Ridwan Bae: Warisan Soeharto Tetap Relevan, dari Infrastruktur hingga Stabilitas Nasional
Selasa, 11 November 2025 - 18:36 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa, Senin (10/11/2025). Foto/dok.dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa dalam upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penganugerahan tersebut melalui proses seleksi yang ketat oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
Dari total 49 nama yang diusulkan dan 24 nama yang direkomendasikan secara prioritas, kemudian Presiden memilih 10 nama pahlawan nasional.
Baca juga: Soeharto Pahlawan Nasional, Fadli Zon Beberkan Alasannya
Ridwan Bae menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan yang menghargai jasa para pemimpin sebelumnya dalam perjalanan sejarah bangsa.
“Presiden Prabowo memiliki sikap negarawan dalam menghargai jasa para presiden terdahulu, termasuk Soeharto dan Gus Dur. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kontribusi para tokoh yang memberikan warna besar dalam perjalanan republik,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Dia menjelaskan bahwa Soeharto merupakan sosok yang meninggalkan warisan pembangunan yang nyata bagi rakyat Indonesia. “Kita harus jujur bahwa sejarah dan kemajuan bangsa ini tidak terlepas dari kebijakan dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Pak Harto,” katanya.
Baca juga: Kisah Marsinah, Aktivis Buruh Asal Nganjuk yang Jadi Pahlawan Nasional
“Jasa-jasa besar Soeharto untuk negara ini terlalu nyata untuk dihapus dari sejarah, sebab Soeharto adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, baik terkait pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, hingga birokrasi pemerintahan yang teratur,” sambungnya.
Sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan transportasi, Ridwan Bae menilai bahwa era pembangunan Soeharto membuka akses konektivitas nasional secara luas.
“Dari Sabang sampai Merauke, pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat telah membuka ruang mobilitas dan produktivitas rakyat. Itu fondasi penting yang harus kita akui sebagai bagian dari perjalanan bangsa,” jelasnya.
Dia menekankan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bukanlah seremonial semata, tetapi momentum untuk memandang sejarah secara menyeluruh.
“Kita tidak boleh terjebak pada narasi politik yang sempit. Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai seluruh perjalanan perjuangannya. Kita harus bersatu, belajar dari para pemimpin terdahulu, dan melangkah menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.
Dari total 49 nama yang diusulkan dan 24 nama yang direkomendasikan secara prioritas, kemudian Presiden memilih 10 nama pahlawan nasional.
Baca juga: Soeharto Pahlawan Nasional, Fadli Zon Beberkan Alasannya
Ridwan Bae menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan yang menghargai jasa para pemimpin sebelumnya dalam perjalanan sejarah bangsa.
“Presiden Prabowo memiliki sikap negarawan dalam menghargai jasa para presiden terdahulu, termasuk Soeharto dan Gus Dur. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kontribusi para tokoh yang memberikan warna besar dalam perjalanan republik,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Dia menjelaskan bahwa Soeharto merupakan sosok yang meninggalkan warisan pembangunan yang nyata bagi rakyat Indonesia. “Kita harus jujur bahwa sejarah dan kemajuan bangsa ini tidak terlepas dari kebijakan dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Pak Harto,” katanya.
Baca juga: Kisah Marsinah, Aktivis Buruh Asal Nganjuk yang Jadi Pahlawan Nasional
“Jasa-jasa besar Soeharto untuk negara ini terlalu nyata untuk dihapus dari sejarah, sebab Soeharto adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, baik terkait pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, hingga birokrasi pemerintahan yang teratur,” sambungnya.
Sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan transportasi, Ridwan Bae menilai bahwa era pembangunan Soeharto membuka akses konektivitas nasional secara luas.
“Dari Sabang sampai Merauke, pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat telah membuka ruang mobilitas dan produktivitas rakyat. Itu fondasi penting yang harus kita akui sebagai bagian dari perjalanan bangsa,” jelasnya.
Dia menekankan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bukanlah seremonial semata, tetapi momentum untuk memandang sejarah secara menyeluruh.
“Kita tidak boleh terjebak pada narasi politik yang sempit. Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai seluruh perjalanan perjuangannya. Kita harus bersatu, belajar dari para pemimpin terdahulu, dan melangkah menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :