PUI Ungkap Alasan Dukung Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Kamis, 06 November 2025 - 18:29 WIB
loading...
Mural Presiden ke-2 RI Soeharto. Foto/Dok Sindo
A
A
A
JAKARTA - Persatuan Ummat Islam (PUI) mendukung Presiden ke-2 RI Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. Organisasi Islam yang berdiri sejak 1917 dan telah turut berjuang dalam proses kemerdekaan Indonesia mengungkapkan alasannya.
Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin mengatakan, Soeharto adalah bagian penting dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dia melanjutkan, Soeharto berjasa besar dalam membangun ekonomi rakyat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga stabilitas nasional yang memungkinkan Indonesia tumbuh menjadi negara yang kuat dan disegani di kawasan.
“Dalam semangat Islah, kita menghormati jasa beliau sambil terus memperbaiki hal-hal yang kurang dari masa lalu,” ujar Raizal Arifin, Kamis (6/11/2025).
Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya
PUI juga mengusulkan agar H. Sholeh Iskandar, tokoh PUI, ulama pejuang, dan pendidik nasional, dimasukkan dalam daftar calon penerima gelar Pahlawan Nasional. Sosok H. Sholeh Iskandar dikenal luas sebagai pendidik dan dai yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pemberdayaan umat, serta berjasa besar dalam mengembangkan pendidikan Islam dan kesadaran kebangsaan, khususnya di wilayah Bogor dan Jawa Barat.
Wakil Ketua Umum DPP PUI Irfan Ahmad Fauzi menegaskan pentingnya negara memberikan penghargaan yang pantas kepada tokoh-tokoh Islam yang telah berkontribusi besar dalam membangun moral bangsa. “Selain HM. Soeharto, H. Sholeh Iskandar adalah figur yang layak menjadi Pahlawan Nasional,” kata Irfan.
“Beliau ulama pejuang yang konsisten membina umat dan menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan cinta Tanah Air. Beliau pantas mendapat tempat terhormat di hati bangsa Indonesia,” sambungnya.
Baca juga: Bahlil Buka Suara Terkait Penolakan Rencana Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional
PUI menilai langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto menunjukkan sikap kepemimpinan yang berani dan berpikir jauh ke depan.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari rekonsiliasi nasional — untuk mempertemukan kembali semangat perjuangan, pembangunan, dan persatuan bangsa.
“Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya. Kita belajar dari masa lalu untuk memperbaiki masa depan. Itulah makna Islah yang sesungguhnya, memperbaiki, bukan menghakimi,” pungkas Raizal Arifin.
Sebagai organisasi Islam yang telah berdiri lebih dari satu abad dan kini memiliki lebih dari 20 juta jama’ah di seluruh Indonesia, PUI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi kekuatan moral bangsa, memperkuat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat Islah dan persaudaraan nasional, PUI siap mendukung langkah-langkah Presiden Prabowo dalam meneguhkan penghormatan negara terhadap para tokoh bangsa yang telah berjasa bagi keutuhan dan kemajuan Indonesia.
Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin mengatakan, Soeharto adalah bagian penting dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dia melanjutkan, Soeharto berjasa besar dalam membangun ekonomi rakyat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga stabilitas nasional yang memungkinkan Indonesia tumbuh menjadi negara yang kuat dan disegani di kawasan.
“Dalam semangat Islah, kita menghormati jasa beliau sambil terus memperbaiki hal-hal yang kurang dari masa lalu,” ujar Raizal Arifin, Kamis (6/11/2025).
Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya
PUI juga mengusulkan agar H. Sholeh Iskandar, tokoh PUI, ulama pejuang, dan pendidik nasional, dimasukkan dalam daftar calon penerima gelar Pahlawan Nasional. Sosok H. Sholeh Iskandar dikenal luas sebagai pendidik dan dai yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pemberdayaan umat, serta berjasa besar dalam mengembangkan pendidikan Islam dan kesadaran kebangsaan, khususnya di wilayah Bogor dan Jawa Barat.
Wakil Ketua Umum DPP PUI Irfan Ahmad Fauzi menegaskan pentingnya negara memberikan penghargaan yang pantas kepada tokoh-tokoh Islam yang telah berkontribusi besar dalam membangun moral bangsa. “Selain HM. Soeharto, H. Sholeh Iskandar adalah figur yang layak menjadi Pahlawan Nasional,” kata Irfan.
“Beliau ulama pejuang yang konsisten membina umat dan menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan cinta Tanah Air. Beliau pantas mendapat tempat terhormat di hati bangsa Indonesia,” sambungnya.
Baca juga: Bahlil Buka Suara Terkait Penolakan Rencana Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional
PUI menilai langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto menunjukkan sikap kepemimpinan yang berani dan berpikir jauh ke depan.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari rekonsiliasi nasional — untuk mempertemukan kembali semangat perjuangan, pembangunan, dan persatuan bangsa.
“Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya. Kita belajar dari masa lalu untuk memperbaiki masa depan. Itulah makna Islah yang sesungguhnya, memperbaiki, bukan menghakimi,” pungkas Raizal Arifin.
Sebagai organisasi Islam yang telah berdiri lebih dari satu abad dan kini memiliki lebih dari 20 juta jama’ah di seluruh Indonesia, PUI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi kekuatan moral bangsa, memperkuat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat Islah dan persaudaraan nasional, PUI siap mendukung langkah-langkah Presiden Prabowo dalam meneguhkan penghormatan negara terhadap para tokoh bangsa yang telah berjasa bagi keutuhan dan kemajuan Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :