Prabowo Tanggung Jawab terkait Whoosh, SEMMI: Sikap Kepemimpinan yang Kuat
Rabu, 05 November 2025 - 08:44 WIB
loading...
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh mendapat banyak apresiasi. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum PB SEMMI Sandri Rumanama. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh mendapat banyak apresiasi. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Sandri Rumanama.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan Whoosh akan menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia. “Saya katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu. Dan kita kuat,” ujar Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Baca juga: Soal Utang Whoosh, Prabowo: Saya Akan Tanggung Jawab
Menanggapi itu, Sandri yang juga Direktur Haidar Alwi Institut ini mengapresiasi sikap kepemimpinan yang memiliki karakteristik kuat dan berani mengambil tanggung jawab penuh atas persoalan kenegaraan.
“Seorang pemimpin harus berani mengambil risiko atas semua persoalan yang ada. Kami bukan hanya salut tapi bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden," katanya.
![Prabowo Tanggung Jawab terkait Whoosh, SEMMI: Sikap Kepemimpinan yang Kuat]()
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Sandri Rumanama. Foto: Ist
Dia mengajak semua komponen masyarakat dapat memahami pernyataan Presiden sebagai bentuk tanggung jawab kepala negara dalam menjaga kehormatan negara di mata dunia internasional.
"Ini persoalan harga diri bangsa yang menjadi tanggung jawab bersama dan harus kita pahami pernyataan Presiden menunjukkan sikap kenegaraan beliau menjaga martabat bangsa di mata dunia internasional," ujarnya.
Dia menjelaskan KCIC merupakan kontrak kerja sama bilateral antara negara yang mengharuskan penyelesaian persoalan ini bukan hanya kepada pihak yang mengelola semata namun negara harus bersikap atas persoalan ini.
Menurut Sandri, sikap Presiden sudah benar, sebab jika skema business to business (B to B) harus saling menghormati karena menyangkut reputasi Indonesia dalam kontrak investasi internasional. “Jangan karena persoalan ini kita kehilangan kepercayaan dan investasi di negara-negara mitra kita,” katanya.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan Whoosh akan menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia. “Saya katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu. Dan kita kuat,” ujar Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Baca juga: Soal Utang Whoosh, Prabowo: Saya Akan Tanggung Jawab
Menanggapi itu, Sandri yang juga Direktur Haidar Alwi Institut ini mengapresiasi sikap kepemimpinan yang memiliki karakteristik kuat dan berani mengambil tanggung jawab penuh atas persoalan kenegaraan.
“Seorang pemimpin harus berani mengambil risiko atas semua persoalan yang ada. Kami bukan hanya salut tapi bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden," katanya.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Sandri Rumanama. Foto: Ist
Dia mengajak semua komponen masyarakat dapat memahami pernyataan Presiden sebagai bentuk tanggung jawab kepala negara dalam menjaga kehormatan negara di mata dunia internasional.
"Ini persoalan harga diri bangsa yang menjadi tanggung jawab bersama dan harus kita pahami pernyataan Presiden menunjukkan sikap kenegaraan beliau menjaga martabat bangsa di mata dunia internasional," ujarnya.
Dia menjelaskan KCIC merupakan kontrak kerja sama bilateral antara negara yang mengharuskan penyelesaian persoalan ini bukan hanya kepada pihak yang mengelola semata namun negara harus bersikap atas persoalan ini.
Menurut Sandri, sikap Presiden sudah benar, sebab jika skema business to business (B to B) harus saling menghormati karena menyangkut reputasi Indonesia dalam kontrak investasi internasional. “Jangan karena persoalan ini kita kehilangan kepercayaan dan investasi di negara-negara mitra kita,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :