Kemnaker Dorong Pengantar Kerja Perkuat Inovasi dan Adaptif
Kamis, 27 November 2025 - 09:34 WIB
loading...
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) mendorong pengantar kerja memperkuat inovasi dalam kegiatan Community of Practice (CoP) Pejabat Fungsional Pengantar Kerja. Beberapa langkah inovasi pengantar kerja antara lain profiling dan pemetaan kompetensi pencari kerja, case management dan pendampingan personal, serta job matching konsultasi virtual.
"Inovasi lain yakni melakukan komunikasi aktif ke perusahaan (kunjungan, job canvassing) dan pelayanan inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Ruang Tridarma, Kemnaker, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan CoP ini merupakan hasil kolaborasi Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan eksistensi, kualitas, kapasitas dan adaptasi serta akutabilitas layanan pengantar kerja di seluruh Indonesia. CoP juga bertujuan memperkuat kolaborasi seluruh stakeholder dalam transformasi Public Employment Services (PES).
Baca Juga: Menaker Berharap Peserta Program Magang Diserap Maksimal oleh Perusahaan
"PES harus diperkuat dan ditransformasi dengan cara mengetahui tren maupun tantangan yang sedang terjadi. Seperti perubahan dunia kerja yang cepat (VUCA) dari tahun ke tahun, mismatch keterampilan masih tinggi, dan kelompok rentan membutuhkan layanan lebih inklusif dan personal, " katanya.
Penguatan PES, lanjut Yassierli, difokuskan pada digitalisasi layanan melalui platform SIAPKerja/SISNAKER, penguatan data pasar kerja lebih akurat dan terintegrasi, sikronisasi pelatihan-penempatan bersama lembaga pelatihan dan mitra industri. Penguatan lainnya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Yassierli berpesan kepada para pengantar kerja agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan sektor lokal; konsisten mencatat, membagikan dan mereplikasi praktik baik; dan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas penempatan kerja.
Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Estiarty Haryani berharap melalui CoP ini pengantar kerja dapat mengadopsi pengalaman terbaik pelaksanaan layanan antar kerja dari para praktisi dari dalam maupun luar negeri.
"Kami juga berharap CoP ini menghasilkan meningkatnya layanan antarkerja kepada pencari kerja, khususnya pembelajaran praktik baik yang sudah berjalan, sehingga layanan yang lebih baik dapat dipraktikkan di tiap dinas daerah. Termasuk meningkatnya eksistensi pengantar kerja," ujarnya.
"Inovasi lain yakni melakukan komunikasi aktif ke perusahaan (kunjungan, job canvassing) dan pelayanan inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Ruang Tridarma, Kemnaker, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan CoP ini merupakan hasil kolaborasi Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan eksistensi, kualitas, kapasitas dan adaptasi serta akutabilitas layanan pengantar kerja di seluruh Indonesia. CoP juga bertujuan memperkuat kolaborasi seluruh stakeholder dalam transformasi Public Employment Services (PES).
Baca Juga: Menaker Berharap Peserta Program Magang Diserap Maksimal oleh Perusahaan
"PES harus diperkuat dan ditransformasi dengan cara mengetahui tren maupun tantangan yang sedang terjadi. Seperti perubahan dunia kerja yang cepat (VUCA) dari tahun ke tahun, mismatch keterampilan masih tinggi, dan kelompok rentan membutuhkan layanan lebih inklusif dan personal, " katanya.
Penguatan PES, lanjut Yassierli, difokuskan pada digitalisasi layanan melalui platform SIAPKerja/SISNAKER, penguatan data pasar kerja lebih akurat dan terintegrasi, sikronisasi pelatihan-penempatan bersama lembaga pelatihan dan mitra industri. Penguatan lainnya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Yassierli berpesan kepada para pengantar kerja agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan sektor lokal; konsisten mencatat, membagikan dan mereplikasi praktik baik; dan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas penempatan kerja.
Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Estiarty Haryani berharap melalui CoP ini pengantar kerja dapat mengadopsi pengalaman terbaik pelaksanaan layanan antar kerja dari para praktisi dari dalam maupun luar negeri.
"Kami juga berharap CoP ini menghasilkan meningkatnya layanan antarkerja kepada pencari kerja, khususnya pembelajaran praktik baik yang sudah berjalan, sehingga layanan yang lebih baik dapat dipraktikkan di tiap dinas daerah. Termasuk meningkatnya eksistensi pengantar kerja," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :