TNI Segera Tindak Lanjuti Perintah Prabowo soal Penambahan Batalyon Kesehatan
Senin, 03 November 2025 - 22:22 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kepada TNI. Acara digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto/setneg.go.id
A
A
A
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto soal penambahan batalion kesehatan atau batalyon kesehatan (yonkes). Perintah Prabowo ini disampaikan menyusul kedatangan pesawat armada baru Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Airbus A400M .
"TNI akan segera menindaklanjuti perintah Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto terkait rencana penambahan batalyon kesehatan," kata Freddy saat dihubungi wartawan, Senin (3/11/2025).
Penambahan Yonkes merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional dan kemampuan dukungan kesehatan dari prajurit di seluruh matra TNI.
"Sebagai alat pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah dalam membangun postur kekuatan yang tangguh, modern, dan responsif terhadap berbagai tantangan, termasuk aspek kesehatan dalam operasi militer maupun kemanusiaan," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Perintahkan TNI Tambah Batalyon Kesehatan
Freddy menegaskan bahwa Mabes TNI saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah teknis dan kajian kebutuhan satuan di lapangan agar pembentukan yonkes dapat dilaksanakan secara bertahap. "Dan terarah sesuai prioritas pembangunan kekuatan TNI hingga tahun 2029," katanya.
Sebelumnya, saat meninjau kedatangan pesawat angkut A400M, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI untuk menambah yonkes. Pesawat ini nantinya dapat digunakan juga untuk mengevakuasi korban bencana.
"Makanya kita bikin modul operasi udara, operasi ambulans udara, dan TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11/2025).
Prabowo menuturkan, batalion kesehatan nantinya tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, melainkan juga bencana di luar negeri. Prabowo membuka peluang untuk memanfaatkan Airbus A400M untuk mengevakuasi korban bencana di Gaza dalam misi kemanusiaan, selain melakukan drop off makanan dan bantuan logistik.
"Jadi, batalion tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada peristiwa kemanusiaan di mana-mana, kita juga bisa hadir," ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia merupakan bagian dari komunitas dunia. Sehingga, lanjutnya, harus siap membantu negara lain yang membutuhkan bantuan saat bencana.
"Ingat waktu kita peristiwa tsunami di Aceh banyak negara datang bantu kita. Waktu kita ada masalah di Sulawesi Tengah, di Palu, juga banyak negara bantu kita. Jadi kita juga sebagai bagian dari komunitas dunia kita harus juga bantu negara-negara dalam kesulitan," ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan, waktu Turki gempa bumi besar, kita juga kirim bantuan. "Kita kirim dua Hercules dan kita siap, waktu itu kirim kapal. Kita sekarang masih ada tim kesehatan di Gaza bersama UAE, masih ada di situ," jelas Prabowo.
"TNI akan segera menindaklanjuti perintah Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto terkait rencana penambahan batalyon kesehatan," kata Freddy saat dihubungi wartawan, Senin (3/11/2025).
Penambahan Yonkes merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional dan kemampuan dukungan kesehatan dari prajurit di seluruh matra TNI.
"Sebagai alat pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah dalam membangun postur kekuatan yang tangguh, modern, dan responsif terhadap berbagai tantangan, termasuk aspek kesehatan dalam operasi militer maupun kemanusiaan," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Perintahkan TNI Tambah Batalyon Kesehatan
Freddy menegaskan bahwa Mabes TNI saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah teknis dan kajian kebutuhan satuan di lapangan agar pembentukan yonkes dapat dilaksanakan secara bertahap. "Dan terarah sesuai prioritas pembangunan kekuatan TNI hingga tahun 2029," katanya.
Sebelumnya, saat meninjau kedatangan pesawat angkut A400M, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI untuk menambah yonkes. Pesawat ini nantinya dapat digunakan juga untuk mengevakuasi korban bencana.
"Makanya kita bikin modul operasi udara, operasi ambulans udara, dan TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11/2025).
Prabowo menuturkan, batalion kesehatan nantinya tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, melainkan juga bencana di luar negeri. Prabowo membuka peluang untuk memanfaatkan Airbus A400M untuk mengevakuasi korban bencana di Gaza dalam misi kemanusiaan, selain melakukan drop off makanan dan bantuan logistik.
"Jadi, batalion tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada peristiwa kemanusiaan di mana-mana, kita juga bisa hadir," ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia merupakan bagian dari komunitas dunia. Sehingga, lanjutnya, harus siap membantu negara lain yang membutuhkan bantuan saat bencana.
"Ingat waktu kita peristiwa tsunami di Aceh banyak negara datang bantu kita. Waktu kita ada masalah di Sulawesi Tengah, di Palu, juga banyak negara bantu kita. Jadi kita juga sebagai bagian dari komunitas dunia kita harus juga bantu negara-negara dalam kesulitan," ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan, waktu Turki gempa bumi besar, kita juga kirim bantuan. "Kita kirim dua Hercules dan kita siap, waktu itu kirim kapal. Kita sekarang masih ada tim kesehatan di Gaza bersama UAE, masih ada di situ," jelas Prabowo.
(zik)
Lihat Juga :