Penyaluran Dana Otsus Diusulkan lewat BLT ke Rakyat Papua
Rabu, 05 November 2025 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Yanni juga meminta pemberian BLT diatur secara berkeadilan dengan nominal lebih besar bagi guru, tenaga kesehatan, dan tokoh agama sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun manusia Papua.
"Kalau dananya langsung masuk ke rekening rakyat Papua lebih transparan dan langsung memperkuat ekonomi keluarga. Dampaknya bisa ke pendidikan, kesehatan, sampai menurunkan angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi di Papua," ungkapnya.
Gagasan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa melalui BLT yang adil kualitas hidupa manusia di Papua akan terangkat. Pembangunan manusia merupakan inti dari kesejahteraan rakyat sekaligus faktor utama keberhasilan Otonomi Khusus.
Dia mengutip pemikiran ekonom peraih Nobel Gary S Becker yang melalui teori human capital menempatkan investasi pada manusia, terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan keterampilan sebagai faktor kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Selain BLT, Yanni juga menyoroti formula pembiayaan Otsus yang saat ini hanya sebesar 2,25 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional. Menurut dia, angka ini tidak relevan lagi setelah Papua dimekarkan menjadi enam provinsi, karena ruang fiskal menjadi semakin terbatas.
"Bagaimana mau mempercepat pembangunan kalau keuangannya tidak memungkinkan? Saya mengusulkan dinaikkan menjadi 6 persen dari DAU nasional. Namun dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara saat ini. Kenaikan awal bisa dilakukan di angka 3 persen agar lebih realistis dan berkeadilan," ujar Yanni.
"Kalau dananya langsung masuk ke rekening rakyat Papua lebih transparan dan langsung memperkuat ekonomi keluarga. Dampaknya bisa ke pendidikan, kesehatan, sampai menurunkan angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi di Papua," ungkapnya.
Gagasan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa melalui BLT yang adil kualitas hidupa manusia di Papua akan terangkat. Pembangunan manusia merupakan inti dari kesejahteraan rakyat sekaligus faktor utama keberhasilan Otonomi Khusus.
Dia mengutip pemikiran ekonom peraih Nobel Gary S Becker yang melalui teori human capital menempatkan investasi pada manusia, terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan keterampilan sebagai faktor kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Selain BLT, Yanni juga menyoroti formula pembiayaan Otsus yang saat ini hanya sebesar 2,25 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional. Menurut dia, angka ini tidak relevan lagi setelah Papua dimekarkan menjadi enam provinsi, karena ruang fiskal menjadi semakin terbatas.
"Bagaimana mau mempercepat pembangunan kalau keuangannya tidak memungkinkan? Saya mengusulkan dinaikkan menjadi 6 persen dari DAU nasional. Namun dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara saat ini. Kenaikan awal bisa dilakukan di angka 3 persen agar lebih realistis dan berkeadilan," ujar Yanni.
Lihat Juga :