Soeharto Layak Dapat Gelar Pahlawan, Bangsa Besar Harus Berdamai dengan Masa Lalu
Minggu, 09 November 2025 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Darmawan juga mengingatkan menghargai tokoh masa lalu bukan berarti menutup mata terhadap kesalahan sejarah. Namun, bangsa yang bijak adalah bangsa yang bisa menempatkan jasa dan catatan kelam secara proporsional.
“Kita bisa belajar dari Gus Dur dan almarhum Taufik Kiemas, bagaimana mereka mengajarkan kebesaran hati dalam melihat sejarah. Kritik boleh, tapi jangan menghapus jasa,” tegas Darmawan.
Darmawan menyebut, jasa besar Soeharto dalam pembangunan, stabilitas nasional, hingga ketahanan pangan tak bisa dihapus begitu saja hanya karena perdebatan politik masa lalu.
“Soeharto adalah bagian dari sejarah bangsa ini, baik suka maupun tidak. Memberinya gelar pahlawan nasional bisa menjadi simbol kebesaran Indonesia, bahwa kita mampu mengakui jasa siapa pun tanpa membawa dendam sejarah,” pungkasnya.
“Kita bisa belajar dari Gus Dur dan almarhum Taufik Kiemas, bagaimana mereka mengajarkan kebesaran hati dalam melihat sejarah. Kritik boleh, tapi jangan menghapus jasa,” tegas Darmawan.
Darmawan menyebut, jasa besar Soeharto dalam pembangunan, stabilitas nasional, hingga ketahanan pangan tak bisa dihapus begitu saja hanya karena perdebatan politik masa lalu.
“Soeharto adalah bagian dari sejarah bangsa ini, baik suka maupun tidak. Memberinya gelar pahlawan nasional bisa menjadi simbol kebesaran Indonesia, bahwa kita mampu mengakui jasa siapa pun tanpa membawa dendam sejarah,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :