta, Senin (1/12/2025)

Baca juga: KPK Periksa 350 Biro Travel Haji terkait Kasus Kuota Haji 2024

Aminullah menegaskan, penindakan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan atau agen perjalanan yang memanipulasi layanan. Aminullah meminta lembaga penegak hukum mengusut secara menyeluruh rantai keterlibatan pihak-pihak yang diduga memfasilitasi atau mengambil keuntungan dari praktik ilegal tersebut.


“KPK dan Kejagung harus berani menelusuri aliran kepentingan dari hulu ke hilir. Jika ada oknum pejabat yang terlibat, proses tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Baca juga: KPK Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji, Mantan Penyidik Heran

Aminullah menilai, publik membutuhkan langkah yang konsisten dan transparan untuk mengembalikan kepercayaan terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, terutama di tengah meningkatnya laporan jemaah yang dirugikan oleh biro perjalanan tidak resmi.

Aminullah mengutip data indikatif mengenai jumlah jemaah yang menjadi korban agen ilegal dan penyelenggara nakal yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci. Aminullah menyebut pembenahan sistem tidak hanya menyangkut aspek regulasi, tetapi juga integritas aparat dan transparansi birokrasi.

“Negara dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah wajib memastikan bahwa jalannya ibadah umat terlindungi. Korupsi dalam urusan ibadah adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik,” jelasnya.

Aminullah menegaskan Gerakan Pemuda Al-Washliyah akan terus mengawal isu ini dan mendorong pemerintah serta lembaga hukum mengambil langkah korektif yang lebih progresif. Aminullah menyerukan adanya revolusi total dalam seluruh proses penyelenggaraan haji dan umrah, mulai dari regulasi, pelayanan, hingga pengawasan.

“Umat berhak mendapat jaminan keamanan dan kepastian dalam beribadah. Sudah saatnya negara hadir lebih kuat dan membersihkan praktik mafia yang merusak tatanan. Dengan dipisahkannya Kementerian Haji dan Umrah dari Kementerian Agama menunjukan keseriusan pemerintah. Ini patut di apresiasi apa lagi di isi oleh personel yang kapabel dan anti korupsi” sebutnya.

Aminullah memastikan PP GPA siap berkolaborasi dengan pemerintah, ormas, serta lembaga pengawasan untuk memastikan pembenahan sektor haji dan umrah berlangsung menyeluruh dan berkelanjutan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Rekomendasi
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved