Video Ketum PBNU Gus Yahya Bicara Diberhentikan Sepihak oleh Rais Aam Beredar
Sabtu, 22 November 2025 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, seperti saya katakan tadi, keputusannya adalah keputusan sepihak oleh Syuriyah, dalam hal ini Rais Aam," ucap Gus Yahya.
Ia pun mengaku tak masalah kehilangan jabatan. Bahkan, ia telah mempersilahkan pada PWNU dan PCNU untuk menghitung calon yang akan diusung menjadi Ketua Umum PBNU. Meski begitu, Gus Yahya menilai, masalah keputusan sepihak Rais Aam ini sangat berbahaya untuk organisasi. Menurutnya, keputusan Rais Aam untuk memberhentikannya tak sesuai prosedur.
Baca juga: NU Undang Akademisi Pro Israel ke Seminar, Gus Yahya: Saya Mohon Maaf Atas Kekhilafan
"Bahwa upaya yang dilakukan untuk secara sepihak oleh Syuriyah, dalam hal ini Rais Aam, memberhentikan saya, tidak dilakukan dengan cara, dengan prosedur yang benar, yang objektif dan adil. Karena sangat sepihak," katanya.
"Dan kedua, substansi dari narasi-narasi yang digunakan untuk menjustifikasi kehendak itu, ini juga bukan narasi-narasi yang valid. Saya bisa katakan bahwa seluruhnya merupakan narasi-narasi yang cenderung bersifat fitnah sebetulnya," tambah Gus Yahya.
Ia pun mengaku tak masalah kehilangan jabatan. Bahkan, ia telah mempersilahkan pada PWNU dan PCNU untuk menghitung calon yang akan diusung menjadi Ketua Umum PBNU. Meski begitu, Gus Yahya menilai, masalah keputusan sepihak Rais Aam ini sangat berbahaya untuk organisasi. Menurutnya, keputusan Rais Aam untuk memberhentikannya tak sesuai prosedur.
Baca juga: NU Undang Akademisi Pro Israel ke Seminar, Gus Yahya: Saya Mohon Maaf Atas Kekhilafan
"Bahwa upaya yang dilakukan untuk secara sepihak oleh Syuriyah, dalam hal ini Rais Aam, memberhentikan saya, tidak dilakukan dengan cara, dengan prosedur yang benar, yang objektif dan adil. Karena sangat sepihak," katanya.
"Dan kedua, substansi dari narasi-narasi yang digunakan untuk menjustifikasi kehendak itu, ini juga bukan narasi-narasi yang valid. Saya bisa katakan bahwa seluruhnya merupakan narasi-narasi yang cenderung bersifat fitnah sebetulnya," tambah Gus Yahya.
Lihat Juga :