Denny JA Serukan Penguatan Suara Global South di BRICS Award 2025
Minggu, 30 November 2025 - 22:34 WIB
loading...
A
A
A
Denny menyebut BRICS Award sebagai upaya menyalakan mercusuar baru bagi karya-karya dari negara-negara berkembang yang selama ini menunggu pengakuan yang lebih luas.
Baca juga: Profil Pendidikan Pendiri LSI Denny JA yang Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Denny juga menekankan pembaruan dalam sastra merupakan kebutuhan moral di tengah perubahan dunia yang cepat. “Setiap generasi memerlukan bahasa baru untuk memahami dukanya, harapannya, dan kontradiksinya,” ujarnya.
Menurut Denny, di tengah kemajuan teknologi, meningkatnya ketimpangan, dan dinamika sosial yang kompleks, sastra harus menemukan cara baru untuk mengungkapkan kebenaran. “Inovasi sastra adalah jembatan antara kebenaran yang kita rasakan dan kebenaran yang akhirnya kita berani ucapkan,” tambahnya.
Denny juga menjelaskan alasan di balik penciptaan genre Puisi Esai lebih dari satu dekade lalu. Format ini menggabungkan investigasi faktual dengan imajinasi puitik sehingga tragedi nyata dapat diangkat menjadi karya sastra.
“Bagaimana memberi suara pada luka sosial yang tak dapat ditampung angka statistik, tetapi tidak cukup pula jika hanya dengan puisi?” tanyanya.
Baca juga: Profil Pendidikan Pendiri LSI Denny JA yang Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Denny juga menekankan pembaruan dalam sastra merupakan kebutuhan moral di tengah perubahan dunia yang cepat. “Setiap generasi memerlukan bahasa baru untuk memahami dukanya, harapannya, dan kontradiksinya,” ujarnya.
Menurut Denny, di tengah kemajuan teknologi, meningkatnya ketimpangan, dan dinamika sosial yang kompleks, sastra harus menemukan cara baru untuk mengungkapkan kebenaran. “Inovasi sastra adalah jembatan antara kebenaran yang kita rasakan dan kebenaran yang akhirnya kita berani ucapkan,” tambahnya.
Denny juga menjelaskan alasan di balik penciptaan genre Puisi Esai lebih dari satu dekade lalu. Format ini menggabungkan investigasi faktual dengan imajinasi puitik sehingga tragedi nyata dapat diangkat menjadi karya sastra.
“Bagaimana memberi suara pada luka sosial yang tak dapat ditampung angka statistik, tetapi tidak cukup pula jika hanya dengan puisi?” tanyanya.
Lihat Juga :