Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Bulan Ini, Bimtek Januari-Februari 2026
Kamis, 06 November 2025 - 05:19 WIB
loading...
Kementerian Haji dan Umrah membuka pendaftaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada bulan ini yang akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah membuka pendaftaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada bulan November 2025 ini. Proses pendaftaran akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan hal tersebut dalam Raker bersama Komisi VIII DPR RI. Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menyampaikan, proses seleksi petugas haji bakal dilakukan secara berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.
Baca juga: Menhaj: Pelunasan Tahap Pertama Haji 2026 Mulai 19 November
"Seleksi PPIH Arab Saudi dan PPIH kloter tingkat daerah akan dilaksanakan pada bulan November 2025. Diikuti dengan seleksi PPIH Arab Saudi tingkat pusat pada Desember 2025," kata Gus Irfan dikutip Kamis (6/11/2025).
Gus Irfan memastikan, proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Hal itu ditujukan untuk menjamin terpilihnya petugas yang profesional, berintegritas serta memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan lapangan pelayanan jemaah haji.
"Proses seleksi dilaksanakan melalui mekanisme berbasis sistem informasi terintegrasi, meliput tahapan administrasi, tes kompetensi dan wawancara," katanya.
Gus Irfan berkata, seleksi tahapan akan diawasi secara ketat dan dilaksanakan dengan objektivitas untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses rekrutmen.
Baca juga: Ini Daftar Penyakit yang Bisa Membuat Calon Jemaah Gagal Berangkat Haji
Ia pun mengajak semua kalangan seperti ASN, tenaga kesehatan profesional dan masyarakat yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada jemaah haji Indonesia untuk mendaftar sebagai PPIH.
"Selanjutnya, bagi petugas yang dinyatakan lolos seleksi akan diikutsertakan dalam pendidikan dan latihan, diklat atau bimbingan teknis bimtek yang dilaksanakan dan direncanakan berlangsung pada bulan Januari hingga Februari 2026," tutur Gus Irfan.
Ia menjelaskan, pelatihan itu berfokus pada peningkatan kompetensi tugas dan fungsi layanan, penguatan kedisiplinan serta kemampuan kompetensi dasar dalam Bahasa Arab.
"Dengan pembinaan yang komprehensif ini, diharapkan petugas haji mampu memberikan pelayan yang profesional, cepat tanggap dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan jemaah selama berada di tanah air maupun di Arab Saudi," tandasnya.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan hal tersebut dalam Raker bersama Komisi VIII DPR RI. Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menyampaikan, proses seleksi petugas haji bakal dilakukan secara berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.
Baca juga: Menhaj: Pelunasan Tahap Pertama Haji 2026 Mulai 19 November
"Seleksi PPIH Arab Saudi dan PPIH kloter tingkat daerah akan dilaksanakan pada bulan November 2025. Diikuti dengan seleksi PPIH Arab Saudi tingkat pusat pada Desember 2025," kata Gus Irfan dikutip Kamis (6/11/2025).
Gus Irfan memastikan, proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Hal itu ditujukan untuk menjamin terpilihnya petugas yang profesional, berintegritas serta memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan lapangan pelayanan jemaah haji.
"Proses seleksi dilaksanakan melalui mekanisme berbasis sistem informasi terintegrasi, meliput tahapan administrasi, tes kompetensi dan wawancara," katanya.
Gus Irfan berkata, seleksi tahapan akan diawasi secara ketat dan dilaksanakan dengan objektivitas untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses rekrutmen.
Baca juga: Ini Daftar Penyakit yang Bisa Membuat Calon Jemaah Gagal Berangkat Haji
Ia pun mengajak semua kalangan seperti ASN, tenaga kesehatan profesional dan masyarakat yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada jemaah haji Indonesia untuk mendaftar sebagai PPIH.
"Selanjutnya, bagi petugas yang dinyatakan lolos seleksi akan diikutsertakan dalam pendidikan dan latihan, diklat atau bimbingan teknis bimtek yang dilaksanakan dan direncanakan berlangsung pada bulan Januari hingga Februari 2026," tutur Gus Irfan.
Ia menjelaskan, pelatihan itu berfokus pada peningkatan kompetensi tugas dan fungsi layanan, penguatan kedisiplinan serta kemampuan kompetensi dasar dalam Bahasa Arab.
"Dengan pembinaan yang komprehensif ini, diharapkan petugas haji mampu memberikan pelayan yang profesional, cepat tanggap dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan jemaah selama berada di tanah air maupun di Arab Saudi," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :