Prabowo Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional Tangani Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Minggu, 30 November 2025 - 15:38 WIB
loading...
Kondisi pascabencana di Sumatera Barat. Foto/Dok BNPB
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk menangani bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat ( Sumbar ). Hal tersebut disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.
"Kami di kabinet diperintahkan oleh Pak Presiden untuk semua jajaran menteri terlibat aktif di dalam tanggap darurat ini mendukung BNPB. Beliau juga langsung perintahkan untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional fokus untuk penanganan tanggap darurat ini secepat-cepatnya," ujar Pratiknosaat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatra Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (30/11/2025).
Pratikno menambahkan, Prabowo juga memerintahkan dilakukan evakuasi, mengerahkan logistik, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, infrastruktur komunikasi, infrastruktur transportasi.
Baca Juga: Update Korban Banjir-Tanah Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 316 Orang Meninggal Dunia
Pratikno menyebutkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan hingga pemulihan komunikasi di wilayah terdampak di Aceh, Sumut, hingga Sumbar. "Tadi sudah dilaporkan, pemberian logistik terus mengalir baik dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah. Di beberapa titik akan terus bertambah dan akan terus didistribusikan. Jadi ini seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan segera memulihkan semuanya," katanya.
Dia menjelaskan, pemerintah menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah juga tetap akan fokus ke penanganan tanggap darurat
Baca Juga: Jababeka Tanam 200 Pohon, Perkuat Komitmen Kawasan Industri Berteknologi Hijau
"Di saat yang sama, kami juga sedang menyiapkan skenario untuk pemulihan, jadi rehab rekon. Tentu saja kita fokus ke tanggap darurat, tetapi tahapan skenario untuk rehab rekon juga kita siapkan," jelasnya.
Sebelumnya, BNPB mencatat 316 korban yang meninggal terdiri dari 172 orang jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh. Sementara, korban yang hilang hingga hari ini mencapai 289 jiwa, dengan rincian di Sumatera Utara 147 orang, Aceh 55 orang, dan Sumatera Barat 87 orang.
"Kami di kabinet diperintahkan oleh Pak Presiden untuk semua jajaran menteri terlibat aktif di dalam tanggap darurat ini mendukung BNPB. Beliau juga langsung perintahkan untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional fokus untuk penanganan tanggap darurat ini secepat-cepatnya," ujar Pratiknosaat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatra Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (30/11/2025).
Pratikno menambahkan, Prabowo juga memerintahkan dilakukan evakuasi, mengerahkan logistik, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, infrastruktur komunikasi, infrastruktur transportasi.
Baca Juga: Update Korban Banjir-Tanah Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 316 Orang Meninggal Dunia
Pratikno menyebutkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan hingga pemulihan komunikasi di wilayah terdampak di Aceh, Sumut, hingga Sumbar. "Tadi sudah dilaporkan, pemberian logistik terus mengalir baik dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah. Di beberapa titik akan terus bertambah dan akan terus didistribusikan. Jadi ini seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan segera memulihkan semuanya," katanya.
Dia menjelaskan, pemerintah menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah juga tetap akan fokus ke penanganan tanggap darurat
Baca Juga: Jababeka Tanam 200 Pohon, Perkuat Komitmen Kawasan Industri Berteknologi Hijau
"Di saat yang sama, kami juga sedang menyiapkan skenario untuk pemulihan, jadi rehab rekon. Tentu saja kita fokus ke tanggap darurat, tetapi tahapan skenario untuk rehab rekon juga kita siapkan," jelasnya.
Sebelumnya, BNPB mencatat 316 korban yang meninggal terdiri dari 172 orang jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh. Sementara, korban yang hilang hingga hari ini mencapai 289 jiwa, dengan rincian di Sumatera Utara 147 orang, Aceh 55 orang, dan Sumatera Barat 87 orang.
(zik)
Lihat Juga :