Adidaya Institute: Publik Percaya Prabowo Bawa Perubahan Besar Indonesia
Rabu, 19 November 2025 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Survei Adidaya Institute dilakukan dengan metode tatap muka (offline) selama 8 hari pada 27 Oktober-3 November 2025. Survei dilakukan pada 19 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden.
Survei ini menggunakan metode probability sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Khusus pada bagian survei mood, para surveyor melakukan wawancara secara mendalam (indepth interview) kepada setiap responden.
Survei Adidaya Institute juga merekam suasana hati masyarakat atau public mood atas sejumlah isu sosial yang muncul selama sebulan belakangan. Isu itu seperti kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ijazah Jokowi, dan keinginan rezim Prabowo-Gibran dua periode. Pada ketiga isu tersebut, mood public tampak sangat dinamis.
Misalnya isu ijazah Jokowi, sebagian responden masih percaya Jokowi memiliki ijazah UGM seperti yang disampaikan selama ini. Sebanyak 65,8 persen responden percaya Jokowi memiliki ijazah asli sesuai pernyataan selama ini. Hanya sekitar 17,4 persen responden yang menyatakan tidak percaya Jokowi. Sementara sisanya sebanyak 16,8 persen responden memilih untuk tidak memberi pernyataan atas polemik ijazah tersebut.
Senada, publik juga sangat percaya Gibran dapat menjalani tugas dan fungsi sebagai Wakil Presiden. Di tengah keraguan sejumlah pihak, survei public mood Adidaya Institute justru menunjukkan 75,2 persen responden percaya Gibran dapat menjalankan amanahnya.
“Ini bukan anomali. Ini justru gambaran sikap responden kita. Alih-alih muncul keraguan dan cemoohan, namun sesungguhnya sebagian besar publik justru percaya Gibran bisa bekerja sebagai Wapres,” kata Fadhli.
Survei ini menggunakan metode probability sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Khusus pada bagian survei mood, para surveyor melakukan wawancara secara mendalam (indepth interview) kepada setiap responden.
Survei Adidaya Institute juga merekam suasana hati masyarakat atau public mood atas sejumlah isu sosial yang muncul selama sebulan belakangan. Isu itu seperti kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ijazah Jokowi, dan keinginan rezim Prabowo-Gibran dua periode. Pada ketiga isu tersebut, mood public tampak sangat dinamis.
Misalnya isu ijazah Jokowi, sebagian responden masih percaya Jokowi memiliki ijazah UGM seperti yang disampaikan selama ini. Sebanyak 65,8 persen responden percaya Jokowi memiliki ijazah asli sesuai pernyataan selama ini. Hanya sekitar 17,4 persen responden yang menyatakan tidak percaya Jokowi. Sementara sisanya sebanyak 16,8 persen responden memilih untuk tidak memberi pernyataan atas polemik ijazah tersebut.
Senada, publik juga sangat percaya Gibran dapat menjalani tugas dan fungsi sebagai Wakil Presiden. Di tengah keraguan sejumlah pihak, survei public mood Adidaya Institute justru menunjukkan 75,2 persen responden percaya Gibran dapat menjalankan amanahnya.
“Ini bukan anomali. Ini justru gambaran sikap responden kita. Alih-alih muncul keraguan dan cemoohan, namun sesungguhnya sebagian besar publik justru percaya Gibran bisa bekerja sebagai Wapres,” kata Fadhli.
Lihat Juga :