Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Sabtu, 15 November 2025 - 21:55 WIB
loading...
Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat sinergi dalam upaya percepatan layanan perbenihan nasional berbasis digital. Foto: Ist
A
A
A
LAMPUNG - Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat sinergi dalam upaya percepatan layanan perbenihan nasional berbasis digital. Upaya itu diwujudkan Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian lewat kegiatan Koordinasi Layanan Pelepasan Varietas Tanaman dan Perizinan Pemasukan/Pengeluaran Benih Tanaman yang diselenggarakan di Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung.
Kepala Pusat PVTPP Leli Nuryati menyatakan kegiatan koordinasi ini memiliki makna strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta pelaku usaha benih. Kegiatan ini ingin memastikan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menghasilkan varietas unggul nasional serta memperlancar proses perizinan benih tanaman dan pelepasan varietas yang kini telah terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Baca juga: Pertanian Keluarga Solusi Ketahanan Pangan
Integrasi sistem OSS merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik di sektor pertanian menuju proses yang lebih cepat, transparan, efisien, dan akuntabel. Kemudian, mendorong inovasi dalam pengajuan izin pelepasan varietas maupun peredaran benih tanaman.
“Transformasi digital melalui OSS bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi langkah nyata menuju tata kelola perbenihan yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Leli, Sabtu (15/11/2025).
Menurut dia, sistem ini akan memperkuat daya saing sektor perbenihan nasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah sekaligus menjadi instrumen penting dalam mempercepat kemandirian varietas unggul di tingkat daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung Elvira Umihanni menambahkan benih merupakan fondasi utama dalam sistem pertanian, sehingga penguatan kebijakan pelepasan varietas dan perizinan pemasukan/pengeluran benih menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Apalagi perkembangan perbenihan kini semakin kompleks baik dari sisi perdagangan, regulasi, maupun kebutuhan daerah. “Karena itu, kita harus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah untuk membangun sistem perbenihan yang terintegrasi, transparan, dan berdaya saing,” ujar Elvira.
Provinsi Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional dengan beragam komoditas unggulan mulai dari padi, jagung, dan ubi kayu, hingga hortikultura seperti jeruk, alpukat, dan pisang Cavendish.
Elvira berpandangan pengembangan varietas lokal yang adaptif terhadap kondisi agroklimat setempat tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi petani. Pihaknya berkomitmen menjadikan Lampung sebagai pusat pengembangan varietas unggul lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Penguatan sistem perbenihan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian benih di tingkat petani,” ucapnya.
Kepala Pusat PVTPP Leli Nuryati menyatakan kegiatan koordinasi ini memiliki makna strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta pelaku usaha benih. Kegiatan ini ingin memastikan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menghasilkan varietas unggul nasional serta memperlancar proses perizinan benih tanaman dan pelepasan varietas yang kini telah terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Baca juga: Pertanian Keluarga Solusi Ketahanan Pangan
Integrasi sistem OSS merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik di sektor pertanian menuju proses yang lebih cepat, transparan, efisien, dan akuntabel. Kemudian, mendorong inovasi dalam pengajuan izin pelepasan varietas maupun peredaran benih tanaman.
“Transformasi digital melalui OSS bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi langkah nyata menuju tata kelola perbenihan yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Leli, Sabtu (15/11/2025).
Menurut dia, sistem ini akan memperkuat daya saing sektor perbenihan nasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah sekaligus menjadi instrumen penting dalam mempercepat kemandirian varietas unggul di tingkat daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung Elvira Umihanni menambahkan benih merupakan fondasi utama dalam sistem pertanian, sehingga penguatan kebijakan pelepasan varietas dan perizinan pemasukan/pengeluran benih menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Apalagi perkembangan perbenihan kini semakin kompleks baik dari sisi perdagangan, regulasi, maupun kebutuhan daerah. “Karena itu, kita harus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah untuk membangun sistem perbenihan yang terintegrasi, transparan, dan berdaya saing,” ujar Elvira.
Provinsi Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional dengan beragam komoditas unggulan mulai dari padi, jagung, dan ubi kayu, hingga hortikultura seperti jeruk, alpukat, dan pisang Cavendish.
Elvira berpandangan pengembangan varietas lokal yang adaptif terhadap kondisi agroklimat setempat tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi petani. Pihaknya berkomitmen menjadikan Lampung sebagai pusat pengembangan varietas unggul lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Penguatan sistem perbenihan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian benih di tingkat petani,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :