Antisipasi Cuaca Ekstrem di Aceh-Sumut, Pemerintah Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca
Jum'at, 28 November 2025 - 13:14 WIB
loading...
Pemerintah mengirimkan pesawat untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyebut pemerintah telah mengirimkan pesawat untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pascabencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Perlu kita ketahui, ini adalah Siklon Tropis Senyar yang memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun. Oleh karena itu, kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan," ujarnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, OMC itu dilakukan untuk mengurangi curah hujan di daratan, khususnya di wilayah Aceh, Sumbar, dan Sumut yang terdampak bencana. Sehingga, curah hujan tersebut bisa dibawa ke lautan. OMC menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani bencana di wilayah tersebut.
Baca juga: 34 Orang Meninggal dan 33 Lainnya Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
"Kita juga mengantisipasi karena ada Siklon Koto, tapi tepatnya di utara. Kita masih waspada. Kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia," tuturnya.
Selain OMC, pemerintah Indonesia juga sejak hari pertama bencana telah mengerahkan tim untuk melakukan penanganan. Bantuan tanggap darurat berupa tenda pengungsian dan logistik untuk kebutuhan sehari-hari warga terdampak telah dikirimkan pula.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
"Jadi, sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami, tim BNPB langsung bergerak, dibantu TNI Polri, Pemda Aktif, dan untuk tanggap darurat itu, tenda-tenda pengungsian, terus makanan dengan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," jelasnya.
Pratikno mengungkap, penanganan bencana itu dilakukan atas instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. Pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan kementerian-lembaga untuk penanganan dan pengiriman bantuan.
"Perlu kita ketahui, ini adalah Siklon Tropis Senyar yang memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun. Oleh karena itu, kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan," ujarnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, OMC itu dilakukan untuk mengurangi curah hujan di daratan, khususnya di wilayah Aceh, Sumbar, dan Sumut yang terdampak bencana. Sehingga, curah hujan tersebut bisa dibawa ke lautan. OMC menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani bencana di wilayah tersebut.
Baca juga: 34 Orang Meninggal dan 33 Lainnya Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
"Kita juga mengantisipasi karena ada Siklon Koto, tapi tepatnya di utara. Kita masih waspada. Kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia," tuturnya.
Selain OMC, pemerintah Indonesia juga sejak hari pertama bencana telah mengerahkan tim untuk melakukan penanganan. Bantuan tanggap darurat berupa tenda pengungsian dan logistik untuk kebutuhan sehari-hari warga terdampak telah dikirimkan pula.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
"Jadi, sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami, tim BNPB langsung bergerak, dibantu TNI Polri, Pemda Aktif, dan untuk tanggap darurat itu, tenda-tenda pengungsian, terus makanan dengan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," jelasnya.
Pratikno mengungkap, penanganan bencana itu dilakukan atas instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. Pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan kementerian-lembaga untuk penanganan dan pengiriman bantuan.
(cip)
Lihat Juga :