KPK Ungkap Metode Gali Informasi Saksi, dari Tanya Hobi hingga Asal Daerah
Rabu, 19 November 2025 - 05:57 WIB
loading...
KPK mengungkapkan metode menggali informasi dari saksi yang menutup diri agar mau memberikan keterangan secara gamblang. Sebelum memeriksa saksi, KPK akan melakukan profiling terhadap saksi. Foto/Dok IMG
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mengungkapkan metode menggali informasi dari saksi yang menutup diri agar mau memberikan keterangan secara gamblang. Sebelum memeriksa saksi, KPK akan melakukan profiling terhadap yang bersangkutan.
"Kita profiling dulu orangnya, kita lihat dulu, ini siapa nih yang mau diperiksa hari ini. Oh, si A misalkan, kita lihat dulu," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam diskusi di Bogor, Selasa (18/11/2025).
Asep melanjutkan, saksi yang tiba di ruang pemeriksaan juga tidak langsung ditanya materi. Mayoritas mereka akan diajak ngobrol terlebih dahulu agar lebih rileks. "Kita ngobrol dulu, ice breaking lah," ujarnya.
Baca Juga: KPK Temukan Penyalahgunaan Kuota Petugas Haji
Menurut Asep, obrolan tersebut akan mengarah hasil profiling yang telah dilakukan. Di antaranya, hobi hingga keluarganya.
"Ngobrol dulu, cerita-cerita tentang keluarganya, cerita tentang hobinya, cerita tentang segala macam," ucapnya.
Selain itu, penyidik juga akan menggunakan bahasa daerah asal dari saksi yang diperiksa. "Dia lahir di Jawa, ya kita ngobrol pakai bahasa Jawa, 'Gimana, Mbak, atau 'Pak, piye kabare?' seperti itu. 'Saking pundi, Pak asline?', seperti itu," tuturnya.
Asep mengatakan, urutan pertanyaan akan dilakukan berdasarkan informasi kesalahan utama "Cari dulu kesalahan yang utamanya, set, kita tunjukin salahnya, 'Ini, Pak, Bapak salahnya di sini', gitu. Jadi setelah itu biasanya dia enggak tahu karena ini sudah salahnya, baru berikutnya lebih memudahkan kepada kita," ujarnya.
"Kita profiling dulu orangnya, kita lihat dulu, ini siapa nih yang mau diperiksa hari ini. Oh, si A misalkan, kita lihat dulu," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam diskusi di Bogor, Selasa (18/11/2025).
Asep melanjutkan, saksi yang tiba di ruang pemeriksaan juga tidak langsung ditanya materi. Mayoritas mereka akan diajak ngobrol terlebih dahulu agar lebih rileks. "Kita ngobrol dulu, ice breaking lah," ujarnya.
Baca Juga: KPK Temukan Penyalahgunaan Kuota Petugas Haji
Menurut Asep, obrolan tersebut akan mengarah hasil profiling yang telah dilakukan. Di antaranya, hobi hingga keluarganya.
"Ngobrol dulu, cerita-cerita tentang keluarganya, cerita tentang hobinya, cerita tentang segala macam," ucapnya.
Selain itu, penyidik juga akan menggunakan bahasa daerah asal dari saksi yang diperiksa. "Dia lahir di Jawa, ya kita ngobrol pakai bahasa Jawa, 'Gimana, Mbak, atau 'Pak, piye kabare?' seperti itu. 'Saking pundi, Pak asline?', seperti itu," tuturnya.
Asep mengatakan, urutan pertanyaan akan dilakukan berdasarkan informasi kesalahan utama "Cari dulu kesalahan yang utamanya, set, kita tunjukin salahnya, 'Ini, Pak, Bapak salahnya di sini', gitu. Jadi setelah itu biasanya dia enggak tahu karena ini sudah salahnya, baru berikutnya lebih memudahkan kepada kita," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :