Pemerintah Optimistis Program Cetak Sawah Mampu Penuhi Kebutuhan Beras Nasional

Rabu, 19 November 2025 - 16:30 WIB
loading...
Pemerintah Optimistis...
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengejar target swasembada melalui berbagai program strategis nasional di antaranya merealisasikan target cetak sawah. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengejar target swasembada melalui berbagai program strategis nasional. Di antara yang sedang dikerjakan saat ini adalah merealisasikan target cetak sawah agar mampu terpenuhi secara cepat dan tepat hingga mencapai 100 persen.

Berdasarkan hasil survei investigasi terbaru, progres desain cetak sawah (SID) telah mencapai hampir 90 persen dari total target keseluruhan sebesar 225.000 hektare yang tersebar di 24 Provinsi. Sementara untuk kontrak konstruksi cetak sawah, capaian hingga pertengahan November 2025 telah mencapai hampir 80 persen dari target yang dialokasikan di 17 Provinsi.

Baca juga: Kementan: Program Cetak Sawah Rakyat di Kalteng Terus Berjalan

“Kinerja tersebut menunjukkan adanya progres percepatan di lapangan seiring penguatan koordinasi pemerintah pusat, daerah, serta unsur pelaksana teknis di wilayah. Perlu diketahui, kami di jajaran Ditjen LIP terus memantau perkembangan cetak sawah di seluruh Indonesia,” ujar Plt Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Hermanto, belum lama ini.

Progres pembangunan cetak sawah bukan sekadar angka dan teori, namun lebih dari itu terdapat realisasi positif yang bisa dirasakan masyarakat khususnya para petani Indonesia.

“Pengerjaan cetak sawah terus mengalami perkembangan signifikan. Kami optimistis cetak sawah adalah solusi pasti bagi masa depan bangsa dalam memenuhi kebutuhan beras secara berkelanjutan,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta mendorong kesejahteraan petani melalui perluasan lahan produktif.

Sebagai gambaran, data BPS terbaru menunjukkan konsistensi ketersediaan beras menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2019 misalnya produksi beras Januari-Desember mencapai 31,3 juta ton.

Angka yang sama tercatat pada tahun 2020 yaitu 31,3 juta ton. Tahun 2021 produksi tetap berada di level 31,3 juta ton disusul tahun 2022 sebesar 31,5 juta ton, dan tahun 2023 sebesar 31,1 juta ton. Sementara produksi tahun 2024 tercatat 30,6 juta ton.

Pada tahun 2025, produksi beras Januari-Oktober sudah mencapai 31,04 juta ton. Dengan tren kinerja lapangan yang terus meningkat, proyeksi produksi hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 34,7 juta ton.

Menurut Hermanto, perbaikan di sektor pertanian dimulai saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mereformasi tata kelola pupuk sehingga jumlahnya kembali baik menjadi 9,5 juta dari sebelumnya yang hanya 4,5 juta.

Selain itu, Amran juga terus mendorong penyediaan benih unggul, distribusi alsintan, hingga mereformasi pegawai agar lebih berintegritas.

Program-program strategis yang dikeluarkan Menteri Pertanian melalui perintah Presiden Prabowo Subianto bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya kepada para petani di seluruh Indonesia.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Geopolitik Global Tak...
Geopolitik Global Tak Stabil, Menteri Nusron Batasi Alih Fungsi Sawah demi Ketahanan Pangan
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Harga Beras Dunia Turun...
Harga Beras Dunia Turun Drastis karena Indonesia Tak Impor Tahun Ini?
Muhammadiyah Terima...
Muhammadiyah Terima Amanah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan Kemanusiaan UEA bagi Korban Banjir
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Program Cetak Sawah...
Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Berita Terkini
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Infografis
Pemerintah Belum Mampu...
Pemerintah Belum Mampu Mengendalikan Harga Minyak Goreng
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved