Indonesia Qur’an Hour 2025, Menag: Pentingnya Syiar Dalam Pembangunan Bangsa
Senin, 24 November 2025 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, Nasaruddin juga menyoroti potensi industri mushaf nasional. Nasaruddin menyebut kebutuhan mushaf Indonesia mencapai 2 juta eksemplar per tahun, sementara produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar 400.000 eksemplar. “Kertas mushaf itu hidup karena ayat-ayatnya. Al-Qur’an harus berada di atas segalanya,” tegasnya.
Baca juga: Mengenal Detail Tentang Waktu Salat dalam Kitab-kitab Fiqih, Simak Ya!
Pendiri Indonesia Quran Hour Joni Rosadi, menekankan tiga kewajiban utama umat terhadap Al-Qur’an yakni, membaca, memahami, dan mengamalkan. Joni mengajak umat menjadikan IQH bukan hanya acara tahunan, tetapi kebiasaan harian.
“Program paling sederhana adalah satu jam bersama Al-Qur’an setiap hari. Dari sinilah hidup kita akan berubah,” tuturnya.
Joni menegaskan IQH adalah gerakan syiar yang ingin membentuk generasi Qur’ani yakni, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup dan pembela di akhirat.
Acara dibuka dengan pembacaan Surah As-Saff oleh Ustaz Ahmad Komarudin, diikuti doa dan tadabur oleh Ustaz Abu Rabbani, serta nasihat penuh hikmah dari Ustaz Koh Dennis Lim yang berkisah tentang perjalanan hidayahnya bersama Al-Qur’an.
Baca juga: Mengenal Detail Tentang Waktu Salat dalam Kitab-kitab Fiqih, Simak Ya!
Pendiri Indonesia Quran Hour Joni Rosadi, menekankan tiga kewajiban utama umat terhadap Al-Qur’an yakni, membaca, memahami, dan mengamalkan. Joni mengajak umat menjadikan IQH bukan hanya acara tahunan, tetapi kebiasaan harian.
“Program paling sederhana adalah satu jam bersama Al-Qur’an setiap hari. Dari sinilah hidup kita akan berubah,” tuturnya.
Joni menegaskan IQH adalah gerakan syiar yang ingin membentuk generasi Qur’ani yakni, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup dan pembela di akhirat.
Acara dibuka dengan pembacaan Surah As-Saff oleh Ustaz Ahmad Komarudin, diikuti doa dan tadabur oleh Ustaz Abu Rabbani, serta nasihat penuh hikmah dari Ustaz Koh Dennis Lim yang berkisah tentang perjalanan hidayahnya bersama Al-Qur’an.
Lihat Juga :