Pelantikan Pengurus DPP Al-Hidayah Jadi Momentum Penguatan Organisasi dan Kepemimpinan Perempuan
Minggu, 30 November 2025 - 11:52 WIB
loading...
Pelantikan Pengurus DPP Pengajian Al-Hidayah periode 2025-2030 di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pelantikan Pengurus DPP Pengajian Al-Hidayah periode 2025-2030 di Jakarta, Sabtu (29/11/2025) menjadi momentum penguatan struktur organisasi serta peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan di tingkat nasional. Pelantikan itu menandai komitmen baru Pengajian Al-Hidayah untuk memperluas perannya dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan keluarga.
Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian mengatakan, organisasi perempuan harus memiliki fondasi kepemimpinan yang kokoh agar mampu bertahan menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Hetifah menambahkan, amanah kepengurusan lima tahun ke depan harus dijalankan dengan profesionalitas, solidaritas, dan orientasi manfaat.
Menurut dia, amanah ini bukan hadiah, tetapi tanggung jawab besar. Sebab, organisasi hanya akan kuat jika pengurusnya bekerja kompak, ikhlas, dan konsisten memberi manfaat bagi masyarakat.
![Pelantikan Pengurus DPP Al-Hidayah Jadi Momentum Penguatan Organisasi dan Kepemimpinan Perempuan]()
Baca juga: Hetifah Sebut Pengajian Al Hidayah Terus Berupaya Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak
Dia juga menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak nilai moral, spiritual, dan ketahanan keluarga. Penguatan karakter serta literasi keluarga merupakan inti dari kiprah dakwah Pengajian Al-Hidayah sejak awal didirikan.
Pada periode kepengurusan baru DPP Pengajian Al-Hidayah menyiapkan tiga fokus besar: peningkatan kualitas pengajian, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan tata kelola organisasi melalui sinergi dengan berbagai lembaga nasional. Hetifah mengatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk memperluas dampak sosial Pengajian Al-Hidayah.
"Saat ini Pengajian Al-Hidayah tersebar di seluruh DPD Provinsi di Indonesia, yaitu sebanyak 38 Provinsi, serta 412 di DPD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan pelantikan tersebut, Pengajian Al-Hidayah menyampaikan duka mendalam atas musibah yang sedang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengajian Al-Hidayah mendoakan para korban mendapatkan keselamatan, dan mendaparkan bantuan dari Pemerintah. Pengajian Al-Hidayah juga akan menggalang donasi untuk membantu para korban banjir bandang dan longsor tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat DPP Pengajian Al-Hidayah Sri Suparni Bahlil menambahkan, kepemimpinan perempuan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi perubahan zaman. “Pengurus Pengajian Al-Hidayah harus menjadi motor gerakan perempuan yang lebih visioner, terstruktur, dan mampu menggerakkan program-program sosial secara berkelanjutan,” kata dia.
Dia menuturkan, ribuan kader Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia merupakan potensi besar yang perlu diperkuat melalui pelatihan, kaderisasi, serta pengembangan kapasitas (capacity building) agar mampu menjadi pemimpin di komunitas masing-masing.
“Dengan kepengurusan baru yang lebih solid, strategi yang terarah, dan dukungan berbagai pihak, Pengajian Al-Hidayah optimistis dapat terus menghadirkan perempuan-perempuan pemimpin yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan pembangunan nasional,” pungkasnya.
Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian mengatakan, organisasi perempuan harus memiliki fondasi kepemimpinan yang kokoh agar mampu bertahan menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Hetifah menambahkan, amanah kepengurusan lima tahun ke depan harus dijalankan dengan profesionalitas, solidaritas, dan orientasi manfaat.
Menurut dia, amanah ini bukan hadiah, tetapi tanggung jawab besar. Sebab, organisasi hanya akan kuat jika pengurusnya bekerja kompak, ikhlas, dan konsisten memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Hetifah Sebut Pengajian Al Hidayah Terus Berupaya Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak
Dia juga menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak nilai moral, spiritual, dan ketahanan keluarga. Penguatan karakter serta literasi keluarga merupakan inti dari kiprah dakwah Pengajian Al-Hidayah sejak awal didirikan.
Pada periode kepengurusan baru DPP Pengajian Al-Hidayah menyiapkan tiga fokus besar: peningkatan kualitas pengajian, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan tata kelola organisasi melalui sinergi dengan berbagai lembaga nasional. Hetifah mengatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk memperluas dampak sosial Pengajian Al-Hidayah.
"Saat ini Pengajian Al-Hidayah tersebar di seluruh DPD Provinsi di Indonesia, yaitu sebanyak 38 Provinsi, serta 412 di DPD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan pelantikan tersebut, Pengajian Al-Hidayah menyampaikan duka mendalam atas musibah yang sedang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengajian Al-Hidayah mendoakan para korban mendapatkan keselamatan, dan mendaparkan bantuan dari Pemerintah. Pengajian Al-Hidayah juga akan menggalang donasi untuk membantu para korban banjir bandang dan longsor tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat DPP Pengajian Al-Hidayah Sri Suparni Bahlil menambahkan, kepemimpinan perempuan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi perubahan zaman. “Pengurus Pengajian Al-Hidayah harus menjadi motor gerakan perempuan yang lebih visioner, terstruktur, dan mampu menggerakkan program-program sosial secara berkelanjutan,” kata dia.
Dia menuturkan, ribuan kader Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia merupakan potensi besar yang perlu diperkuat melalui pelatihan, kaderisasi, serta pengembangan kapasitas (capacity building) agar mampu menjadi pemimpin di komunitas masing-masing.
“Dengan kepengurusan baru yang lebih solid, strategi yang terarah, dan dukungan berbagai pihak, Pengajian Al-Hidayah optimistis dapat terus menghadirkan perempuan-perempuan pemimpin yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan pembangunan nasional,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :