Sebaran Ideologi Radikal Makin Terdesentralisasi, Perlu Resistensi Ekosistem Pendidikan

Kamis, 20 November 2025 - 21:44 WIB
loading...
A A A
"Kerentanan psikologis seperti pengucilan diri, kemarahan, atau frustasi terhadap ketidakadilan menjadi celah yang dieksploitasi konten ekstremis. Ideologi radikal menawarkan penjelasan sederhana tentang siapa yang salah dan mempromosikan kekerasan sebagai cara untuk bertindak," ujarnya.

Darraz menegaskan sekolah dan area publik lain harus menjadi tempat aman bagi perkembangan generasi muda. Ia meminta orang tua, guru, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk lebih proaktif membangun ekosistem pendidikan yang tahan terhadap paparan ideologi intoleran dan kekerasan.

Menurutnya, ekosistem pendidikan ideal harus memiliki mekanisme pencegahan melalui pendidikan karakter, penguatan nilai inklusif, serta perhatian pada kesehatan mental. Guru dan orang tua juga perlu dibekali kemampuan deteksi dini untuk mengidentifikasi gejala kerentanan dan paparan ideologi ekstrem. "Intervensi harus dilakukan dengan pendekatan suportif, bukan punitif, serta melibatkan konselor, orang tua, dan komunitas," ujar Darraz.

Ia menutup dengan pesan bahwa ekosistem pendidikan harus berubah dari "menjadi target" menjadi "benteng pertahanan" terhadap penyebaran paham intoleransi dan kekerasan. "Dengan strategi yang konsisten dan multi-segi, kita dapat menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari segala bentuk ekstremisme," pungkasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Ratusan Pelajar dan...
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti Istana untuk Anak Sekolah
Prabowo Mau Renovasi...
Prabowo Mau Renovasi 10 Ribu Puskesmas dan Sekolah Pakai Uang Sitaan Negara
Bertemu Wapres, Josepha...
Bertemu Wapres, Josepha Alexandra Peserta Cerdas Cermat Diberi Motivasi Terus Belajar dan Berprestasi
Kunjungi Miangas, Prabowo...
Kunjungi Miangas, Prabowo Janji Renovasi Semua Sekolah 2-3 Tahun ke Depan
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Rekomendasi
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved