Sandi Rahmat Mandela Dorong IKA Trisakti Menjadi Energi Perubahan bagi Pembangunan Bangsa
Minggu, 23 November 2025 - 08:52 WIB
loading...
Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) periode 2025-2029 yang digelar di Kampus A, Grogol, Jakarta menjadi momentum penting bagi konsolidasi alumni dalam memasuki fase baru penguatan organisasi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) periode 2025-2029 yang digelar di Kampus A, Grogol, Jakarta menjadi momentum penting bagi konsolidasi alumni dalam memasuki fase baru penguatan organisasi. Di bawah kepemimpinan Maman Abdurrahman, Ketua Umum IKA Trisakti sekaligus Menteri UMKM, acara ini menegaskan komitmen untuk memperluas peran alumni dalam ekosistem pembangunan nasional.
Sejumlah tokoh strategis turut dilantik dalam jajaran pengurus, memperlihatkan sebaran pengaruh alumni Trisakti di berbagai pusat pengambilan keputusan negara. Selain Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, Pimpinan Komisi VI DPR Andre Rosiade, dan Anggota DPR serta Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yulianti, pelantikan juga mengukuhkan beberapa figur kunci lainnya.
Mereka antara lain Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman dan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Formasi ini disebut memperkokoh posisi IKA Trisakti sebagai jaringan strategis yang terhubung langsung dengan pusat-pusat kebijakan nasional.
Baca juga: Menteri UMKM Maman Abdurrahman Resmi Terpilih Jadi Ketua IKA Trisakti 2025-2029
Di tengah rangkaian pelantikan tersebut, Sandi Rahmat Mandela—mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti yang kini dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi—menyampaikan pandangannya terkait tema “Back to Barrack”. Ia menyebut tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk kembali pada nilai dasar yang sejak lama menjadi fondasi karakter mahasiswa Trisakti: disiplin intelektual, keberanian moral, dan komitmen pada kepentingan bangsa.
Sandi menegaskan bahwa kekuatan alumni Trisakti bukan hanya pada jumlah maupun penempatan posisinya, tetapi pada kapasitas kolektifnya untuk menjadi katalisator pembangunan. Dengan kehadiran alumni yang berada di pemerintahan, parlemen, dunia usaha, sektor investasi, teknologi, hingga industri kreatif, ia melihat peluang besar untuk memperkuat peran strategis tersebut.
“Alumni Trisakti ada di banyak simpul penting. Pertanyaannya adalah bagaimana kehadiran kita mampu mempercepat proses pembangunan, memperkuat ekosistem ekonomi, dan menjadi penggerak dalam kolaborasi antar-sektor,” ujar Sandi, dikutip Minggu (23/11/2025).
Ia kemudian mengemukakan tiga pendekatan utama yang menurutnya dapat memperkuat kontribusi IKA Trisakti. Pertama, alumni harus berperan sebagai integrator antar-sektor, dengan memfasilitasi pertemuan kepentingan strategis antara UMKM, investasi, digitalisasi, dan kewirausahaan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang terukur.
Kedua, alumni harus menjadi pencipta nilai, menghadirkan inovasi, solusi praktis, dan terobosan yang mendukung daya saing nasional. Sandi mengingatkan bahwa alumni Trisakti sebagai bagian dari kelompok menengah terdidik memiliki tanggung jawab dan kapasitas untuk berperan lebih aktif dalam kemajuan ekonomi.
Ketiga, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali etos pemikiran kritis dan keberanian sikap yang telah menjadi identitas historis kampus. Menurutnya, kemampuan menyodorkan perspektif baru dan keberanian membela kepentingan publik adalah kontribusi yang paling dibutuhkan di tengah perubahan sosial-ekonomi yang cepat.
“Back to Barrack adalah ajakan untuk kembali pada nilai yang menempa kita dulu. Apa pun jabatan dan posisi hari ini, pijakan itu yang harus kita bawa untuk memberi dampak lebih besar bagi negara,” tegas Sandi.
Pelantikan IKA Trisakti 2025–2029 pun ditutup dengan pesan yang mengemuka: bahwa alumni bukan sekadar jaringan pertemanan, tetapi energi perubahan yang dapat memperkuat pembangunan Indonesia di berbagai sektor.
Sejumlah tokoh strategis turut dilantik dalam jajaran pengurus, memperlihatkan sebaran pengaruh alumni Trisakti di berbagai pusat pengambilan keputusan negara. Selain Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, Pimpinan Komisi VI DPR Andre Rosiade, dan Anggota DPR serta Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yulianti, pelantikan juga mengukuhkan beberapa figur kunci lainnya.
Mereka antara lain Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman dan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Formasi ini disebut memperkokoh posisi IKA Trisakti sebagai jaringan strategis yang terhubung langsung dengan pusat-pusat kebijakan nasional.
Baca juga: Menteri UMKM Maman Abdurrahman Resmi Terpilih Jadi Ketua IKA Trisakti 2025-2029
Di tengah rangkaian pelantikan tersebut, Sandi Rahmat Mandela—mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti yang kini dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi—menyampaikan pandangannya terkait tema “Back to Barrack”. Ia menyebut tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk kembali pada nilai dasar yang sejak lama menjadi fondasi karakter mahasiswa Trisakti: disiplin intelektual, keberanian moral, dan komitmen pada kepentingan bangsa.
Sandi menegaskan bahwa kekuatan alumni Trisakti bukan hanya pada jumlah maupun penempatan posisinya, tetapi pada kapasitas kolektifnya untuk menjadi katalisator pembangunan. Dengan kehadiran alumni yang berada di pemerintahan, parlemen, dunia usaha, sektor investasi, teknologi, hingga industri kreatif, ia melihat peluang besar untuk memperkuat peran strategis tersebut.
“Alumni Trisakti ada di banyak simpul penting. Pertanyaannya adalah bagaimana kehadiran kita mampu mempercepat proses pembangunan, memperkuat ekosistem ekonomi, dan menjadi penggerak dalam kolaborasi antar-sektor,” ujar Sandi, dikutip Minggu (23/11/2025).
Ia kemudian mengemukakan tiga pendekatan utama yang menurutnya dapat memperkuat kontribusi IKA Trisakti. Pertama, alumni harus berperan sebagai integrator antar-sektor, dengan memfasilitasi pertemuan kepentingan strategis antara UMKM, investasi, digitalisasi, dan kewirausahaan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang terukur.
Kedua, alumni harus menjadi pencipta nilai, menghadirkan inovasi, solusi praktis, dan terobosan yang mendukung daya saing nasional. Sandi mengingatkan bahwa alumni Trisakti sebagai bagian dari kelompok menengah terdidik memiliki tanggung jawab dan kapasitas untuk berperan lebih aktif dalam kemajuan ekonomi.
Ketiga, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali etos pemikiran kritis dan keberanian sikap yang telah menjadi identitas historis kampus. Menurutnya, kemampuan menyodorkan perspektif baru dan keberanian membela kepentingan publik adalah kontribusi yang paling dibutuhkan di tengah perubahan sosial-ekonomi yang cepat.
“Back to Barrack adalah ajakan untuk kembali pada nilai yang menempa kita dulu. Apa pun jabatan dan posisi hari ini, pijakan itu yang harus kita bawa untuk memberi dampak lebih besar bagi negara,” tegas Sandi.
Pelantikan IKA Trisakti 2025–2029 pun ditutup dengan pesan yang mengemuka: bahwa alumni bukan sekadar jaringan pertemanan, tetapi energi perubahan yang dapat memperkuat pembangunan Indonesia di berbagai sektor.
(rca)
Lihat Juga :