Apakah ASEAN Masih Relevan bagi Gen Z Indonesia?

Senin, 17 November 2025 - 13:26 WIB
loading...
Apakah ASEAN Masih Relevan...
Rise Ashqinayah, Mahasiswi Hubungan Internasional President University. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Rise Ashqinayah
Mahasiswi Hubungan Internasional
President University

DI TENGAH gempuran arus globalisasi digital, rasanya nama ASEAN semakin samar didengar di kalangan generasi muda. Bahkan sekretaris jenderal ASEAN pun tak sepopuler nama idol K-pop atau aktivis lingkungan muda. Padahal ASEAN dibangun dengan semangat negara kawasan Asia Tenggara yang sampai saat ini masih organisasi regional yang memastikan kawasan tetap aman, stabil, dan sejahtera.

ASEAN didirikan pada tahun 1967 di Bangkok, Thailand. Indonesia mengambil peran penting dalam berdirinya ASEAN bersama dengan Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. ASEAN juga menjadi wadah penting bagi Indonesia dalam hal regional mulai dari keamanan hingga integrasi ekonomi.

Melalui ASEAN Indonesia menjadi sentral dalam hal stabilitas politik dan diplomasi Asia Tenggara. Namun di luar konteks diplomasi Indonesia pada kawasan Asia Tenggara, gaung ASEAN pada generasi muda hanya dikenal sebatas materi pada mata pelajaran, bukan sebagai organisasi atau identitas yang melekat pada kehidupan mereka.

Keterputusan ini menjadikan jarak bagi idealisme dan realitas sosial pada Gen Z. Bagi sebagian besar generasi muda, kehadiran ASEAN kurang hadir dalam kehidupan mereka, isu yang dianggap penting bagi organisasi seperti integrasi ekonomi atau stabilitas politik saja.

Isu yang ASEAN angkat rasanya seperti jauh dengan realitas yang mereka hadapi seperti lapangan kerja, kebebasan berekspresi dan perubahan iklim. Sementara itu, komunikasi yang dilakukan oleh ASEAN masih bersifat kaku maupun birokratis sehingga sulit menjangkau dinamika interaksi generasi muda.

Dalam tingkat institusional, ASEAN juga tak jarang untuk mengajak generasi muda dalam berkontribusi seperti dalam forum ASEAN Youth Programme atau ASEAN Foundation. Namun kegiatan tersebut terkesan seperti terbatas bagi generasi muda, karena ASEAN biasanya hanya menjangkau mahasiswa berprestasi, aktivis atau perwakilan sebuah lembaga. Dari hal ini membuat generasi muda tidak sepenuhnya menjadi bagian kolektif dalam forum tersebut. ASEAN rasanya seperti ruang eksklusif bukan wadah yang terbuka bagi semua.

Sebagai perbandingan, Uni Eropa dalam programnya yaitu Erasmus+ berhasil menumbuhkan rasa "kita" pada Gen Z. Sementara ASEAN masih berkutat pada fokus diplomasi yang kaku dan jauh dari cakupan anak muda yang mempunyai kesan dinamis dan mengikuti zaman.

Padahal dengan membawa isu lingkungan, ekonomi kreatif, serta teknologi dapat menjadi sebuah peluang besar bagi generasi muda di Asia Tenggara. Generasi muda sekarang bukan kehilangan minat pada ASEAN, namun jembatan komunikasi yang dibangun oleh ASEAN masih mengikuti cara lama dan kaku sehingga sulit bagi generasi muda mempunyai ketertarikan terhadap ASEAN.

Meski begitu, ASEAN masih memiliki potensi besar sebagai wadah bagi Gen Z Indonesia. Inisiasi yang dilakukan ASEAN mempunyai banyak peluang dalam kerja sama lintas negara, seperti program beasiswa regional, proyek sosial dan lingkungan, serta program pertukaran pelajar yang berhasil diciptakan oleh ASEAN Youth Network.

Banyak program digital yang dimanfaatkan sebagai platform bagi generasi muda untuk menjangkau program tersebut. Namun, agar keterkaitan tersebut benar-benar terasa, ASEAN masih perlu membenahi cara berkomunikasi dan membangun narasi yang lebih familiar dengan generasi muda sekarang, yang lekat dengan kreativitas, keterbukaan, dan kolaborasi.

Jangkauan program ASEAN tidak bisa dibangun hanya dengan program seremoni KTT atau pertemuan para menteri. ASEAN sebagai organisasi regional juga bergantung pada generasi muda yang kelak akan menjadi bagian dari masa depan dan melanjutkan visi dan misi dari ASEAN.

Generasi muda yang ada sekarang bukan hanya menuntut pernyataan politik besar saja, namun menuntut ruang untuk berkolaborasi dan diakui pendapatnya. Ketika ASEAN hadir dengan mendengar suara dari generasi muda tentang isu lingkungan, kesetaraan, teknologi dan masa depan pekerjaan, maka organisasi ini dapat merebut hati dan makna dari generasi muda.

Pada akhirnya, ASEAN akan terus hidup dengan perkembangan zaman dan tidak berfokus dengan cara lama yang monoton. Di era digital dan perkembangan teknologi yang serba cepat, sudah seharusnya ASEAN tidak hanya berbicara deengan pemerintah saja, namun ASEAN dapat membuka diskusi Gen Z Asia Tenggara dalam menentukan masa depan yang lebih unggul dan modern bagi kawasan regional ini.

Dengan begitu ASEAN bukanlah sebuah wadah yang tercipta untuk sebuah kalangan yang ekslusif saja namun ASEAN dapat merangkul semua generasi muda. Tanpa generasi muda yang melanjutkannya, ASEAN hanyalah sebuah organisasi yang hening dari publik.

Lebih sekadar dari organisasi, namun ASEAN dapat menjadi wadah bagi masyarakat Asia Tenggara dalam bertumbuh dan berkolaborasi. Gen Z Indonesia tidak menolak ASEAN, namun mereka menunggu alasan keikutsertaan mereka terhadap organisasi regional ini.

Ketika ASEAN mampu menyesuaikan program dan bahasa merekan dengan generasi muda yang lekat dengan solidaritas keberagaman dan masa depan, maka relevansi yang dibuat ASEAN tidak pernah hilang. Di tangan generasi muda inilah "satu visi, satu identitas, satu komunitas" akan timbul menjadi semangat dan menjadi bermakna di tangan Gen Z.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Momen Prabowo Kenakan...
Momen Prabowo Kenakan Barong Motif Batik saat Gala Dinner KTT ke-48 ASEAN
Maung Presiden Prabowo...
'Maung' Presiden Prabowo Curi Perhatian Delegasi ASEAN dan Warga Filipina
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Berita Terkini
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved