YouTube Masih Andalkan Mata Manusia dalam Menangkal Konten Hoaks dan Sensitif

Rabu, 26 November 2025 - 15:58 WIB
loading...
YouTube Masih Andalkan...
Strategis Partner Manager YouTube News and Broadcaster for Indonesia Isabella Wibowo saat menjadi pemateri dalam dialog di iNews Media Group Campus Connect bertajuk Creatorverse, di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025). Foto/Aldhi
A A A
JAKARTA - Di tengah gempuran informasi digital, platform YouTube berupaya memerangi penyebaran berita bohong atau hoaks. Untuk melakukan itu, platform berbagi video ini, masih mengandalkan peran manusia selain memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Hal itu diungkapkan oleh Strategis Partner Manager YouTube News and Broadcaster for Indonesia Isabella Wibowo saat menjadi pemateri dalam dialog di iNews Media Group Campus Connect bertajuk "Creatorverse," di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025).

Ia mengatakan, pihaknya memiliki kebijakan dan sejumlah fitur untuk menangkal konten hoaks. “Jadi kalau di YouTube kita ada kebijakan di panduan komunitas, under misinformasi. Itu termasuk misalkan kalau ada pemberitaan terkait dengan insiden tertentu, jika menggunakan footage atau image-image dari kejadian yang tidak sama, itu akan terkena policy-nya kami. Dan konten tersebut bisa kita remove," kata Isabella.

Baca juga: iNews Media Group Gelar ICC di Untar, Ajak Anak Muda Berkolaborasi Bangun Ruang Digital Sehat



Bahkan, kata dia, pihaknya juga bisa melakukan suspend terhadap akun yang kerap membagikan konten hoaks atau melanggar panduan. Selain itu, Isabella mengatakan, para pengguna juga bisa proaktif menangkal hoaks dengan fitur yang telah disediakan.

"Di sisi lain juga ada mekanisme pelaporan dari audiens, dari viewers. Jika ada konten-konten yang dirasa memang tidak sesuai dengan kebenaran, dengan fact checking, dan tidak sesuai dengan policy-nya kami, itu dari audiens, dari viewers juga bisa melaporkan," ujar Isabella.

Menurutnya, mekanisme pelaporan dua arah oleh platform digital untuk menangkal hoaks ini hal yang lumrah. "Yang satunya itu manual, yang satunya otomatis. Karena kan banyaknya konten yang di-upload, kita butuh otomatisasi," katanya.

Baca juga: iNews Media Group Ajak Content Creator Berkolaborasi



Namun, ia menilai, sistem otomatis dalam menangkal konten negatif tidaklah cukup. Untuk memastikan akurasi konteks, terutama pada isu-isu sensitif, 'naluri' manusia dinilai tetap diperlukan.

"Untuk konten-konten tertentu yang mungkin lebih sensitif, itu biasa dicek oleh manusia," kata Isabella.

Hal itu dilakukan agar tak ada konten negatif yang beredar. "Karena kami merasa platform selalu juga ada tanggung jawabnya untuk informasi yang tersebar di digital juga," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apresiasi Gelaran iNews...
Apresiasi Gelaran iNews Campus Connect di Unsoed, Bupati Banyumas Tekankan Pentingnya Pengalaman bagi Mahasiswa
Bantah Isu Kemarau 2026...
Bantah Isu Kemarau 2026 Terparah Sepanjang 30 Tahun, Ini Penjelasan BMKG
iNews Media Group Turunkan...
iNews Media Group Turunkan 50 Tim Liputan Mudik Lebaran 2026, Angela: Real Time Mengabarkan di Lapangan
Dirgakkum Korlantas...
Dirgakkum Korlantas Polri Sebut Tim Peliputan Mudik iNews Media Group Sangat Membantu Kepolisian
iNews Media Group Turunkan...
iNews Media Group Turunkan 50 Tim Liputan Mudik Lebaran 2026
AHY Hadiri Pelepasan...
AHY Hadiri Pelepasan Tim Mudik Lebaran 2026 iNews Media Group
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved