Gelar Fun Walk Green Democracy, Ketua DPD: Parlemen Akan Banyak Bersidang di Ruang Terbuka
Minggu, 09 November 2025 - 14:04 WIB
loading...
Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin bersama pimpinan DPD lainnya yaitu Tamsil Linrung, Yorrys Raweyai dan GKR Hemas menghadiri Fun Walk Green Democracy. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menegaskan akan banyak bersidang di ruang terbuka. Tujuannya untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mewujudkan green democracy di Indonesia.
Hal itu diungkap Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin saat acara fun walk green democracy di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/11). Acara ini diinisiasi untuk memperkenalkan konsep green democracy.
Acara itu dihadirkan langsung Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin bersama pimpinan DPD lainnya yaitu Tamsil Linrung, Yorrys Raweyai dan GKR Hemas. Acara ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Duta Besar dari berbagai negara, artis, hingga kelompok disabilitas.
Baca juga: Green Democracy Fun Walk DPD RI, Gaungkan Lembaga yang Partisipatif dan Kampanye Solidaritas
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menjelaskan acara ini hendak menunjukan konsep green democracy kepada masyarakat dunia.
"Ini lebih kepada mau menunjukan kepada masyarakat Indonesia dan bukan hanya Indonesia, kepada dunia karena duta besar itu kan wakil dari negara. Bahwa demokrasi kita itu dinamis tapi bisa kita kontrol, ini demokrasi harus sehat, makanya green democracy," ujar Sultan, Minggu (9/11/2025).
Sultan menerangkan demokrasi di Indonesia mempunyai dinamika yang lebih rumit daripada negara lain lantaran memiliki latar belakang budaya, sejarah hingga kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Namun, demokrasi itu tetap bisa dijaga dan dirawat.
Baca juga: Duta DPD Dorong Anak Muda Melek Kelembagaan DPD dan Suara Daerah
Menurut Sultan, salah satu merawat demokrasi ialah memberikan ruang sebesar-besarnya terhadap partisipasi masyarakat. Oleh karenanya ia menyebut parlemen agar mengubah pandangan agar lebih banyak mendengar masyarakat.
"Nah cara merawatnya adalah, memberikan ruang sebesar-besarnya kepada masyarakat termasuk dengan parlemen. Jadi kami mau shifting dari yang tadinya parlemen betul-betul hanya bersuara, kita lebih banyak mendengar," tegas Sultan.
Untuk mewujudkan cita-cita itu, Sultan bahkan mengusulkan agar kegiatan sidang di parlemen akan digeser. Parlemen harus lebih aktif terjun langsung ke tempat-tempat masyarakat.
"Kita mau pindahkan ke ruang-ruang yang enggak usah lagi formal. Bukan di tempat ber-AC, tapi di tempat seperti ini, di pinggir sawah, di pinggir jalan, berjalan kaki dan berdiskusi dan eksekusi apa masalah-masalah masyarakat yang bisa langsung kita eksekusi," tegas dia.
Sultan juga meyakini DPD RI bisa berkolaborasi dengan DPR RI. Hal ini sebab DPR RI di era sekarang betul-betul menunjukan sikap dan bisa menerima ide dari anggota Senator.
"Justru ini momentum yang paling tepat untuk berkolaborasi, dan saya harus apresiasi yang tinggi kepada teman-teman DPR. Karena kali ini pertama, DPR di periode sekarang itu betul-betul menerima ide gagasan termasuk proses legislasi yang dilakukan DPD," ujarnya.
Hal itu diungkap Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin saat acara fun walk green democracy di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/11). Acara ini diinisiasi untuk memperkenalkan konsep green democracy.
Acara itu dihadirkan langsung Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin bersama pimpinan DPD lainnya yaitu Tamsil Linrung, Yorrys Raweyai dan GKR Hemas. Acara ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Duta Besar dari berbagai negara, artis, hingga kelompok disabilitas.
Baca juga: Green Democracy Fun Walk DPD RI, Gaungkan Lembaga yang Partisipatif dan Kampanye Solidaritas
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menjelaskan acara ini hendak menunjukan konsep green democracy kepada masyarakat dunia.
"Ini lebih kepada mau menunjukan kepada masyarakat Indonesia dan bukan hanya Indonesia, kepada dunia karena duta besar itu kan wakil dari negara. Bahwa demokrasi kita itu dinamis tapi bisa kita kontrol, ini demokrasi harus sehat, makanya green democracy," ujar Sultan, Minggu (9/11/2025).
Sultan menerangkan demokrasi di Indonesia mempunyai dinamika yang lebih rumit daripada negara lain lantaran memiliki latar belakang budaya, sejarah hingga kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Namun, demokrasi itu tetap bisa dijaga dan dirawat.
Baca juga: Duta DPD Dorong Anak Muda Melek Kelembagaan DPD dan Suara Daerah
Menurut Sultan, salah satu merawat demokrasi ialah memberikan ruang sebesar-besarnya terhadap partisipasi masyarakat. Oleh karenanya ia menyebut parlemen agar mengubah pandangan agar lebih banyak mendengar masyarakat.
"Nah cara merawatnya adalah, memberikan ruang sebesar-besarnya kepada masyarakat termasuk dengan parlemen. Jadi kami mau shifting dari yang tadinya parlemen betul-betul hanya bersuara, kita lebih banyak mendengar," tegas Sultan.
Untuk mewujudkan cita-cita itu, Sultan bahkan mengusulkan agar kegiatan sidang di parlemen akan digeser. Parlemen harus lebih aktif terjun langsung ke tempat-tempat masyarakat.
"Kita mau pindahkan ke ruang-ruang yang enggak usah lagi formal. Bukan di tempat ber-AC, tapi di tempat seperti ini, di pinggir sawah, di pinggir jalan, berjalan kaki dan berdiskusi dan eksekusi apa masalah-masalah masyarakat yang bisa langsung kita eksekusi," tegas dia.
Sultan juga meyakini DPD RI bisa berkolaborasi dengan DPR RI. Hal ini sebab DPR RI di era sekarang betul-betul menunjukan sikap dan bisa menerima ide dari anggota Senator.
"Justru ini momentum yang paling tepat untuk berkolaborasi, dan saya harus apresiasi yang tinggi kepada teman-teman DPR. Karena kali ini pertama, DPR di periode sekarang itu betul-betul menerima ide gagasan termasuk proses legislasi yang dilakukan DPD," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :