Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Amar Ma’ruf Nahi Munkar sebagai Gerakan Ilmu dan Moral
Rabu, 12 November 2025 - 20:15 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan pentingnya mengenal konsep amar ma’ruf nahi munkar sebagai gerakan ilmu dan moral. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya mengenal konsep amar ma’ruf nahi munkar. Pasalnya, konsep itulah yang menjadi salah satu alasan Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai dasar ideal bagi Indonesia.
"Ma’ruf adalah sesuatu yang benar menurut ilmu dan sesuai hukum yang berlaku. Karena itu, amal ma’ruf berarti mengajak manusia pada kebenaran yang berdasarkan ilmu," ujarnya dalam acara Hari Bermuhammadiyah ke-12 di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (12/11/2025).
Menurut Abdul Mu’ti, pentingnya memahami konsep amal ma’ruf nahi munkar sebagai gerakan ilmu dan moral. Di dalam Al-Qur’an, terdapat sembilan ayat yang menghubungkan kedua istilah tersebut, yang menunjukkan ma’ruf tidak hanya berarti kebaikan, tetapi sesuatu yang benar secara ilmiah, sesuai hukum, dan diterima oleh norma masyarakat.
Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya
Ketua BPH UMJ itu mengatakan, di sinilah letak relevansi mengapa Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai dasar yang ideal bagi Indonesia. Sebabnya, Islam meletakkan dasar-dasar peradaban pada ilmu dan iman.
Abdul Mu’ti menambahkan, pentingnya menumbuhkan kebanggaan dan semangat gerakan di kalangan warga Muhammadiyah demi kemaslahatan Muhammadiyah. Terlebih, organisasi resmi yang kini tersebar di sembilan provinsi itu telah berkiprah secara internasional, termasuk di Mesir, yang mana menjadi bukti semangat dan nilai Muhammadiyah diakui secara global.
Baca juga: Muhammadiyah Bangun 105 SPPG untuk Dukung Program MBG
"Penting bagi kita memahami sejarah dan mengenal para tokohnya sebagai modal moral dan intelektual agar semakin yakin bergabung dengan Muhammadiyah pilihan yang benar," kata pria yang juga sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
"Ma’ruf adalah sesuatu yang benar menurut ilmu dan sesuai hukum yang berlaku. Karena itu, amal ma’ruf berarti mengajak manusia pada kebenaran yang berdasarkan ilmu," ujarnya dalam acara Hari Bermuhammadiyah ke-12 di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (12/11/2025).
Menurut Abdul Mu’ti, pentingnya memahami konsep amal ma’ruf nahi munkar sebagai gerakan ilmu dan moral. Di dalam Al-Qur’an, terdapat sembilan ayat yang menghubungkan kedua istilah tersebut, yang menunjukkan ma’ruf tidak hanya berarti kebaikan, tetapi sesuatu yang benar secara ilmiah, sesuai hukum, dan diterima oleh norma masyarakat.
Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya
Ketua BPH UMJ itu mengatakan, di sinilah letak relevansi mengapa Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai dasar yang ideal bagi Indonesia. Sebabnya, Islam meletakkan dasar-dasar peradaban pada ilmu dan iman.
Abdul Mu’ti menambahkan, pentingnya menumbuhkan kebanggaan dan semangat gerakan di kalangan warga Muhammadiyah demi kemaslahatan Muhammadiyah. Terlebih, organisasi resmi yang kini tersebar di sembilan provinsi itu telah berkiprah secara internasional, termasuk di Mesir, yang mana menjadi bukti semangat dan nilai Muhammadiyah diakui secara global.
Baca juga: Muhammadiyah Bangun 105 SPPG untuk Dukung Program MBG
"Penting bagi kita memahami sejarah dan mengenal para tokohnya sebagai modal moral dan intelektual agar semakin yakin bergabung dengan Muhammadiyah pilihan yang benar," kata pria yang juga sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
(cip)
Lihat Juga :