Di Pelantikan Pengurus APTISI Pusat, Prabowo Ajak PTS Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Senin, 17 November 2025 - 19:24 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menekankan peran strategis PTS dalam mendukung agenda nasional di bidang pembangunan sumber daya manusia. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan peran strategis PTS dalam mendukung agenda nasional di bidang pembangunan sumber daya manusia. Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal itu dikatakan Prabowo saat menghadiri Rembug Nasional dan Pelantikan Pengurus APTISI Pusat Periode 2025–2030 yang digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). Kegiatan tersebut berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Kegiatan yang mengusung tema “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri lebih dari 1.500 peserta. Mereka adalah pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), pengurus APTISI wilayah.
Baca juga: Prabowo Kejar Uang Koruptor untuk Dana Pendidikan
“Kolaborasi pemerintah dengan PTS diperlukan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendorong pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” katanya, Senin (17/11/2025).
Di sisi lain, Ketua Umum APTISI, Budi Djatmiko resmi melantik pengurus APTISI Pusat periode 2025–2030. Pelantikan ini menjadi momentum bagi APTISI untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas pelayanan kepada anggota, serta memperluas kontribusi PTS dalam pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli; Menteri Sosial Saifullah Yusuf; serta Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas 2045 Hashim Djojohadikusumo.
Baca juga: Prabowo Beri Smartboard untuk 288 Ribu Sekolah, Terbesar di Dunia
Dalam paparannya, mereka menekankan arah kebijakan strategis sektor pendidikan tinggi, penguatan daya saing sumber daya manusia, transformasi digital, dan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, serta sektor industri.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan paparan Success Story dari sejumlah Perguruan Tinggi Swasta terkemuka di Indonesia, antara lain Universitas Esa Unggul, Universitas Gunadarma, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Amikom Yogyakarta, dan lainnya. Sesi ini bertujuan untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan institusi, inovasi pembelajaran, serta peningkatan mutu dan daya saing PTS.
Ketua Umum APTISI Budi Djatmiko menyampaikan, APTISI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi nasional dalam rangka menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“APTISI siap menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing, inovatif, dan inklusif,” ujarnya.
Ketua Panitia Arief Kusuma Among Praja menegaskan Rembug Nasional ini merupakan forum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.
“APTISI, sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 3.000 Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia, terus memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional,” katanya.
Hal itu dikatakan Prabowo saat menghadiri Rembug Nasional dan Pelantikan Pengurus APTISI Pusat Periode 2025–2030 yang digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). Kegiatan tersebut berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Kegiatan yang mengusung tema “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri lebih dari 1.500 peserta. Mereka adalah pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), pengurus APTISI wilayah.
Baca juga: Prabowo Kejar Uang Koruptor untuk Dana Pendidikan
“Kolaborasi pemerintah dengan PTS diperlukan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendorong pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” katanya, Senin (17/11/2025).
Di sisi lain, Ketua Umum APTISI, Budi Djatmiko resmi melantik pengurus APTISI Pusat periode 2025–2030. Pelantikan ini menjadi momentum bagi APTISI untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas pelayanan kepada anggota, serta memperluas kontribusi PTS dalam pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli; Menteri Sosial Saifullah Yusuf; serta Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas 2045 Hashim Djojohadikusumo.
Baca juga: Prabowo Beri Smartboard untuk 288 Ribu Sekolah, Terbesar di Dunia
Dalam paparannya, mereka menekankan arah kebijakan strategis sektor pendidikan tinggi, penguatan daya saing sumber daya manusia, transformasi digital, dan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, serta sektor industri.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan paparan Success Story dari sejumlah Perguruan Tinggi Swasta terkemuka di Indonesia, antara lain Universitas Esa Unggul, Universitas Gunadarma, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Amikom Yogyakarta, dan lainnya. Sesi ini bertujuan untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan institusi, inovasi pembelajaran, serta peningkatan mutu dan daya saing PTS.
Ketua Umum APTISI Budi Djatmiko menyampaikan, APTISI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi nasional dalam rangka menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“APTISI siap menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing, inovatif, dan inklusif,” ujarnya.
Ketua Panitia Arief Kusuma Among Praja menegaskan Rembug Nasional ini merupakan forum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.
“APTISI, sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 3.000 Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia, terus memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :