Ilmuwan Dorong Dialog Global soal Inovasi dan Kebijakan Tembakau Berbasis Sains
Kamis, 06 November 2025 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, sikap WHO yang sangat antipengurangan bahaya tembakau. Jika WHO mengambil posisi menolak, negara-negara cenderung mengikuti arahan mereka.
Kedua, regulasi yang terfragmentasi dan tidak proporsional yang memengaruhi keterjangkauan, aksesibilitas, dan keamanan produk tembakau alternatif. Ketiga, maraknya misinformasi tentang bahaya dan manfaatnya serta penggunaan bukti secara selektif yang memengaruhi WHO hingga pembuat kebijakan.
“Hambatan keempat adalah pengecualian terhadap industri. Umumnya terdapat ketidakpercayaan terhadap motif industri karena warisan citra buruk di masa lalu,” tuturnya.
Kelima, upaya mengalihkan perdebatan dari usaha berhenti merokok menjadi fokus pada nikotin dan kecanduan serta risiko bagi generasi muda.
"Pengguna vape dewasa 15 kali lebih banyak dibandingkan anak muda. Jadi mengapa fokusnya beralih dari membantu perokok dewasa yang ingin berhenti ke anak muda yang merupakan minoritas? Sangat sedikit bukti bahwa mereka akhirnya menjadi perokok," ucap Tikki.
Dia menilai lima hambatan tersebut melahirkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari kebijakan publik yang tidak proporsional hingga meningkatnya perdagangan gelap produk tembakau alternatif di negara-negara yang melarangnya.
Kedua, regulasi yang terfragmentasi dan tidak proporsional yang memengaruhi keterjangkauan, aksesibilitas, dan keamanan produk tembakau alternatif. Ketiga, maraknya misinformasi tentang bahaya dan manfaatnya serta penggunaan bukti secara selektif yang memengaruhi WHO hingga pembuat kebijakan.
“Hambatan keempat adalah pengecualian terhadap industri. Umumnya terdapat ketidakpercayaan terhadap motif industri karena warisan citra buruk di masa lalu,” tuturnya.
Kelima, upaya mengalihkan perdebatan dari usaha berhenti merokok menjadi fokus pada nikotin dan kecanduan serta risiko bagi generasi muda.
"Pengguna vape dewasa 15 kali lebih banyak dibandingkan anak muda. Jadi mengapa fokusnya beralih dari membantu perokok dewasa yang ingin berhenti ke anak muda yang merupakan minoritas? Sangat sedikit bukti bahwa mereka akhirnya menjadi perokok," ucap Tikki.
Dia menilai lima hambatan tersebut melahirkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari kebijakan publik yang tidak proporsional hingga meningkatnya perdagangan gelap produk tembakau alternatif di negara-negara yang melarangnya.
Lihat Juga :